Identitas Lokal dalam Penamaan Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi: Kajian Etnolinguistik

Parmawati Parmawati*, Rd Safrina, Budi Hermawan

Abstract


Identitas lokal merupakan karakteristik yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat tertentu. Identitas lokal dapat terlihat dari bahasa dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Salah satu unsur bahasa yang bisa menggambarkan identitas lokal yaitu penamaan. Penamaan dalam penelitian ini yaitu penamaan jalur yang dilakukan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi. Sebagai daerah yang tidak bisa memungkiri hadirnya informasi secara cepat membuat penamaan jalur mengalami perkembangan dan perubahan. Ditemukannya beberapa bahasa asing dan bahasa Indonesia yang digunakan dalam penamaan jalur membuat peneliti ingin mengungkap tentang penamaan jalur ini. Berhubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola penamaan jalur dan mengidentifikasi identitas lokal yang tergambar dalam penamaan jalur di Kabupaten Kuantan Singingi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan analisis etnolinguistik. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa yang paling banyak digunakan dalam penamaan jalur yaitu bahasa Melayu dialek Kuantan, selebihnya menggunakan bahasa Indonesia, campuran bahasa Indonesia dan bahasa Melayu dialek Kuantan dan bahasa asing. Berdasarkan jenis kata yang digunakan, penamaan jalur banyak menggunakan nama tokoh, kemudian diikuti dengan menggunakan nama benda, binatang dan tempat. Jadi, identitas lokal yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi masih dominan menggunakan bahasa daerah dalam penamaan jalur. Kemudian mereka masih dominan menghargai jasa para pejuang yang terlihat dalam menggunakan nama tokoh dalam penamaan jalurnya.


Keywords


Identitas Lokal, Penamaan Jalur, Kajian Etnolinguistik

Full Text:

PDF

References


Angela, V. F. (2023). Strategi Pengembangan Ekowisata dalam Mendukung Konservasi Alam Danau Tahai. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 8(3), 984–993.

Baehaqi, I. (2017). Etnolinguistik Telaah Teoritis dan Praktis. Surakarta: Cakrawala Media

Budiono, S., & Firdaus, W. (2022). Penanda Identitas Dalam Penamaan Wilayah Administrasi di Kabupaten Sanggau. Linguistik Indonesia, 40(2), 227-243.

Chaer, A. (2019). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta

Creswell, J. W. (2007). Qualitative Inquiry & Research Design Choosing Among Five Approaches Second Edition. Sage Publications

Crystal, D. (2015). Ensiklopedia Bahasa. Penerbit Nuansa Cendekia.

Harahap, A. S., Nofianti, R., Rahayu, N., & Ginting, D. N. B. (2023). Menggali Kearifan Lokal Etnis Banjar: Peran Orangtua dalam Membentuk Karakter Anak di Desa Kota Rantang Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 8(3), 961–969. https://doi.org/10.24815/jimps.v8i3.24930

Isnendes, R. (2020). Nama sebagai Sebuah Kesadaran Identitas Manusia Sunda: Kajian Budaya. Lokabahasa, 11(2), 200-206. doi: https://doi.org/10.17509/jlb.v11i2.29146

Jumadi, J. (2023). Revitalisasi Nilai Budaya Suku Cerekang Sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 8(2), 815–821. https://doi.org/10.24815/jimps.v8i2.24919

Kamus Besar Bahasa Indonesia (https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/jalur

KBBI V

Lianawati W.S. (2016). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Pusat Kajian Bahasa

Nurlela, N. (2023). Assitulungeng: Studi Tentang Nilai Solidaritas Masyarakat Nelayan Danau Tempe. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 8(2), 792–798. https://doi.org/10.24815/jimps.v8i2.24844

Saleh, R. (2013). Sistem Penamaan Jalur di Kuantan Singingi. Salingka: Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra 11 (1)

Saleh, R. (2014). Tokoh dalam Nama-nama Jalur di Kuantan Singingi. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra

Sibarani, R. (2004). Antropolinguistik. Medan: Penerbit Poda

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development). Bandung: Penerbit Alfabeta.

Syawal, I. (2023). KEKARAENGAN RUMBIA: Study of the Traditional Turatea Government System in Jeneponto. Riwayat: Educational Journal of History and Humanities, 6(2).




DOI: https://doi.org/10.24815/jimps.v8i4.26312

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

JIMPS: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah indexed by

sinta_logodoaj_logoDimensions_logoCROSSREF_logoROAD_logoPKP_Index_logoGoogle_Scholar_logogaruda_logoonesearch_logoBASE_logoWordcat_logo

___________________________________________________________
JIMPS: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah

E-ISSN 2614-3658
P-ISSN 2964-7231

Published by History Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala in collaboration with "Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah Se- Indonesia"
W :https://jim.unsyiah.ac.id/sejarah
E : jimsejarah@usk.ac.id

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0