Asas Kemanfaatan Waris Adat Semendo Sumatera Selatan

Pitaloka Oktarina*, Dwi Noviatul Zahra

Abstract


Peneltian ini membahas tentang sistem pembagian waris suku Semendo yang menggunakan sistem kekerabatan matrilineal merupakan dari garis keturunan ibu. Baik anak perempuan dan anak laki-laki mendapatkan warisan.  Warisan tersebut diberikan untuk anak perempuan pertama disebut dengan istilah (tunggu tubang) namun, untuk anak laki-laki mendapatkan waris jika tidak ada anak perempuan disebut dengan istilah (ngangkit). Ngangkit artinya anak laki-laki menikah, kemudian istrinya mengurus semua harta peninggalan tersebut baik itu rumah, sawah, dan adik-adik dari suami serta orang tuanya. Sehingga kajian ini menarik untuk diteliti dalam sistem kewarisan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Temuan penelitian bahwa waris adat di suku Semendo tidak bertentangan dengan hukum Islam. Karena sistem kewarisan suku Semendo berdasarkan urf dan sesuai dengan asas kemanfaatan. Jika ahli waris tidak sepakat pembagian waris secara adat maka pembagiannya kembali dengan ketentuan hukum waris Islam.


Full Text:

PDF

References


A. Mukhlisin, Nur Alfi Khotamin, Ari Rohmawati, Ariyanto. (2017). Studi Hukum Islam Terhadap Kewarisan Masyarakat Adat Semendo Kabupaten Lampung Barat di era Kontemporer, Ulul Albab, Vol 18, No. 1.

Andinugraha, Hendri Hermawan dan Mashudi. (2018). Al-Maslahah Al Mursalah dalam Penentuan Hukum Islam, Jurnal Ilmu Ekonomi Islam, Vol. 4, No. 1, 65.

Artadi, Ibnu. (2006). Hukum: Antara Nilai-nilai Kepastian, Kemanfatan dan Keadilan, Jurnal Ilmiah Hukum dan Dinamika Masyarakat. Vol. 4 No. 1, 74.

Aulia Muthiah dan Novy Sri Pratiwi Hardani, Hukum Waris Islam, cet 1, Yogyakarta: Madpers Digital, 2015.

Autad Sarjana, Sunan dan Kamaluddin Suratman, Imam. (2017). Konsep Urf dalam Penetapan Hukum Islam. Tsaqafah Jurnal Peradaban Islam, Vol. 13, No, 2. 282.

Azelia Velinda, Wilodati., Kosasih, Aceng (2017). Tunggu Tubang Dalam Pembagian Harta Warisan Pada Masyarakat Suku Semende, Sosietas; Vol. 7 No. 2.

Burhan, Muhammad, Kedudukan dan Hak Perempuan Sebagai Ahli waris Dalam Hukum Kewarisan Indonesia Tinjauan Hukum Perdata, Adat dan Islam, Mahkamah, Vol. 2, No. 2, (Desember 2017).

Dwi Poespasari, Ellyne. (2018), ,Pemahaman Seputar Hukum Waris Adat di Indonesia, cet 1, (Jakarta: Kencana), hal.39.

Febriawanti, Dinta dan Mansur, intan apriyanti. (2020). Dinamika Hukum Waris Adat di Masyarakat Bali Pada Masa Sekarang, Media Luris . Vol. 3 No. 2.

Maimun. (2018). Hukum Waris Perspektif Islam dan Adat, Pamekasan: Duta Media Publishing,

Mardani. (2017). Hukum Kewarisan Islam di Indonesia, cet 3, Depok:Rajawali Pers.

Muhibbin, Moh., Wahid, Abdul. (2017). Hukum Kewarisan Islam Sebagai Pembaruan Hukum Positif di Indonesia, cet 1, Jakarta: Sinar Grafik.

Muzainah, Gusti, (2012), Prinsip-Prinsip Hukum Kedudukan Perempuan Dalam Hukum Waris Adat Masyarakat Banjar, DIH Jurnal Ilmu hukum, Vol.8, No.15. 18.

Pongulio, Hamid. (2012). Pembagian Harta Waris Dalam Tradisi Masyarakat Muslim Gorontalo, Al-Manahij. Jurnal kajian Hukum islam, Vol 13. N0. 2.

Rohmansyah, Zayad Abd.Rahman., Wahab Ahmad Khalil, Abdul. (2022). Praktik Waris Adat Tunggu Tubang Pada Masyarakat Semendo Pajar Bulan Lampung Barat. ahakim: Journal Of Islamic Family Law, Vol, 6, No, 2.

Salmudin, Tunggu Tubang Sebagai Metode Pembagian Harta Waris Secara Damai Masyarakat Adat Semende, De Jure: Jurnal Hukum dan Syariah.

Sembiring, Rosnidar. (2017). Hukum Keluarga Harta-Harta Benda Dalam Perkawinan, cet 2, Depok: Rajawali Pers.

Sucipto, Urip, (2013), Filsafat Hukum, (Yogyakarta: Deepublish. hal. 55-56.

Suparaman, Maman, (2015) Hukum Waris Perdata, cet 1 Jakarta: Sinar Grafik.

Syaikhul Arif, M. (J2022). Mengenal Sistem Hukum Waris Adat, Siyasah: Jurnal Hukum Tata Negara, Vol 5 No 1.

Untoro, Utami Yustihasana dkk. (2022). Hukum Waris Islam, cet 1 Malang: Literasi Nusantara.

Yasir Fauzi, Mohammad. Sistem Kewarisan Adat Semendo Dalam Tinjauan Hukum Islam, Asas; Jurnal Hukum Ekonomi Syariah.

Zainal Arifin, Maskota Delfi, Sidarta Pujiraharjo, Harte dan Tungguan. (2020). Redefinisi Adat Tunggu Tubang Pada Komunitas Semende Migran, Jurnal Masyarakat dan Budaya, Vol. 22 No. 2.

Zairi Absi, Warmiyana. (2022). Sistem Pewarisan Tunggu Tubang di Daerah Semendo Sumatera Selatan. Disiplin: Majalah civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda, Vol. 28 No.4.




DOI: https://doi.org/10.24815/jimps.v8i2.24701

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

JIMPS: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah indexed by

sinta_logodoaj_logoDimensions_logoCROSSREF_logoROAD_logoPKP_Index_logoGoogle_Scholar_logogaruda_logoonesearch_logoBASE_logoWordcat_logo

___________________________________________________________
JIMPS: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah

E-ISSN 2614-3658
P-ISSN 2964-7231

Published by History Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala in collaboration with "Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah Se- Indonesia"
W :https://jim.unsyiah.ac.id/sejarah
E : jimsejarah@usk.ac.id

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0