ADAT TUNANGAN DI KABUPATEN BIREUEN

Putri Farhati, Fadhilah ., Fikriah Noer

Abstract


Tata cara adat pertunangan yang ada di Kabupaten Bireuen terdapat beberapa tahapan diantaranya acara cah rauh, acara meulake dan jak ba tanda, namun diantara semua tahapan acara tersebut terdapat sedikit perubahan didalam proses acara pertunangannya. Tujuan penelitian ini pertamauntuk mengetahui tata cara adat tunangan yang ada di Kabupaten Bireuen; kedua untuk mengetahui makna simbolis seserahan yang dibawakan pada saat acara tunangan; ketiga mengetahui tanggapan masyarakat terhadap perubahan adat tunangan yang terjadi pada zaman sekarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Subjek dalam penelitian iniberjumlah 8 responden yangterdiri dari 2 responden yang sedang melakukan pertunangan, 5 responden tokoh masyarakat beserta masyarakat Bireuen dan satu respon Ketua MAA Bireuen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tata cara adat petunangan di Kabupaten Bireuen masyarakat masih tetap melestarikan tata cara adat tunangan yang ada. Namun ada menambahkan sedikit perubahan didalam acara pertunangan tersebut, selanjutnya dari hasil wawancara dari 5 responden menjelaskan terdapat makna simbolis didalam seserahan yang dibawakan pada saat acara pertunangan. Meskipun mengalami sedikit perubahan didalam adat pertunangan diharapkan tidak terjadi kesalapahaman pendapat didalam masyarakat karena sebagai masyarakat Bireuen harus bisa saling menghargai dan menghormati keputusan dari setiap pihak

 

Kata Kunci : Adat, Tunangan, Bireun.

 


Full Text:

PDF

References


Aan, A. 2015. Concept Mahar, Antaran, Souvenir Plus Undangan. Genta Group Production, Surabaya

Abdurrahman. 1992. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: Akademika Presindo.

Aprilia Mentari, Mukhirah, Fitriana. 20017. The Change of Bridal Hair Accessories of Great Aceh Brides. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Volome 2 No. 4. Diakses Agustus2020. http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/article/view/9709/3964

Arby, Cut Intan Elly. 1989. Tata rias & Upacara Adat perkawinan Aceh. Yayasan Meukuta Alam.

Dikutip dari Kitab Ushulul Mu’asyarotil Zaujiyah, Edisi Indonesia “Tata Pergaulan Suami Istri Jilid I” Penerbit Maktabat Al-Jihad. Jogjakarta

Daud, Syamsuddin. 2014. Adat Meukawen (Adat Perkawinan Aceh). Banda Aceh: Majelis Adat Aceh (MAA).

Kamal Muchtar. 2010. Asas-asas Hukum Islam Tentang Perkawinan. Jakarta : Bulan Bintang, hlm 34-35

Keuchik Leumik, Harun. 2008. Kronologis Historis & Dinamika Budaya Aceh.Prov. NAD: Majelis Adat Aceh (MAA).

Muthasir, A, Dkk. 2010. Adat Perkawinan Etnis Kluet. Banda Aceh: Pemerintah Aceh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Munthasir, A, Dkk. 2007.Adat Perkawinan Pemerintah Aceh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata.

Milles B Matthew dan Huberman A Michael. 1992. Analisis Data Kualitatif, Jakarta, Hlm 16

Nazir,Moh.2012.MetodePenelitian.Jakarta: Ghalia Indonesia.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2015. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT remaja rosdakarya.

Tia Ulfa, Mukhirah, Fitriana. 2017. Pendapat Mahasiswi FKIP Unsyiah Terhadap Adat Perkawinan di Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Volome 2 No. 3. Diakses Juli 2020.

http://www.jim.umsyiah.ac.id/pkk/article/view/15694


Refbacks

  • There are currently no refbacks.