TINDAK PIDANA KARANTINA TUMBUHAN TANPA SERTIFIKAT KESEHATAN DAN TIDAK MELALUI TEMPAT PEMASUKAN YANG DITENTUKAN (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Sigli)

Muhammad Nofal, Mohd Din

Abstract


Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya, pertimbangan hakim dalam memberikan sanksi pidana yang relatif lebih ringan, serta hambatan dan upaya dalam menanggulangi tindak pidana karantina tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana karantina tumbuhan disebabkan oleh faktor ekonomi, faktor banyaknya dokumen yang perlu dipersiapkan, faktor adanya kebutuhan masyarakat, dan faktor kesempatan. Pertimbangan hakim terhadap alasan yang meringankan yaitu terdakwa mengakui dan menyesal atas perbuatannya, terdakwa tidak pernah dipidana, dan terdakwa merupakan pencari nafkah untuk keluarga. Alasan yang memberatkan yaitu kerugian negara dari menghindari bea cukai dan dapat menyebabkan rusaknya tumbuhan dalam negeri, namun karena belum pasti terjadinya kerusakan tersebut menjadikan salah satu alasan bagi hakim untuk meringankan terdakwa. Hambatan dalam menanggulanginya yaitu kurangnya fasilitas, kurangnya tenaga kerja, dan kurangnya penyediaan dana. Upaya dalam menanggulanginya yaitu terdiri dari upaya preventif berupa sosialisasi dan upaya represif berupa penjatuhan sanksi sesuai aturan berlaku. Disarankan kepada masyarakat agar dapat menghindari tindak pidana karantina tumbuhan dengan melihat faktor-faktor penyebab terjadinya, kepada Hakim agar menjatuhkan hukuman yang lebih berat dan kepada Pemerintah Pusat agar melakukan penambahan sarana dan prasarana, SDM, serta alokasi dana yang terperinci terhadap Balai Karantina Pertanian Banda Aceh.

Kata Kunci : Tindak Pidana, Karantina Tumbuhan, Sertifikat Kesehatan, Tempat Pemasukan Yang Ditentukan  

Abstract - This research aims to explain the factors causing of its occurrence, judges' considerations in provide mild criminal sanctions, as well as obstacles and efforts in tackling plant quarantine crimes. The results showed that the crime of plant quarantine was caused by economic factors, the factor of the number of documents that needed to be prepared, the factor of community needs, and the opportunity factor. The judge's appraise of the mitigating reasons is that the defendant admits and regrets his actions, the defendant has never been convicted, and the defendant is the breadwinner for the family. The aggravating reasons are state losses from avoiding customs duties and causing damage to domestic plants, but because it is not certain that the damage will occur, this is one of the reasons for the judge to relieve the defendant. Obstacles in overcoming it are the lack of facilities, lack of manpower, and lack of funding. Efforts to overcome it consist of preventive efforts in the form of socialization and repressive efforts in the form of imposing sanctions according to applicable regulations. It is recommended to the public to be able to avoid plant quarantine crimes by looking at the factors that cause their occurrence, to judges to impose more severe punishments and to the Central Government to add facilities and infrastructure, human resources, and detailed allocation of funds to the Banda Aceh Agricultural Quarantine Center .

Keywords : Criminal Action, Plant Quarantine, Health Certificate, Determined Entry Points.


Full Text:

PDF

References


Buku

Amiruddin & Zainal Asikin, 2016, Pengantar Metode Penelitian Hukum, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Badan Pusat Statistik (BPS), “Ekspor Buah-Buahan Menurut Negara Tujuan Utama Tahun 2012-2018”, website https://www.bps.go.id/statictable/ 2019/02/18/2020/ekspor-buah-buahan-tahunan-menurut-negara-tujuan-utama-2012-2021.html , diakses tanggal 15 Desember 2022.

Balai Karantina Pertanian Kelas II (dua) Medan 2022 , https://bkp2medan.karantina.pertanian.go.id/page/detail/pengertian-karantina, diakses tanggal 24 Desember 2022.

Bambang, 2021, “ Pedoman Analisis Risiko Organisme Pengganggu Tumbuhan Berdasarkan Media Pembawa “ Jakarta, 29 Desember.

Sasono, H.B, 2012, Manajemen pelabuhan dan Realisasi Ekspor Impor, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Jurnal-jurnal

Bambang, “ Pedoman Analisis Risiko Organisme Pengganggu Tumbuhan Berdasarkan Media Pembawa “ Jurnal, Jakarta, (2021).

Siagian, R., Pakpahan, K., & Akbar, F. “Mekanisme Persyaratan Teknik Perizinan Pemasukan Benih Tumbuhan dari Luar Negeri ke Sumatera Utara”, Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (2020).

Suartono, G.N. (2016). Kualitas Pelayanan Karantina Hewan pada Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu. e-Jurnal Katalogis, 4(1)

Siregar, H.D., Lubis, M.S., & Adam,” Implementasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan Dan Tumbuhan Pada Balai Besar Karantina Pertanian Belawan,” Jurnal. Medan, (2022)

Tri Endah Panuntun, Pertimbangan Hukum Oleh Hakim Dalam Putusan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak (Studi Kasus di Pengadilan Negeri Sleman), Jurnal, (2015).

Zubaedah, N. “Keefektifan Kebijakan Pembatasan Pintu Masuk Impor Hortikultura terhadap Aspek Perlindungan Tanaman. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Vol. 2 No. 2.”, (2015)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Pidana

Gedung Redaksi

JURNAL ILMIAH MAHASISWA BIDANG HUKUM PIDANA 

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala  
Jalan Putroe Phang No.1. Darussalam, Provinsi Aceh, 23111 
Telp: (0651) 7410147, 7551781. Fax: 7551781  
 
e-mail: jimhukumpidana@unsyiah.ac.id

ISSN : 2597-6893 (ONLINE)