TINDAK PIDANA PERCOBAAN PERDAGANGAN PEREMPUAN PENGUNGSI ETNIS ROHINGYA (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Lhokseumawe)

Cut Munawarah, Nurhafifah Nurhafifah

Abstract


Abstrak – Penelitian ini bertujuan menjelaskan faktor penyebab, Modus operandi, dan hambatan dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana percobaan perdagangan perempuan pengungsi etnis rohingya di wilayah hukum pengadilan negeri Lhokseumawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab tindak pidana percobaan perdagangan perempuan pengungsi etnis rohingya adalah karna faktor ekonomi, kurang pengawasan dari petugas kamp penampugan, kurangnya kesadaran dalam hukum masyarakat, pendidikan perempuan rohingya yang rendah, dan faktor adanya kesempatan. Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku, yaitu dengan menggunakan transportasi darat, dengan cara menyewa transportasi tersebut untuk melakukan pengangkutan perempuan rohingya tanpa izin ke tempat-tempat tertentu, atas suruhan dari seseorang yang menjanjikan sejumlah uang, dan barang sebagai imbalan. Hambatan dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana percobaan perdagangan perempuan pengungsi  etnis rohingya, yaitu terkendala oleh bahasa, dan sulit untuk menemukan pelaku utama yang hingga sekarang belum tertangkap. Disarankan agar petugas kamp penampugan pengungsi etnis rohingya agar menigkatkan standar keamanan, dan adanya tindakan preventif dari petugas kamp penampugan dengan cara melakukan patroli, maupun tindakan  represif dari kepolisian sesudah terjadinya tindak pidana. Kata Kunci: Tindak Pidana, Perdagangan Perempuan, Rohingya.

 

Abstract  - This research aims to analyse the causal factors, modus operandi, and obstacles in law enforcement towards the attempted crime of trafficking on Rohingya ethnic refugees in the jurisdiction of the Lhokseumawe District Court. The results showed that the factors causing the attempted crime of trafficking on Rohingya ethnic refugees were economic factors, lack of supervision from shelter camp officials, lack of awareness in community law, low education of Rohingya women, and the factor of opportunity. The modus operandi carried out by the perpetrators is by using land transportation, by renting the transportation to transport the Rohingya women without permission to certain places, on orders from someone who promises a certain amount of money and goods in return. Barriers to law enforcement towards the attempted crime of trafficking in Rohingya refugees is including the language barriers, and it is difficult to find the main perpetrators who have not been caught until now. It is recommended that the refugee camp officers of Rohingya ethnic refugees increase safety standards, and take preventive action from the shelter camp officers through conducting patrols, as well as repressive actions from the police after the crime has occurred. 

Keywords: Criminal Action, Women Trafficking, Rohingya.


Full Text:

PDF

References


Ade Saptono, 2009, Pokok-Pokok Metodologi Penelitian Hukum Empiris Murni Sebuah

Alternatif, Jakarta: Universitas Trisakti.

Amiruddin dan Zainal Asikin, 2014, Pengantar Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1999, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.

Ridwan Khairandy, dkk, 1999, Pegantar Hukum Dagang Indonesia, Yogyakarta: Gama Media.

Sugiyono, 2008, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif R & D, Bandung: Alfabeta.

________, 2014, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, Bandung: Alfabeta.

Peraturan Perundang-Undangan

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Undang - Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Pidana

Gedung Redaksi

JURNAL ILMIAH MAHASISWA BIDANG HUKUM PIDANA 

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala  
Jalan Putroe Phang No.1. Darussalam, Provinsi Aceh, 23111 
Telp: (0651) 7410147, 7551781. Fax: 7551781  
 
e-mail: jimhukumpidana@unsyiah.ac.id

ISSN : 2597-6893 (ONLINE)