PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DI TINJAU DARI KOMPILASI HUKUM ISLAM

Muhammad Nauwal Fida, A. Malik

Abstract


Dalam seiring perkembangan zaman, terjadi suatu masalah didalam kehidupan manusia, ialah terjadinyapernikahan oleh seseorang yang masih dibawah usia dilakukannya pernikahan.yang mana hal tersebut bertentangan dengan hukum pernikahan dan juga kompilasi hukum islam,pada hukum pernikahan yang di atur adanya di atur tentang pernikahan pada batas tertentu yaitu pada UndangUndang Nomor 16 Tahun 2019 perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 pasal (7) ayat (1) ditentukan batas umur minimal untuk melangsungkan perkawinan yaitu “Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pernikahan yang dilaksanakan dalam kompilasi hukum islam dan bagaimana batas usia yang ditetapkan oleh kompilasi hukum islam beserta undang- undang perkawinan yang mana nantinya akan dilihat kembali sebagai rujukan untuk dapat atau tidaknya dilaksanakannya pernikahan dibawah umur sesuai dengan kasus-kasus yang ada di Indonesia sendiri, di dalam hal itu ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan dibawah umur ini dan apabila nantinya terjadinya perkawinan dibawah umur bagaimana solusi yang dapat di ambil apabila tetap terjadinya perkawinan dibawah umur yang tetap dilaksanakan.Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis normative. penelitian ini diperoleh melalui data-data yang sudah ada melalui penelitian-penelitian terdahulu dan dari buku-buku tentang hukum perkawinan.Hasil dari penelitian ini ialah dimana masih banyaknya masyarakat melaksanakan pernikahan dibawah umur dan dari beberapa data menunjukkan bahwa kompilasi hukum islam dan undang-undang perkwainan menyatakan tidak setuju atas terjadinya perkawinan dibawah umur yang mana dijelaskan dalam undang- undang bahwa pria dan wanita yang melaksanakan pernikahan harus sama-sama berusia 19 tahun dan juga dalam kompilasi hukum islam pasal 15 dikatakan bahwa kompilasi hukum islam merujuk pada undang-undang perkawinan yang ada,dan adapun terjadinya perkawinan dibawah umur ini memiliki beberapa faktor yang tidak dapat dihindari dan juga karena persetujuan orang tua.Untuk itu disarankan kepada kementrian agama untuk melaksanakan sosialisasi yang harus diterapkan sejak dini untuk membuka wawasan masyarakat yang masih melaksanakan pernikahan bawah umur agar berkurangnya hal tersebut yang mana hal ini sangat berbahaya bagi generasi muda dan dapat menyebabkan bahayanya kesehatan generasi muda kedepannya oleh karena itu sangat penting dilakukannya sosialisasi dan penyuluhan terhadap masyarakat agar menambah wawasan masyarakat untuk tidak melakukan dan mengizinkan pernikahan dibawah umur. sembilan belas) tahun”. Kepada BBPOM.

Full Text:

PDF

References


Agus Riyadi, Bimbingan Konseling Perkawinan, Yogyakarta: Ombak, 2013.

Eka Rini Setiawati, “Pengaruh Pernikahan Dini Terhadap Keharmonisan Pasangan Suami

dan Istri Di Desa Bagan Bhakti Kecamatan Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir”, Jurnal

Jom FISIP, Pekan Baru: Universitas Riau,2017.

Aisyah Ayu Musyafah, “Perkawinan Dalam Perspektif Filosofis Hukum Islam”


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Keperdataan

Gedung Redaksi

JURNAL ILMIAH MAHASISWA BIDANG HUKUM KEPERDATAAN 

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala  
Jalan Putroe Phang No.1. Darussalam, Provinsi Aceh, 23111 
Telp: (0651) 7410147, 7551781. Fax: 7551781  
 
e-mail: jimhukumperdata@unsyiah.ac.id

ISSN : 2597-6907 (ONLINE)