TINJAUAN HUKUM TERHADAP LARANGAN PERKAWINAN SEMARGA (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN SIDEMPUAN TENGGARA KOTA PADANG SIDEMPUAN)

Sarah Mailan Siregar, Iman Jauhari

Abstract


Abstrak - Tujuan penulisan penelitian ini untuk menjelaskan mengapa terjadi larangan perkawinan semarga pada masyarakat Padang Sidempuan Tenggara, dan faktor apa yang mempengaruhi penurunan larangan perkawinan semarga, dan akibat hukum larangan perkawinan semarga pada masyarakat Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pelaksanaan larangan perkawinan semarga Kecamatan Sidempuan Tenggara terjadi karena perkawinan semarga saat ini sudah perlahan tidak dilaksanakan lagi karena dalam Hukum dan Hukum Islam tidak melarang hal tersebut. Secara sosial adat itu akan menjadi pilihan atau belakangan. Faktor yang mempengaruhi penurunan perkawinan semarga yaitu cinta, perkawinan lari, agama, pendidikan, ekonomi, perkembangan zaman. Akibat hukum yang larangan perkawinan semarga di Kecamatan memberikan masyarakat setempat dengan memotong kerbau jantan, dan wanita mengambil marga dari ibu lakilaki, dan keturunan mereka kemudian dari laki-laki, anak tersebut tidak dibenarkjan mengambil anak perempuan dari saudara laki-laki. Disarankan kepada masyarakat Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara perkawinan semarga sebaiknya secara bertahap ditinggalkan. Karena membuat pola pikir masyarakat berubah, karena melihat adanya Undang-Undang perkawinan dan ajaran agama islam tidak melanggar perkawinan seseorang yang semarga.

Kata Kunci: Hukum, Perkawinan Semarga


Full Text:

PDF

References


Anshary MK H.M, Hukum Perkawinan di Indonesia, Bandung: cv. Mandar Maju, 1990, hlm 57.

Bambang Waluyo, Penelitian Hukum dalam Praktek, Jakarta: Sinar Grafika, 2002, hlm. 15.

Hilman Hadikusuma, Hukum Perkawinan Adat, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 1990, hlm.70

Harmoho Ritonga dan Ibu Mariyam Ritonga, Pasangan Suami Isteri, masyarakat Kecamatan Sidempuan Tenggara, Wawancara, Tanggal 25 Januari 2023.

Hasayangan Hasibuan dan Elvi Hasibuan, Pasangan Semarga, Kecamatan Sidmpuan Tenggara, Wawancara, Tanggal 25 Januari 2023.

H. Syahril Rambe, Tokoh Adat, Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara, Wawancara, Tanggal 31 Januari 2023.

Jamson Hasibuan dan Lita Hasibuan , Wawancara, Masyarakat Kecamatan Sidempuan Tenggara, Tanggal 31 Januari 2023.

Koentjaraningrat 2, Beberapa Pokok Antropologi Sosial Jakarta: Dian Rakyat, 1965, hlm.121. Muhaimin, Metode Penelitian Hukum, Mataram, UPT. Mataram University Press, hlm. 80.

Nel Siregar, Ketua Adat Hatobangon(Orang Tua Adat), Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara, Wawancara, Tanggal 31 Januari 2023.

Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Sawal Ritonga dan Maida Ritonga, Pasangan Semarga, Kecamatan Sidempuan Tenggara, Wawancara, Tanggal 31 Januari 2023.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Keperdataan

Gedung Redaksi

JURNAL ILMIAH MAHASISWA BIDANG HUKUM KEPERDATAAN 

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala  
Jalan Putroe Phang No.1. Darussalam, Provinsi Aceh, 23111 
Telp: (0651) 7410147, 7551781. Fax: 7551781  
 
e-mail: jimhukumperdata@unsyiah.ac.id

ISSN : 2597-6907 (ONLINE)