WANPRESTASI KREDITOR TERHADAP PERJANJIAN JUAL BELI APARTEMEN JS PADA PT. GAP. TBK BOGOR

Farhan Bahri, Muhammad Insa Ansari

Abstract


 

Abstrak - Pasal 1234 KUH Perdata menyatakan bahwa: "setiap perikatan adalah untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau tidak berbuat sesuatu. Kewajiban memenuhi prestasi dari debitor selalu disertai dengan tanggung jawab (liability). PT. GAP memiliki perjanjian terhadap para pembelinya Mengenai jual-beli apartemen JS. Dalam pelaksanaan kewajibannya, pembangunan apartemen JS tidak terselesaikan oleh PT. GAP sehingga mengakibatkan terjadinya wanprestasi. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan pihak PT. GAP melakukan wanprestasi terhadap pembangunan apartemen JS. Untuk mengetahui upaya penyelesaian wanprestasi yang telah dilakukan oleh pihak PT. GAP. Metode yang digunakan pada penelitian skripsi ini menggunakan metode hukum empiris, data dalam penulisan skripsi ini didapatkan dengan cara mengumpulkan data primer meliputi data penelitian lapangan dengan cara mewawancara responden dan informan dan data sekunder meliputi Peraturan Perundang-undangan, tinjauan kepustakaan, dan karya ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab PT. GAP melakukan wanprestasi yaitu pada sisi perizinan untuk membangun apartemen JS masih ada izin-izin yang belum dipegang oleh PT.GAP yang mengakibatkan terkendalanya untuk pembangunan lebih lanjut. Dalam sisi pembiayaan, PT. GAP telah menunggak pembayaran pembangunan yang menjadi kewajiban terhadap kontraktor PT. TBS yang mengakibatkan pembangunan terhenti. Lalu PT. GAP melakukan pengalihan pembangunan kepada kontraktor PT. EJ Kontruksi, akan tetapi PT. GAP kembali melakukan penunggakan biaya kepada PT. EJ Kontruksi yang mengakibatkan pembangunan apartemen JS menjadi berhenti dan terbengkalai hingga saat ini. Upaya penyelesaian wanprestasi yang ditempuh PT. GAP yaitu mengembalikan uang para pembeli, melakukan perjanjian ulang, dan menjual sebagian proyek apartemen JS kepada investor lain.Disarankan untuk PT. GAP agar lebih mengurangi dan memperhatikan faktor-faktor penghambat dalam pembangunan proyek kedepannya dan lebih memperhatikan dan menghormati perjanjian yang sudah disepakati dengan pihak terkait. Dan untuk para konsumen atau pembeli unit apartemen lebih memperhatikan kesepakatan perjanjian dan izin-izin yang sudah dikantongi oleh perusahaan yang membangun apartemen.

Kata Kunci: GAP, jual beli, kewajiban, perjanjian, dan wanprestasi.


Full Text:

PDF

References


Ahmad Setiawan, 2019, Hukum Pertanahan (Pengaturan, Problematika, Dan Reformasi Agraria), LaksBang Justitia, Yogyakarta.

Anto Erawan, 2021, Baru Diluncurkan, Penjualan Apartemen JS Capai 70%, https://www.rumah.com/berita-properti/2013/5/1587/baru-diluncurkan-penjualan- apartemen- jungle-sky-capai-70 diakses pada 21 April.

Djumialdji, 1996, Hukum Bangunan, Rineka Citra, Jakarta.

Mukti Fajar, (et.al), 2010, dualisme penelitian hukum empiris dan normatif, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Nurnaningsih Amriani, 2011, Mediasi Alternatif Penyelesaian Sengketa Perdata di Pengadilan, Rajawali Pers, Jakarta.

P.N.H, Simanjuntak, 2009, Pokok-Pokok Hukum Perdata Indonesia, Djambatan, Jakarta.

R. Subekti, 2004, Kitab Undang-undang Hukum Perdata, cet. 34, PT. AKA, Jakarta.

Subekti, 2005, Hukum perjanjian, cet. 21, PT Intermasa, Jakarta.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Keperdataan

Gedung Redaksi

JURNAL ILMIAH MAHASISWA BIDANG HUKUM KEPERDATAAN 

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala  
Jalan Putroe Phang No.1. Darussalam, Provinsi Aceh, 23111 
Telp: (0651) 7410147, 7551781. Fax: 7551781  
 
e-mail: jimhukumperdata@unsyiah.ac.id

ISSN : 2597-6907 (ONLINE)