PERLINDUNGAN HAK MORAL DAN HAK EKONOMI CIPTAAN LAGU DAN/ATAU MUSIK ASING DALAM UUHC TAHUN 2014

Santi Nurmaidar, Sri Walny Rahayu

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bentuk perlindungan dan pelanggaran, hambatan perlindungan dan upaya-upaya yang telah ditempuh dalam penyelesaian sengketa para pihak terhadap pelanggaran hak moral dan hak ekonomi ciptaan lagu dan/atau musik  asing dalam praktiknya. Penelitian ini bersifat yuridis normatif, yaitu suatu pendekatan yang menggunakan konsep legal positif dengan cara mengkaji penerapan kaidah atau norma dalam hukum positif. Data penelitian yuridis normatif berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier didukung oleh data primer di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pengaturan UUHC telah cukup baik memberikan perlindungan. Namun dalam praktiknya belum dilindungi karena UUHC menganut delik aduan. Implementasi perlindungan yang diberikan menempatkan baik pencipta lagu dan/atau musik asing maupun Indonesia harus inisiatif dan pro-aktif dalam melindungi hak ciptanya sendiri. Kondisi tersebut belum dilakukan karena sulit menjangkau bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan Indonesia. Hambatannya yaitu hambatan internal yang dirasakan pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Hak Kekayaan Intelektual di Kemenkum dan HAM Aceh yaitu tidak sesuainya tugas dan fungsi SDM sesuai basis profesionalitas keilmuan yang dimiliki, hambatan eksternal dari seniman-seniman lagu dan/atau musik di Aceh yang masih belum memahami UUHC Tahun 2014. Penyelesaian sengketa yang ditempuh para pihak yang ditemukan sampai saat ini di Aceh diselesaikan melalui alternatif penyelesaian sengketa dengan model mediasi. Diharapkan kepada Kanwil Hukum dan HAM harus melindungi ciptaan lagu dan/atau musik asing meskipun UUHC Tahun 2014 mengatur delik aduan. Pencipta dan pemegang hak cipta maupun AIRA harus lebih pro-aktif dalam melindungi ciptaannya. Disarankan bagi pejabat PPNS-HKI dan penyidik pejabat polri yang bertanggung jawab dalam perlindungan hak cipta mendapatkan program pelatihan pencegahan pelanggaran hak cipta. Diharapkan Konsultan HKI mampu membantu memberikan pemahaman mengenai mekanisme penyelesaian sengketa hak cipta terhadap pelanggaran hak cipta yang sudah diketahui terjadi pelanggaran.

Keywords


Perlindungan Hak Moral; Ekonomi; Ciptaan Asing

Full Text:

PDF

References


Buku-buku

Belinda Rosalina, Perlindungan Karya Arsitektur Berdasarkan Hak Cipta, Bandung: P.T. Alumni, 2010.

Budi Santoso, Pengantar Hak Kekayaan Intelektual, Semarang: Pustaka Magister,

Eddy Damian, “Hukum Hak Cipta”, Edisi ketiga, Cetakan ke-1, Bandung: P.T. Alumni, 2009.

Gatot Supramono, Hak Cipta dan Aspek-Aspek Hukumnya, Jakarta : Rineka Cipta, 2010

Ginting, Elyta Ras, Hukum Hak Cipta Indonesia, Bandung:PT. Citra Aditya Bakti,

Goldstein, Paul, Copyright’s Highway, London: Herper Collins, 1999.

Harsono Adisumarto, Hak Milik Intelektual Khususnya Hak Cipta, Jakarta: Akademika Pressindo, 1990.

Hasibuan, Otto, Hak Cipta di Indonesia, Tinjauan Khusus Hak Cipta Lagu, Neighbouring Rights, dan Collecting Society, Bandung: PT. Alumni, 2008.

Johnny Ibrahim, Teori dan Metode Penelitian Hukum normatif, Malang: Bayumedia, 2007.

Nainggolan, Bernard, Pemberdayaan Hukum Hak Cipta dan Lembaga Manajemen Kolektif, Bandung: P.T. Alumni, 2011.

Ronny Hanitijo Soemitro, Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri, Jakarta Timur: Ghalia Indonesia,1990.

Saidin, OK, Aspek Hukum Hak Kekayaan Intelektual, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004.

Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: Rineka Cipta, 1983.

Soerjono Soekanto & Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012.

Sudikno Mertokusumo, Penemuan Hukum Sebuah Pengantar, Yogyakarta: Penerbit Liberty, 2007.

Yusran Isnaini, Hak Cipta dan Tantangannya Di Era Cyber Space, Bogor: Ghalia Indonesia, 2009.

Laporan Penelitian

Kurnialif Triono, “Perlindungan Hukum Bagi Pmegang Hak Cipta Terhadap Pemberian Lisensi Karya Cipta Lagu” Laporan Penelitian, Jakarta: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, 2015.

Sri Walny Rahayu, “Perlindungan Hak Ekonomi Pencipta Terhadap Karya Ciptaan Musik dan Lagu di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1997 dikaitkan dengan perjanjian TRIPS-WTO,” Tesis, Bandung: Universitas Padjadjaran, 2000.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Konvensi Bern tentang Perlindungan Karya Seni dan Sastra (Berne Convention for the Protection of Artistic and Literary Works).

Pernyataan Umum Hak-hak Asasi Manusia (The Declaration of Human Rights)

Sumber-sumber lain

a. Sumber Websites

Ashour Pribadi, “Hak Eksploitasi Pada Pencipta Musik (Studi Penerapan Hak Ekonomi Pada Suatu Karya Cipta Musik) di PT. Musikita Surakarta”, [diakses 22/03/2016].

Fathorrahman, “Irwandi: Kalau Ingin Populer Secara Sehat di Dunia Musik Jangan Menjiplak, edisi 19 Maret 2016, , [diakses 19/08/2016]

Jauhari Samalanga, “Musik Aceh dan Industri Penjiplak” Portalsatu Kabar Aceh Untuk Dunia, edisi 20 Maret 2016,, [diakses 21/03/2016]

Thayeb Loh Angen, “Dari Ibnoe Arhas Sampai Bergek, Aceh Menjiplak” Lamuri Online, edisi 19 Maret 2016, , [diakses 21/03/2016]

b. Sumber Kamus

Dapartemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2001.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Keperdataan

Gedung Redaksi

JURNAL ILMIAH MAHASISWA BIDANG HUKUM KEPERDATAAN 

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala  
Jalan Putroe Phang No.1. Darussalam, Provinsi Aceh, 23111 
Telp: (0651) 7410147, 7551781. Fax: 7551781  
 
e-mail: jimhukumperdata@unsyiah.ac.id

ISSN : 2597-6907 (ONLINE)