KONSTRUKSI NILAI NASIONALISME DI LINGKUNGAN DAYAH THALIBUL HUDA BAYU LAMCOT ACEH BESAR

Maqfirah Maqfirah

Abstract


Konstruksi Nilai Nasionalisme di lingkungan Dayah Thalibul Huda Bayu Lamcot Aceh Besar. Nasionalisme merupakan Paham Kebangsaan yang terkait dengan kesetiaan warga Negara kepada bangsanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) konstruksi nilai Nasionalisme ditinjau dari kurikulum di Dayah, (2) konstruksi nilai nasionalisme ditinjau dari keteladanan guru di Dayah, (3) Kendala yang dihadapi dalam mengkonstruksikan nilai nasionalisme. penelitian ini tergolong kedalam jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan kuisioner untuk mendapatkan data di lapangan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 1 (satu) orang Tengku sekaligus pengurus dan 13 (tiga belas) orang santri. Lokasi Penelitian terletak di Dayah Thalibul Huda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Adanya pengamalan terhadap nilai nasionalisme dalam kegiatan sehari-hari seperti gotong royong bersama, shalat berjamaah dan pengibaran bendera merah putih pada 17 agustus 1945. terdapat perintah dalam kitab tafsir yang dipelajari oleh para santri yang dijalankan, diantaranya anjuran  “untuk menaati ulil amri diantara kamu”. yang merupakan pemimpin-pemimpin diantara kamu, anjuran bahwa allah telah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal dan sebagai anugerah dari tuhan yang maha esa, selain itu  terdapat program PKPPS (program kesetaraan pondok pesantren salafiyah) yang menambah pengetahuan santri akan pemahaman bela negara dan kewajiban bagi setiap warga negara, Melalui organisasi HUDA yang memberikan kebermanfaatan sebesar-besarnya bagi umat dan masyarakat. (2) Konstruksi Nasionalisme melalui keteladanan guru bahwa  tata cara berpakaian tengku yang menjadi contoh bagi para santri. brand-brand yang dipakai seperti kain sarung bermerek ija kroeng yang merupakan produk asli daerah aceh, baju koko dan gamis, sandal bermerek bata, Peci yang berlogokan pintu aceh yang mengisyaratkan kebanggaan menjadi bagian dari cirri khas bangsa, meja dan kursi yang terdapat di dalam ruang dewan guru yang berasal dari tempahan khas jepara membuktikan bahwa adanya upaya lingkungan dayah dalam mendukung produk lokal karya masyarakat daerah (3) Kendala yang dihadapi adalah kurangnya prasarana buku penunjang, terdapat beberapa santri yang tidak mau mendengar dan mengulang kembali materi pembelajan yang sudah disampaikan.

Full Text:

PDF

References


Aman. 2015 Representasi Nasionalisme inddonesia (http://staff.uny.ac.id)

Aman. 2011. Model evaluasi pembelajaran sejarah. Yogyakarta. Ombak

Buwono, Sultan Hamengku X. 2007. Merajut Kembali ke Indonesiaan Kita. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Choliq. Abdul 2011. Pengantar Manajemen, Semarang: Rafi Sarana Perkasa

Dhofier, Zamakhsyari. 1986 Tradisi pesantren, studi tentang pandangan Kyai, Jakarta: LP3ES

Fuad. Munir Syamsul. 2019 implementasi nasionalisme di pondok pesantren kyai parak bambu runcing parakan temanggung (http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id)

Ginanjar, Kartasasmita. 1994 Pembangunan Untuk Rakyat, Memandukan Pertumbuhan Dan Pemertaan, PT. Pustaka CIDES INDO, Jakarta.

Gufron, Anik. 2010. Integrasi nilai-nilai karakter babfsa pada kegiatan pembelajaran. Cakrawala penelitian jurnal ilmiah pendidikan, (online), juli 2021, tahun XXIX, (https://journal.uny.ac.id/)

H Bisri 2019 eksistensi dan transformasi pesantren dalam membangun nasionalisme bangsa. Journal of Islamic education (https://ejournal.uniramalang.ac.id)

Kardi, S. (1997). Pengajaran langsung. Surabaya: Unesa University press

Kartodirjo, S. 1993. Pembangunan Bangsa. Yogyakarta: Aditya Media.

Kohn, Hans. 1955. Nasionalisme Arti Dan Sedjarahnja. Jakarta: P.T. Pembangunan

Listyarti. Retno. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Esis

Mardalis. 2006. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: PT.Bumi Aksara Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 16, Edisi Khusus III, Oktober 2010

Martaniah, S.M. (1990) konsep dan alat ukur kualitas berbangsa dan bernegara. Laporan penelitian. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Marzuki. 2011sejarah dan perubahan pesantren di Aceh. STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Aceh (https://journal.uii.ac.id)

Moleong, Lwxy J, 2009. “Metodologi Penelitian Kualitatif”. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Muhaimin. 1996. Strategi belajar mengajar. Surabaya: citra media

Mujiwati, yuniar. AA El-Sulukiyyah. 2017 analisis nilai-nilai sastra dan bentuk nasionalisme dalam lagu yaa lal wathon ciptaan KH. Abdul Wahab Hasbullah. Jurnal Educazione: (http://ejurnal.uij.ac.id)

Murod, Abdul Choliq. 2011. Nasionalisme Dalam Prespektif Islam. Semarang: Citra Lekha.Vol 16

Mustari. Implementasi semangat nasionalisme dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembudayaan nilai pancasila pada tingkat sekolah dasar. Universitas Negeri Makassar (https://ojs.unm.ac.id/supremas)

Nofrans, saputra Eka. 2019 konstruksi alat ukur karakter nasionalisme. Universitas Jambi (https://www.researchgate.net/publication)

Rismayanti 2016 Nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme dalam buku pendidikan agama dan budi pekerti (http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id)

Tilaar (2007:25) multikulturalisme, bahasa Indonesia, Nasionalisme dalam sistem pendidikan nasional (http://journal.uinjkt.ac.id )

Tjahyadi. 2010 internalisasi nasionalisme (http://eprints.uny.ac.id )

Y Mulyani. 2010 Nasionalisme dalam siti nurbaya karya Marah Rusli Jurnal Sosioteknologi. (https://multisite.itb.ac.id)

Yaumi, Muhammad. 2016 pendididkan karakter: landasan, pilar dan implementasi. Jakarta: prenada media group

Yusuf, Firman. 2011. Penanaman nilai nasionalisme dalam lingkup kehidupan sehari-haridi pondok pesantren darul falah Desa Jekulo kecamatan Jekulo kabupaten kudus


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.