DAMPAK KELUARGA BROKEN HOME TERHADAP PERILAKU PENYIMPANGAN SOSIAL DAN KEBERLANJUTAN PENDIDIKAN ANAK DI KABUPATEN BIREUEN

M. Ichsan Fuadi, M. Nasir Basyah, Erna Hayati

Abstract


Penelitian ini berjudul “Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Perilaku Penyimpangan Sosial dan Keberlanjutan Pendidikan Anak di Kabupaten Bireuen”. Permasalahan yang melatar belakangi penulisan ini adalah (1) Apakah keluarga Broken Home berdampak kepada perilaku penyimpangan sosial anak. (2) Apakah keluarga Broken Home berdampak negatif terhadap keberlanjutan pendidikan anak. Adapun maksud (1) Mendeskripsikan dampak keluarga Broken Home terhadap perilaku penyimpangan sosial anak. (2) Untuk menjelaskan apakah keluarga Broken Home berdampak negatif terhadap keberlanjutan pendidikan anak. Metode yang digunakan ialah kualitatif, pendekatan deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi pada anak dari keluarga Broken Home di Kabupaten Bireuen. Subjek penelitian ini berjumlah 40 orang, terdiri: 10 anak Broken Home, 10 teman terdekat, 10 orang tua, 5 guru sekolah, 5 masyarakat. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa faktor yang melatarbelakangi terjadinya keluarga Broken Home, yaitu: (1) Perbedaan cara pandang atau prinsip, (2) Faktor ekonomi, (3) Perselisihan dalam keluarga, (4) Pihak ketiga. Dampak terhadap perilaku penyimpangan sosial anak yaitu anak tidak mudah bergaul. Dampak terhadap kelanjutan pendidikan anak, yaitu terdapat satu orang anak tidak melanjutkan pendidikan karena disebabkan faktor ekonomi atau ketidakmampuan dalam membiayai pendidikan. Empat orang anak melanjutkan pendidikan hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Lima orang anak melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kesimpulan dari penelitian ini adalah anak dari keluarga Broken Home kurang mendapatkan perhatian dan didikan dari orang tua serta tidak mendapatkan kenyamanan dan kehangatan dalam lingkungan keluarga, sehingga mengganggu proses perkembangan anak baik dari segi fisik, mental psikologis, sosial dan pendidikan.


Full Text:

PDF

References


Cahyani Ani. Mubin. 2006. Psikologi Perkembangan; cet I (Quantum Teaching,Ciputat Press Group).

Gunarsa Jahja. 2002. Psikologi Perkembangan Jakarta: Kencana Prenada media Hikmawati. 2014. Psikologi Remaja. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Musanna Al, 2017. Indigenisasi pendidikan: Rasionalitas Revitalisasi Praksis Pendidikan Ki HadjarDewantara. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Vol. 2.Nomor 1.

Nurkholis. 2013.Pendidikan Dalam Memajukan Teknologi, Jurnal Kependidikan Vol.1No.1, http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/download/530/473/. Desember

Puwa Atmaja Perwira. 2014. Psikologi Kepribadian Dengan Perspektif Baru, (Jakarta: Ar-Ruzz Media), h. 69.

Robert S. Fildman. 2012. Pengantar Psikologi (Jakarta: Salemba Humanika), h.11.

Rohmat. 2010. Keluarga dan Pola Pengasuhan Anak. Pusat studi gender STAIN Purwekerto. Vol 5

Slameto. 2015. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Cet. IV; Jakarta: Rineka Cipta. h. 54.

Soedharyono Soimin, SH. 2010 Hukum Orang dan Keluarga, Jakarta: Sinar Grafika Offset.

Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang, Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS), beserta penjelasannya Citra Umbara Bandung, 2003.

Widyastuti Gintulangi, Jusdin Puluhulawa, Zulaecha Ngiu DampakKeluarga Broken Home pada prestasibelajar PKN.

Willis Sofyan S. 2009. Konseling Keluarga: Family Counseling. Bandung: Alfabeta.

Zuhairi dkk. 1992. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.