PELAKSANAAN ADAT PEMAMANAN (MENGUNDANG) PADA PROSESI KHITANAN DI KEC DARUL HASANAH KAB ACEH TENGGARA

Yoyoh Yullyanti Ningsih, Hasbi Ali, Amirullah Amirullah

Abstract


Penelitian ini berjudul: “Pelaksanaan Adat Pemamanan (Mengundang) Pada Prosesi Khitanan Di Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara”. Adat merupakan gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai – nilai budaya, norma, kebiasaan, dan kelembagaan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosesi pemamanan di Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara, dan untuk mengetahui apa saja nilai – nilai yang terkandung dalam prosesi pemamanan di Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan Wawancara. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 1 (satu) keuchik, 4 (empat) tokoh adat, 5 (lima) masyarakat. Hasil penelitian : menunjukan bahwa prosesi pemamanan di Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara yaitu: prosesi pemamanan tersebut banyak proses yang harus dilakukan sebelum dilaksanakannya acara pesta khitanan, seperti cara mengundang di suku alas atau di adat alas tidak bisa langsung diberikan surat undangan itu kepada saudaranya, harus ada tahapan yang dilalui baru bisa kita memberikan undangan (bagah)itu, dan setelah diundang pihak yang ingin melangsungkan pesta tersebut harus menjalani proses yang sudah adat di suku alas, seperti tandok pakat (menentukan hari), mekacar (berhinai), mido ijin (memohon izin) setelah melalui proses tersebut barulah bisa dilaksanakannya pesta tersebut. Nilai – nilai yang terkandung dalam prosesi pemamanan di Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara yaitu: Pada saat pelaksanaan pemamanan ada dua nilai yang terkandung didalamnya yaitu nilai sosial dan nilai ekonomi, pada nilai sosialnya sangat positif dikarnakan dapat memperkuat silahturahmi, bekerjasama, dan saling membantu antara masyarakat sekitar, dan bisa juga bertemu dengan saudara – saudara yang sangat jauh juga, sedangkan nilai ekonominya cukup bersifat negative dikarenakan terlalu menuntut pihak dari keluarga untuk memberikan barang atau uang yang cukup besar dan mewah, tapi tidak semuanya seperti itu sebagian ada juga memikirkan kemampuan walinya

References


Basrowi & Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Bungin, Burhan . 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Herimanto & Winarno. 2010. Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara. Husein Alting. 2010, Dinamakan Hukum dan penegakan Hukum dan perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Atas Tanah. Yogyakarta

Mursal Esten, 1999, Kajian Tranformasi Budaya, bandung:angkasa

Qanun Aceh nomor 9 tahun 2008 pembinaan kehidupan adat dan adat istiadat.

Ranjabar. Jakobus. 2006. Sistem Sosial dan Budaya Indonesia. Ghalia indonesia.

Raseha, Enggi. 2018. Ritual Adat Alas Pemamanen Desa Bambil Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara.

Setiadi, Elly M., dkk. 2009. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana

Setiadi & kolip. 2011. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Kencana.

Soekanto, Suyono. 2011. Hukum Adat Indonesia. Jakarta: Rajawali pers.

Sufi, Rusdi, Ramli A. Daily & Ridwan Azwad. 2002. Adat-Istiadat Masyarakat Aceh. Banda Aceh: Dinas Kebudayaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Sugiyono. 2011. Penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2016. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suratman, Munir & Umi Salamah. 2013. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Malang: Intimedia.

Simanjuntak, Antonius Bunggaran. 2016. Tradisi , Agama, Dan Akseptasi Modernisasi pada Masyarakat Perdesaan Jawa. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Soekanto, Suyono. 2011. Hukum Adat Indonesia. Jakarta: Rajawali pers.

Soelaeman, M. Munandar . 2001. Ilmu Sosial Dasar Teori dan Konsep Ilmu Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.