Merang Mushroom Cultivation Uses Dry Banan Leaves and Tofu Dregs as a Growing Medium in Lhok Puntoy

Cut Tya Asria, Samingan Samingan, Iswadi Iswadi, Wiwit Artika, Nazar Muhammad

Abstract


ABSTRACT
The availability of straw as a medium for mushroom cultivation can only be obtained during the harvest season. Because of that, it is necessary to look for the alternative media for growing merang mushrooms. The purpose of this study was to determine the composition of the growing media mixture of dried banana leaves (kelaras) and tofu pulp that is suitable for the first time the primordial appearance of merang mushrooms, the first harvest time of merang mushrooms, the number of merang mushroom fruiting bodies and the wet weight of merang mushroom fruiting bodies. This study used experimental method with a complete randomized design (CRD) experiment consisting of 6 treatments and 4 replicates. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) test and further tests in the form of BNT (Smallest Real Difference) and BNJ (Honest Real Difference) / Tukey test. The results given that different percentages of dried banana leaf media and tofu pulp media had an effect on the first time the primordial appearance of merang mushroom, the first harvest time of merang mushroom, the number of merang mushroom fruiting bodies, and the wet weight of merang mushroom fruiting bodies. The conclusion of this study is that the composition of the growing media mixture of dried banana leaves (kelaras) and tofu dregs that is suitable for the first time the primordial appearance of merang mushrooms, the first harvest time of merang mushrooms, the number of fruiting bodies of merang mushrooms, and the wet weight of the fruiting bodies of merang mushrooms is the treatment of 75% dried banana leaves + 25% tofu dregs (P3).
Keywords: Straw Mushroom, Kelaras, Tofu Dregs, Growing Media.

ABSTRAK
Ketersediaan jerami sebagai media budidaya jamur merang hanya bisa didapatkan saat musim panen. Oleh sebab itu, diperlukan pencarian alternatif pada media pertumbuhan jamur merang. Tujuan daripada peneliiatn ini yaitu untuk mengetahui komposisi pada media tumbuh campuran daun pisang kering (kelaras) dengan ampas tahu yang sesuai untuk waktu pertama munculnya primordial jamur merang, waktu panen pertama jamur merang, jumlah tubuh buah jamur merang, dan berat basah tubuh buah jamur merang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan percobaan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Data dianalisis menggunakan Uji Analisis Varian (ANOVA) dan uji lanjut berupa BNT (Beda Nyata Terkecil) dan BNJ (Beda Nyata Jujur)/Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan persentase media daun pisang kering dan media ampas tahu berpengaruh terhadap waktu pertama munculnya primordial jamur merang, waktu panen pertama jamur merang, jumlah tubuh buah jamur merang, dan berat basah tubuh buah jamur merang. Simpulan dari penelitian ini adalah komposisi media tumbuh campuran daun pisang kering (kelaras) dan ampas tahu yang sesuai untuk waktu pertama munculnya primordial jamur merang, waktu panen pertama jamur merang, jumlah tubuh buah jamur merang, dan berat basah tubuh buah jamur merang adalah perlakuan 75% daun pisang kering + 25% ampas tahu (P3).
Kata kunci:   Jamur Merang, Kelaras, Ampas Tahu, Media Tumbuh. 


Full Text:

PDF

References


Febriati, E., Sari, F. N., Firdayanti, E., Ashari, I.M., Mulyanti, H. (2019). Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Bonggol Jangung untuk Budidaya Jamur Merang Bagi Pemuda Desa Tambak Merak Kabupaten Bajonegoro. Jurnal Pengabdian Masyarakat.2(2) 1-11.

Harsojuwono, B. A., Arnata, I.W., & Puspawati, G. A. K. D. (2011). Rancangan Percobaan Teori Aplikasi SPSS dan Excel. Lintas Kata Publishing.

Mayun, I. A. (2007). Pertumbuhan jamur merang (Volvariella volvaeae) pada Berbagai Media Tumbuh. Jurnal Agritrop. 26(3), 124-128.

Mulyaqin, T., Keichi, I.,& Giamerti, Y. (2016). Komparasi Institusi Panen Antara Adopter dan Non-Adopter Mesin Perontok Padi “Power Threser”. Studi Kasus di Kabupaten Serang Provinsi Banten.

Ningsih, L. (2008). Pengaruh Jenis Media Tanamdan Konsentrasi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jamur Tiram Putih (Pleorotus ostreatus). [Skripsi Sarjana, UIN. Malang]. Malang.

Sulistyowati, R., & Wibowo, D. A. (2015). Respon Pertumbuhan dan Produksi Jamur Tiram (Pleorotus ostreatus) Akibat Pemberian Ampas Tahu dan Pengomposan Jerami Sebagai Media Tanam. Jurnal Agrotechbiz. 3(1), 21-27.

Syafitri, D. (2009). Pengaruh Substitusi Tepung Ampas Tahu pada Kue Ulat Sutra terhadap Kualitas Organoleptik dan Kandungan Gizi. [Disertasi, Universitas Negeri Semarang). Semarang.

Widiyanto, G. E. A., Lestari, A., & Rahayu, Y. S. (2021). Uji Produktivitas Jamur Merang (Volvariella volvaceae) Bibit F3 Cilamaya dan Konsentrasi Media Tanam Ampas Tahu. Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian, 46(1), 105-110.

Kinasih, P. A. (2015). Pengaruh Penambahan Daun Pisang Kering (Kelaras) dan Air Leri Terhadap Produktivitas Jamur Merang (Volvariella volvacea) yang Ditanam pada Baglog. [Disertasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta). Surakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.