Habitat Characteristics of Mud Crab (Scylla Serrata) Breeding Sites in the Area Gampong Lama Tuha Mangrove, Kuala District Batee, Southwest Aceh Regency

Harry Novri Pratama, Asiah Asiah, Abdullah Abdullah, Devi Syafrianti, Yaumil Istiqlal M.Nur, Fitrah Asma Ulhusna, Wardiah Wardiah

Abstract


Abstract
The mangrove crab (Scylla serrata) is an animal that has a native habitat in mangrove forests and has a fairly wide distribution area. Southwest Aceh has the potential for good mangrove and coral reef ecosystems as a place for the survival of various types of animals. The research aims to determine the habitat characteristics of mangrove crab breeding sites in the Gampong Lama Tuha area, Kuala Batee District, Southwest Aceh Regency. The method used in the research was a survey with purposive sampling technique and a qualitative descriptive approach. The data obtained were analyzed descriptively and presented in table form. The research results showed that water pH ranged from 7.4- 7.6, soil pH 5.1-5.3, water temperature ranged from 30-35°C, water salinity ranged from 15-18 ppt, water depth ranged from 110 cm-115 cm, current speed ranges from 0.1 m/sec - 0.2 m/sec, water brightness ranges from 80-85 cm. The substrate is classified as sandy loam and clayey sand. There are various types of flora and fauna in the area. The conclusion is that the habitat characteristics of mangrove crab breeding sites in the Gampong Lama Tuha mangrove area, Kuala Batee District, Southwest Aceh Regency are classified as good places for mangrove crab breeding sites. Efforts are needed to preserve environmental quality.
Keywords: breeding sites, mangrove crabs, mangrove ecosystem

Abstrak
Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu hewan yang berhabitat asli di hutan mangrove dan mempunyai wilayah penyebaran yang cukup luas. Aceh Barat Daya memiliki potensi ekosistem mangrove dan terumbu karang yang baik sebagai tempat keberlangsungan hidup berbagai jenis hewan. Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik habitat breeding sites kepiting bakau di kawasan Gampong Lama Tuha Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survei dengan teknik purposive sampling dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian diperoleh data pH air berkisar 7,4-7,6, pH tanah 5,1-5,3, suhu air berkisar antara 30-35°C, salinitas air berkisar 15-18 ppt, kedalaman air berkisar 110 cm-115 cm, kecepatan arus berkisar 0,1 m/detik- 0,2 m/detik, kecerahan air berkisar 80-85 cm. Substrat tergolong lempung berpasir dan pasir berlempung. Terdapat beragam jenis flora dan fauna di kawasan tersebut. Kesimpulan yaitu karakteristik habitat breeding sites kepiting bakau di kawasan mangrove Gampong Lama Tuha Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya tergolong baik sebagai tempat breeding sites kepiting bakau. Perlu adanya upaya dalam menjaga kelestarian kualitas lingkungan.
Kata kunci: breeding sites, kepiting bakau, ekosistem mangrove 


Full Text:

PDF

References


Avianto, I., Sulistiono, S., & Setyobudiandi, I. 2013 Karakteristik Habitat Dan Potensi Kepiting Bakau (Scylla serrata, S. transquaberica, and S. olivacea) di Hutan Mangrove Cibako, Sancang, Kabupaten Garut Jawa Barat. Aquasains, 2(1), 97-106.

Bahri, S., Heriansyah, H., Purnama, D. A., Erijal, E., & Rifki, M. 2019. Biodiversitas Mangrove di Perairan Aceh Barat Daya Sebagai Potensi Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat. Jurnal Laot Ilmu Kelautan, 1(2), 77-80.

Fathurrohmah, S., Hati, K. B., & Marjuki, B. 2013. Aplikasi Penginderaan Jauh untuk Pengelolaan Hutan Mangrove Sebagai Salah Satu Sumberdaya Wilayah Pesisir (Studi Kasus di Delta Sungai Wulan Kabupaten Demak). 2(1), 85-89.

Hafinuddin, H., Saputra, I., & Mahendra, M. (2016). Lama Peredaman Perangkap Lipat Yang Efektif Untuk Penangkapan Kepiting Bakau (Scylla sp.). Jurnal Perikanan Tropis, 3(2), 131-138

Haruna, M. F., Karim, W. A., Rajulani, R., & Lige, F. N. 2022. Struktur Komunitas Kepiting Bakau Di Kawasan Konservasi Mangrove Desa Polo Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai. Jurnal Pendidikan Biologi, 9(2), 150-159.

Hia, P. M. F., & Hendrarto, B. 2013. Jenis kepiting bakau (Scylla sp.) yang Tertangkap di Perairan Labuhan Bahari Belawan Medan. Management of Aquatic Resources Journal 2(3), 170-

Karimah, K. 2017. Peran Ekosistem Hutan Mangrove Sebagai Habitat untuk Organisme Laut. Jurnal Biologi Tropis, 17(2), 51-57.

Lisna, Lisna, Et Al. 2022 "The Effectivity of the Catch of Mangrove Crabs With Different Baits in The Kampung Laut Waters Kuala Jambi District Tanjung Jabung Timur Regency." Jurnal Perikanan Unram 12(2), 171-181.

Madyowati, S. O., & Kusyairi, A. 2020. Keanekaragaman Komunitas Makrobenthos pada Ekosistem Mangrove di Desa Banyuurip Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research), 4(1), 116-124.

Maulana, I., Amir, S., & Mukhlis, A. 2012. Pengaruh Jumlah Pakan dan Jenis Kelamin Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata) Forskal pada Penggemukan Menggunakan Sistem Baterai. Jurnal Perikanan Unram, 1(1), 58-69.

Mustofa, A., Setiyowati, D., Suprihatin, E., Hendra, M. U., & Mustaqim, M. (2022). Laju Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Jantan Dan Betina Pada Salinitas Yang Berbeda. Jurnal Disprotek, 13(2), 162-

Nurdin, M. 2020. Kelimpahan Kepiting Bakau pada Ekosistem Mangrove di Desa Lalombi Kecamatan Banawa Selatan dan Pemanfaatannya sebagai Media Pembelajaran. Journal of Biology Science and Education, 8(1), 560-566.

Ohoiulun, D., & Hanoatubun, M. I. H. (2020). Analisis Morfometrik Kepiting Bakau (Scylla serrata) Hasil Tangkapan Dari Perairan Desa Warwut Kabupaten Maluku Tenggara. Jambura Fish Processing Journal, 2(1), 28-35.

Pambudi, D. S., Budiharjo, A., & Sunarto, S. 2019. Kelimpahan dan Keanekaragaman Kepiting Bakau (scylla sp) di Kawasan Hutan Bakau Pasar Banggi, Rembang. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 25(2), 93-102.

Pamuji, A., Muskananfola, M. R., & A’in, C. 2015. Pengaruh Sedimentasi Terhadap Kelimpahan Makrozoobenthos di Muara Sungai Betahwalang Kabupaten Demak (The effects of sedimentation on macrozoobenthos abundance in Betahlawang Estuary of Demak). Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 10(2), 129-

Putriningtias, A., Faisal, T. M., Komariyah, S., Bahri, S., & Akbar, H. 2019. Keanekaragaman Jenis Kepiting di Ekosistem Hutan Mangrove Kuala Langsa, Kota Langsa, Aceh. Jurnal Biologi Tropis, 19(1), 101-107.

Rauf, A. 2016. Struktur Komunitas Kepiting Di Hutan Mangrove Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong Dan Pemanfaatannya Sebagai Media Pembelajaran Biologi. JSTT, 5(1), 78-

Sani, L. H., Candri, D. A., Ahyadi, H., & Farista, B. 2019. Struktur vegetasi mangrove alami dan rehabilitasi pesisir selatan Pulau Lombok. Jurnal Biologi Tropis, 19(2), 268-276.

Saputra, R., Nugraha, A. H., & Susiana, S. 2020. Kelimpahan dan Karakteristik Kepiting Bakau pada Ekosistem Mangrove di Desa Busung Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau.

Jurnal Akuatiklestari, 4(1), 1-11.

Saputri, M., & Muammar, M. 2019. Karakteristik Habitat Kepiting Bakau (Scylla sp) di Ekosistem Mangrove Silang Cadek Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Biotik: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi Dan Kependidikan, 6(1), 75-80.

Siahaan, D., Muskananfola, M. R., & Suryanto,

A. 2018. Hubungan Kelimpahan Kepiting Dengan Bahan Organik dan Tekstur Sedimen pada Mangrove di Pantai Maron, Tirang dan Mangunharjo Semarang. Management of Aquatic Resources Journal 7(1), 69-77.

Siringoringo, Y. N., Desrita, D., & Yunasfi, Y. 2017. Kelimpahan dan Pola Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Hutan Mangrove Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Provinsi Sumatera Utara. Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, 4(1), 26-32.

Syam, T. S., Kasi, P. D., Cambaba, S., & Amrullah, S. H. (202) Analisis Fisika Kimia Perairan Industri Panply Terhadap Kerapatan Mangrove dan Kepadatan Kepiting Bakau. In Prosiding Seminar Nasional Biologi 7(1), 300-307.

Thasya, R., Nurdiansyah, S. I., & Nurrahman,

Y. A. 2023. Struktur Komunitas Kepiting Bakau di Kawasan Mangrove Desa Sungai Nibung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Jurnal Laut Khatulistiwa, 6(2), 90-98.

Wahyudyawati, E., Rahardjanto, A., & Wahyuni, S. 2017. Analisis Hubungan Kerapatan Mangrove Terhadap Fungsi Nursery Ground pada Kepiting Bakau (Scylla Sp) di Hutan Mangrove Pantai Cengkrong Kabupaten Trenggalek, 294-299.

Yulianti, Y., & Sofiana, M. S. J. 2018. Kelimpahan Kepiting Bakau (Scylla sp) di Kawasan Rehabilitasi Mangrove Setapuk, Singkawang. Jurnal Laut Khatulistiwa, 1(1), 25-30.

Yunus, M., & Siahainenia, L. 2019. Keterkaitan Karakteristik Habitat dengan Kepadatan Kepiting Bakau Pada Ekosistem Mangrove Desa Evu Kecamatan Hoat Soarbay Kabupaten Maluku Tenggara. Triton: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 15(2), 58-68.

Zulfadhli, Z., Samsuar, S., & Budiman, B. 2020. Pengaruh Pemotongan Organ Tubuh Terhadap Waktu Moulting Kepiting Bakau (Scylla serrata). Jurnal Akuakultura Universitas Teuku Umar, 2(2).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.