Pemanfaatan Rambut Jagung sebagai Alternatif Bahan Pengolahan Makanan Sehat

Saifullah Ramli, Mariana Mariana, Regia Khumairah, Nabila Zuhra

Abstract


Rambut jagung merupakan salah satu limbah dihasilkan dari industri pangan buah jagung, Apabila tidak dilakukan pengolahan lebih lanjut,dapat mencemari lingkungan dengan adanya bau busuk dan tengik yang dihasilkan dari limbah tersebut. Pemanfaatan rambut jagung masih sangat terbatas. Selama ini pemanfaatan yang dilakukan hanya secara tradisional dengan mengkonsumsi rambut jagung dengan cara merebus langsung dengan air untuk berbagai tujuan, seperti menurunkan tekanan darah dan pencegah diabetes. Untuk memberikan ketersediaan bagi masyarakat maka rambut jagung dapat diolah menjadi biskuit sebagai makanan fungsional. Ada dua tahapan yang akan dilakukan dalam penelitian ini. Tahap pertama ialah rambut jagung yang telah diproses menjadi tepung, selanjutnya tepung rambut jagung digunakan sebagai bahan tambahan pembuatan biskuit. Hasil analisa proksimat terhadap tepung rambut jagung mengandung 19,19% protein , 0,92% lemak dan 19,84% serat. Analisa proksimat biskuit yang telah di formulasikan dengan rasio perbandingan tepung terigu : Corn Silk (g/g) yaitu 9:1 ; 8:2 ; 7:3 ; 6:4 dan 5:5 kandungan protein meningkat dengan adanya penambahan Corn Silk Powder yaitu 7,9% ; 8,6% ; 8,6% ; 9,3% ; dan 9;5%. Untuk kandungan lemak biskuit menurun dengan adanya penambahan Corn Silk Powder yaitu 0,96% ; 0,95% ; 0,95% ; 0,94% ; dan 0,93%, sedangkan kandungan serat kasar pada biskuit meningkat dengan penambahan Corn Silk Powder yaitu sebesar 19,37% ; 19,42% ; 19,47% ; 19,54% and 19,64%. Penambahan corn silk powder tidak mengubah bentuk fisik biskuit , namun panelist lebih menyukai biskuit dengan formulasi rasio tepung terigu : corn silk powder 8 : 2.

Keywords


Rmbut jagung, makanan fungsional, biskuit, proksimat

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.