Perubahan Model Kurva Kompaktibilitas Beberapa Jenis Tanah Akibat Pemberian Biochar Bambu

Ricky Ramadani, Khairullah Khairullah, Darusman Darusman

Abstract


Abstrak. Tanah yang terkompaksi (pemadatan tanah) umumnya memiliki lapisan bawah yang padat, serta tidak dapat mensuplai unsur hara secara optimal untuk tanaman. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kompaksi tanah adalah dengan mengkombinasikan antara praktek usaha tani dengan pemberian amelioran. Amelioran atau “pembenah tanah” merupakan bahan yang ditambahkan ke dalam tanah untuk memperbaiki lingkungan akar bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan metode ASTM-D698 yaitu dengan analisis komparasi pada beberapa jenis tanah Ultisol, Entisol dan Inceptisol dengan perlakuan yang dicobakan adalah pemberian biochar sebanyak 4 taraf yaitu 0%, 1% , 2% , dan 3%  . Setelah itu data dari hasil analisis di uji dengan regresi kuadratik. Pengamatan juga dilakukan terhadap beberapa parameter seperti : kadar air optimum, berat volume maksimum dan kemantapan agregat. Hasil penelitian ini didapat Hasil dari kompaksi pada beberapa jenis tanah berpengaruh pada jenis tanah Ultisol .Tanah Ultisol terkompaksi yang tidak diberikan biochar diperoleh kadar air optimum 11,4 % dan berat volume maksimum 1,249 g.cm3. kepadatan tanah dari beberapa pemberian biochar berpengaruh pada pemberian biochar 3% dengan nilai kadar air optimum 27,3 % dan berat volume maksimum 1,185 g.cm3. bahwa pada pemberian biochar dapat menekan terjadinya kompaksi dan meningkatkan kadar air dalam tanah.

Compactibility Curve Model Changes Of Some Soil Types Due To Application Of Bamboo Biochar

Abstract Compacted soil (soil compaction) generally has a dense bottom layer, and cannot supply nutrients optimally to plants. One effort that can be made to overcome the problem of soil compaction is to combine farming practices with the provision of ameliorants. Ameliorants or “soil improvers” are materials added to the soil to improve the root environment for plant growth. This research was carried out using the ASTM-D698 method, namely by comparative analysis on several types of Ultisol, Entisol and Inceptisol soils with the treatment tried being the application of 4 levels of biochar, namely 0%, 1%, 2% and 3%. After that, the data from the analysis results were tested using quadratic regression. Observations were also made on several parameters such as: optimum water content, maximum volume weight and aggregate stability. The results of this research were obtained. The results of compaction on several types of soil had an effect on the type of Ultisol soil. Compacted Ultisol soil which was not given biochar obtained an optimum water content of 11.4% and a maximum volume weight of 1.249 g.cm3. Soil density from several biochar applications has an effect on 3% biochar application with an optimum water content value of 27.3% and a maximum volume weight of 1.185 g.cm3. that the application of biochar can suppress compaction and increase water content in the soil.


Keywords


Kompaksi; Pemadatan Tanah; Biochar Bambu; Compaction; Soil Compaction; Bamboo Biochar

Full Text:

PDF

References


Brantley, K. E., K. R. Brye, M. C. Savin, and D. E. Longer. 2015. Biochar Source and Aplication Rate Effects on Soil Water Retention Determined Using Wetting Curves. Open Journal of Soil Science, 5(1): 1-10.

Darusman, Abu bakar, Yadi Jufri, Syakur dan Buni Amin, 1995. Estimasi tingkat kompaksi pada beberapa jenis tanah.Laporan Hasil Penelitian Unsyiah.

Goenadi, D.H. 2006. Pupuk dan Teknologi Pemupukan Berbasis Hayati.Dari Cawan Petri ke Lahan Petani.Yayasan John Hi-Tech. Idetama. Jakarta.

Hardjowigeno, S. 1987. Genesis dan Klasifikasi Tanah. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian IPB: Bogor

Hakim, N., Nyakpa, Y., Lubis, A..M., Nuoho, S.G., Saul, M.R., Diha, M.A., Go Ban Hong, Baley, H.H. 1986. Dasar dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung:Bandar Lampung. 488 hal

Kuzyakov, Y., I. Subbotina, H. Chen, I. Bogomolova, X. Xu. 2009. Black carbon decomposition and incorporation into soil microbial biomass estimated by C-14labeling. Soil Biol. Biochem., 41, pp. 210–219.

Lehmann, J. J. Gaunt, and M. Rondon. 2006. Biochar soil Manegement on Highly Weathered Soils in the Humid Tropics. P: 571-530 in Biological Approaches tosustainable Soil Systems (Norman Uphoffet al Eds.). Tylor and Francis oup PO Box409267 Atlanta, GA 30384- 9267.

Lehmann, J., M.C. Rillig, J. Thies, C.A. Masiello, W.C. Hockaday dan D. Crowley. 2011. Biochar effects on soil biota: A review. Soil Biol. Biochem. 43:1812–1836. doi:10.1016/j.soilbio. Diakses tanggal 22 April 2011.

Maghdalena, M &D. Widiastuti. 2016. Analisis Manfaat Biaya Biochar di Lahan Pertanian untuk Meningkatkan Pendapatan Petani di Kabupaten Merauke. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan. 13: 135-143.

Nurida, N. L. 2014. Potensi Pemanfaatan Biochar untuk Rehabilitasi Lahan Kering di Indonesia. Sumberdaya Lahan, 8(3): 57-68.

Nuryani dkk. 2003. Sifat Kimia Entisol Pada Sistem Pertanian Organik. Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2, 2003 : 63-69.

Sutono dan N.L. Nurida. 2012. Kemampuan biochar memegang air pada tanah bertekstur pasir. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kelaman: Buana Sains. Tribhuana Press.Vol 12:No. 1. Hal: 45-52.

Sutanto, R. 2005. Dasar – dasar Ilmu Tanah Konsep dan Kenyataan. Kanisius: Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i4.28017

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id