Analisis Spasial Tutupan Lahan Kabupaten Aceh Selatan

Muhammad Amin, Agung Sanjaya, Muhammad Rusdi

Abstract


Abstrak. Hutan memiliki peranan vital di berbagai sektor kehidupan manusia, baik dari ekonomi, sosial, budaya dan sisi lainnya. Fungsi hutan di Indonesia secara garis besar adalah menjadi menjadi Fungsi Produksi, Konservasi dan Lindung. Dampak dari pengurangan tutupan hutan di Aceh Selatan dewasa ini sangat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kondisi Kabupaten Aceh Selatan itu sendiri, terbukti dengan banyaknya bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang yang sering terjadi di Kabupaten Aceh Selatan. Metode dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pada pendekatan kuantitatif digunakan hybrid antara klasifikasi terbimbing. Klasifikasi terbimbing adalah klasifikasi yang dilakukan dengan arahan analis (supervised) dengan metode Maximum Likehood Clasification (MLC), dimana kriteria pengelompokkan kelas ditetapkan berdasarkan penciri kelas (class signature) yang diperoleh melalui pembuatan area contoh (training area). Pada tahun 2013 tutupan lahan di Kabupaten Aceh Selatan didominasi oleh kelas tutupan lahan Hutan dengan luasan 264.227,70 ha dengan presentase (63,14%) dan Hutan Rawa Gambut dengan luasan 84.943,56 ha dengan persentase (20,30%). Sedangkan pada tahun 2022 didominasi oleh kelas tutupan lahan Hutan 255.549,66 ha dengan persentase (61,07%) dan Hutan Rawa Gambut 72.321,07 ha atau (17,28%) dari luas total Kabupaten Aceh Selatan.

Spatial Analysis of Land Cover Change in South Aceh District

Abstract. Forests have a vital role in various sectors of human life, both from the economic, social, cultural and other sides. The function of forests in Indonesia in general is to become a production, conservation and protection function. The impact of reducing forest cover in South Aceh today has a significant impact on the condition of South Aceh District itself, as evidenced by the many natural disasters such as landslides and flash floods that often occur in South Aceh District. The method in this study was carried out with a quantitative and qualitative approach. In the quantitative approach, a hybrid of guided classification is used. Supervised classification is a classification carried out under the direction of an analyst (supervised) using the Maximum Likelihood Classification (MLC) method, in which class grouping criteria are determined based on class signatures obtained through the creation of sample areas (training areas). In 2013 the land cover in South Aceh District was dominated by the Forest land cover class with an area of  264.227,70  ha with a percentage (63.14%) and Peat Swamp Forest with an area of 84.943,56 ha with a percentage (20.30%). Whereas in 2022 it will be dominated by the Forest land cover class of 255.549,66 ha with a percentage of (61,07%) and Peat Swamp Forest of 72.321,07 ha or (17,28%) of the total area of South Aceh District.


Keywords


Hutan; Tutupan lahan; Deforestasi; Kabupaten Aceh Selatan; Forest; Land cover; Deforestation; South Aceh District

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh. (2022). Jumlah Penduduk Kabupaten Aceh Selatan. Https://Aceh.Bps.Go.Id/. https://aceh.bps.go.id/indicator/12/55/1/jumlah-penduduk.html

Pahleviannur, M. R. 2019. Pemanfaatan Informasi Geospasial Melalui Interpretasi Citra Digital Penginderaan Jauh untuk Monitoring Perubahan Penggunaan Lahan. JPIG (Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Geografi), 4(2), 18–26. https://doi.org/10.21067/jpig.v4i2.3267

Pramanta, R. F., Moulana, R., dan Rusdi, M. 2020. Klasifikasi Visual On Screen Citra Satelit untuk Pemetaan Pinus di Kecama tan Blangjerango. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 5(1), 615–622. https://doi.org/10.17969/jimfp.v5i1.13726

Sampurno, R., dan Thoriq, A. 2016. Klasifikasi Tutupan Lahan Menggunakan Citra Landsat 8 Operational Land Imager (Oli) Di Kabupaten Sumedang. Jurnal Teknotan, 10(2), 61–70. https://doi.org/10.24198/jt.vol10n2.9

Sari, C. P., Sbubiyanti, S., dan Awaluddin, M. 2014. Analisis Deforestasi Hutan Di Provinsi Jambi Menggunakan Metode Penginderaan Jauh ( Studi Kasus Kabupaten Muaro Jambi ). Jurnal Geodesi Undip Jurnal Geodesi Undip, 4(April), 13–27.

Support, I. F. dan C. 2014. (2014). Indonesia Forest and Climate Support. September.

Tawarnate, P., Moulana, R., dan Rusdi, M. (2020). Identifikasi Tutupan Lahan Menggunakan Citra Satelit di Kawasan Taman Buru Lingga Isaq, Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 5(1), 631–638. https://doi.org/10.17969/jimfp.v5i1.13752

Wulansari, H. (2017). Uji Akurasi Klasifikasi Penggunaan Lahan dengan Menggunakan Metode Defuzzifikasi Maximum Likelihood Berbasis Citra Alos Avnir-2. BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 3(1), 98. https://doi.org/10.31292/jb.v3i1.96




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i4.27979

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id