Respon Konsentrasi Giberelin dan Dosis Biochar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L)

Risma Ramadhanti, Ainun Marliah, Rita Hayati

Abstract


Abstrak. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini ialah untuk mengetahui respon konsentrasi giberelin dan dosis biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini berlangsung di Kebun Percobaan dan Laboratorium Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dari bulan Mei hingga Agustus 2021. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentasi giberelin yang terdiri dari 4 taraf yaitu : 0, 100, 200 serta 300 ppm. Sedangkan faktor kedua yaitu dosis biochar terdiri dari 3 taraf yaitu : 10, 20 serta 30 ton ha-1. Parameter yang diamati pada penelitian ini ialah tinggi tanaman umur 14, 21, 28 serta 35 HST, jumlah daun umur 14, 21, 28 serta 35 HST, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi, berat berangkasan basah, berat basah umbi per rumpun, berat kering per rumpun serta potensi hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi giberelin berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 35 HST dan berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi per rumpun. Pertumbuhan tanaman bawang merah lebih baik dijumpai pada tinggi tanaman perlakuan konsentrasi giberelin 0 ppm. Perlakuan dosis biochar tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Pertumbuhan tanaman bawang merah lebih baik dijumpai pada tinggi tanaman dan jumlah daun perlakuan dosis biochar 10 ton ha-1. Terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi giberelin dan dosis biochar terhadap diameter umbi. Kombinasi terbaik dijumpai pada perlakuan konsentrasi giberelin 0 ppm dengan dosis biochar 10 ton ha-1.

Gibberellin Concentration Response and Biochar Dose on the Growth and Yield of Shallot (Allium ascalonicum L.)

Abstract. The purpose of this study was to determine the response of gibberellin concentrations and biochar doses to the growth and yield of shallot plants. This research took place at the Experimental Garden and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University from May to August 2021. The research design used was a 4x3 factorial randomized block design (RBD) with 3 replications. The first factor was the gibberellin concentration which consisted of 4 levels: 0, 100, 200 and 300 ppm. While the second factor is the dose of biochar consisting of 3 levels, namely: 10, 20 and 30 tons ha-1. Parameters observed in this study were plant height at 14, 21, 28 and 35 HST, number of leaves at 14, 21, 28 and 35 HST, number of tubers per clump, tuber diameter, fresh weight of tubers per clump, dry weight per clump and yield potential. The results of this study indicated that the concentration of gibberellins had a very significant effect on plant height at 35 HST and had a significant effect on the number of tubers per hill. Better shallot plant growth was found at plant height treated with gibberellin concentrations of 0 ppm. The treatment of biochar doses did not significantly affect all observed parameters. Better shallot plant growth was found in plant height and number of leaves treated with 10 tons ha of biochar-1. There was a significant interaction between gibberellins concentration and biochar dosage on tuber diameter. The best combination was found in the treatment of 0 ppm gibberellins with a dose of 10 tons ha of biochar-1.



Keywords


Bawang Merah, Dosis Biochar, Konsentrasi Giberelin ; Biochar Dosage, Concentration of Gibberellin, Shallots

Full Text:

PDF

References


Akmal, Saipul dan Simanjutak, B. H. 2019. Pengaruh Pemberian Biochar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pakchoy (Brassica rapa Subsp. chinensis). AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian, 7(2), pp.168-174.

Atkinson, C.J., Fitzgerald, J.D. and Hipps, N.A. 2010. Potential Mechanisms for Achieving Agricultural Benefits From Biochar Application to Temperate Soils: a review. Journalof Plant Soil, 337, pp.1-18.

Deden dan umi, T. 2018. Pengaruh Giberelin GA3 dan Urin Kelinci terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Agro Sintesa, 1(1), pp.18-29.

Elshyana, I.S., Lukiwati, D.R. dan Karno. 2019. Respon Pertumbuhan True Shallot Seed Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium cepa L.) terhadap Aplikasi Giberelin. Agro Complex, 3(3), pp.114-123.

Gani, A. 2009. Potensi Arang Hayati “Biochar” Sebagai Komponen Teknologi Perbaikan Produktivitas Lahan Pertanian. Iptek Tanaman Pangan, 4(1), pp.33-48.

Katrin, N. Nurbaiti dan Murniati. 2021. Pengaruh Pemberian Giberelin dan Pupuk Kalium terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Dinamika Pertanian, 37(1), pp.37-46.

Luta, D.A., Siregar, M., Sabrina, T. dan Harahap, F.S. 2020. Peran Aplikasi Pembenah Tanah Terhadap Sifat Kimia Tanah Pada Tanaman Bawang Merah. Tanah dan Sumberdaya Lahan, 7(1), pp.121-125.

Pakpahan, T.E., Hidayatullah, T. dan Mardiana, E. 2020. Aplikasi Biochar dan Pupuk Kandang terhadap Budidaya Bawang Merah di Tanah Inceptisol Kebun Percobaan Politeknik Pembangunan Pertanian Medan. Agrica Ekstensia, 14(1), pp.49-53.

Pramukyana, L., N. Kendarini dan Respatijarti. 2016. Respon Pemberian Konsentrasi GA3 terhadap Pembungaan Dua Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Produksi Tanaman, 6(7), pp.1433-1441.

Prasetyo, M., D, Herru. dan S, Nijen. 2014. Pengaruh Kombinasi Bahan Baku Dan Dosis Biochar Terhadap Perubahan Sifat Fisika Tanah Pasiran Pada Tanaman Jagung (Zea mays L.). Universitas Negeri Jember, Jember.

Purba, J. H., P. Suwardike dan I. G. Suwarjata. 2019. Pengaruh Konsentrasi Giberelin dan Jumlah Buah terhadap Pertumbuhan dan Hasil Melon (Cucumis melo Linn.). Agro Bali (Agricultural Journal), 2(1), pp.8-20.

Ramadan, V.R., Kendarini, N. dan Sumeru, A. 2016. Kajian Pemberian Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan Stek Tanaman Buah Naga (Hylocereus costaricensis). Produksi Tanaman, 4(3), pp.180-185.

Rukmana, R. 1994. Bawang Merah: Budidaya dan Pengolahan Pasca Panen. Yogyakarta, Kanisius.

Samadi, B dan bambang, C. 2005. Bawang Merah: Intensifikasi Usaha Tani. Yogyakarta, Kanisius.

Salisbury, F. B. dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan (terjemahan D.R. Lukman dan Sumaryono. Bandung, ITB.

Sumarni, N., Gunaeni, N. dan Putrasamedja, S. 2016. Pengaruh Varietas dan Cara Aplikasi GA3 Terhadap Pembungaan dan Hasil Biji Bawang Merah di Dataran Tinggi Sulawesi Selatan. Hortikultura, 23(2), pp.153.

Tambunan, S., S. Bambang dan H. Eko. 2014. Pengaruh Aplikasi Bahan Organik Segar dan Biochar terhadap Ketersedian P dalam Tanah di Lahan Kering Malang Selatan. Tanah dan Sumberdaya Lahan, 1(1), pp.89-98.

Taufik, N. 2018. Produksi Tomat dengan Aplikasi Berbagai Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Giberelin. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Ulya., P.D., Slamet, W. dan Karno. 2020. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Keriting (Capsicum annum L.) Pada Konsentrasi dan Lama Perendaman Giberelin Yang Berbeda. Agro Complex, 4(1), pp.23-31.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i4.27974

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id