Pemanfaatan Pupuk Eco Farming Dan Pupuk Kandang Sebagai Amelioran Terhadap Sifat Kimia Tanah Sawah

Nabila Safira, Hifnalisa Hifnalisa, Yadi Jufri

Abstract


Abstrak. Permasalah tanah sawah adalah bagaimana meningkatkan kesuburan tanah sawah dengan pemberian masukan pembenah tanah sehingga akan meningkatkan produksi padi dengan perbaikan sifat kimia tanah sawah. Banyak cara dapat dilakukan  dalam memperbaiki sifat kimia tanah salah satunya adalah dengan pemberian mikrobia aktifator dalam proses dekomposisi bahan organik tanah yang akan memperbaiki sifat kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari kombinasi aktivator Mikrobia Eco Farming dengan pupuk kandang sebagai amelioran terhadap memperbaiki sifat kimia tanah sawah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter sifat kimia tanah yang diamati meliputi pH tanah, C-Organik, N-Total, dan P-Tersedia. sedangkan untuk pengolahan dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam adalah dan jika terdapat perbedaan nayat maka akan dilanjutkan dengan analisis BNJ 5 %. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kombinasi pemberian pupuk eco farming dan pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap sifat kimia tanah yang meliputi pH tanah, C-Organik, N-Total, dan P-Tersedia tanah namun kombinasi pemberian tersebut  menunjukan perbaikan peningkatan yang positif dari sifat kimia tanah sawah  yang diamati. Hasil penelitian dari  kombinasi perlakuan antara  pupuk eco farming dan pupuk kandang yaitu peningkatan pH tanah diperoleh  pada perlakuan P5 yaitu kombinasi perlakuan pemberian Eco farming 10 ml + pukan 112,5 g/ember dengan nilai pH 6,41. Untuk peningkatan C organik juga diperoleh pada perlakuan P5 dengan nilai sebesar 0,65%.  Selanjtnya untuk parameter N total diperoleh pada perlakuan P0 yaitu sebesar 0,23 % sedangkan peningkatan nilai P tersedia diperoleh pada perlakuan P3 yaitu kombinasi perlakuan eco farming 30 ml + pukan 37,5 g/ember) dengan nilai sebesar 4,60 mg kg-1. Kesimpulannya bahwa kombinasi perlakuan antara eco farming dan pupuk kendang akan mempengaruhisifat kimia tanah sawah yaitu peningkatan  terhadap pH tanag, C organi tanah, N total dan juga P tersedia sifat kimia tanah sawah walaupun belum menunjukkan perubahan yang signifikan

Use of eco farming fertilizer and manure as an ameliorant on the chemical properties of paddy soil

Abstract. The problem of paddy fields is how to increase the fertility of paddy fields by providing soil amendment inputs so that it will increase rice production by improving the chemical properties of paddy soils. There are many ways to improve the chemical properties of the soil, one of which is by providing microbial activators in the process of decomposition of soil organic matter which will improve the chemical properties of the soil. This research aims to see the effect of the combination of Eco Farming Microbial activator with manure as an ameliorant on improving the chemical properties of paddy soil. This research used a non-factorial Randomized Group Design (RAK) method consisting of 6 treatments and 3 replications. The soil chemical properties parameters observed include soil pH, C-Organic, N-Total, and P-Available. Meanwhile, processing using Variety Print Analysis is and if there are differences in blood, then it will be continued with 5% BNJ analysis. Based on the results of the analysis of variance that has been carried out, it shows that the combination of applying eco farming fertilizer and manure does not have a significant effect on the chemical properties of the soil which include soil pH, C-Organic, N-Total, and P-Available soil, but the combination of giving shows improvements in increasing positive results from the chemical properties of the paddy soil observed. The research results from the combination of treatment between eco farming fertilizer and manure, namely increasing soil pH, were obtained in treatment P5, namely the combination treatment of giving 10 ml Eco farming + 112.5 g manure/bucket with a pH value of 6.41. An increase in organic C was also obtained in treatment P5 with a value of 0.65%. Furthermore, the total N parameter obtained in treatment P0 was 0.23%, while the increase in available P value was obtained in treatment P3, namely a combination of 30 ml eco farming treatment + 37.5 g manure/bucket) with a value of 4.60 mg kg-1. The conclusion is that the combination of treatment between eco farming and drum fertilizer will affect the chemical properties of paddy soil, namely increasing soil pH, soil organic C, total N and also available P, the chemical properties of paddy soil, although it has not shown significant changes.


Keywords


Ecofarming; pupuk kendang; sifat kimia tanah sawah; Ecofarming; drum fertilizer; chemical properties of paddy soil

Full Text:

PDF

References


Agus, F., dan Irawan. 2004. Alih Guna dan Aspek Lingkungan Lahan Sawah dalam Tanah Sawah dan Teknologi Pengelolaannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Badan Litbang Pertanian. Bogor.

Budianta, D. 2013. Pengelolaan Kesuburan Tanah Mendukung Pelestarian Sumberdaya Lahan dan Lingkungan. Cetakan Pertama . Unsri Press. Palembang.

Fikdalilah, M. Basir dan I. Wahyudi. 2016. Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi Terhadap Serapan Fosfor dan Hasil Tanaman Sawi Putih (Brassica Pekinensis) Pada Entisols Sidera. E-J Agrotekbis. 4 (5). Pp : 491-499

Halasan, A., Hasanudin dan Riwandi. 2018. Perubahan Sifat Kimia Tanah dan Hasil Jagung Pada Inseptisol dengan Pemberian Kompos. Jipi. 20(2). Pp: 33-39.

Leiwakabessy, F.M. 2004. Kesuburan Tanah. Departemen Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian. Bogor.

Ma’munir, H. 2020. Eco Farming Pupuk Organik Super Aktif. Ecodia Publishing. Bandung.

Martin, S. T., dan C.C.G. 2015. Enhancing Soil Suppressiveness Using Compost and Compost Tea. In: M.K. Meghvansi, A. Varma (eds.), Organic Amendments and Soil Suppressiveness in Plant Disease Management, Soil Biology. Springer International Publishing. Switzerland.

Mukhlis, S dan H. Hanum. 2011. Kimia Tanah Teori dan Aplikasi. Usu Press. Medan.

Musa, L., Mukhlis., A. Rauf. 2006. Dasar Ilmu Tanah (Fundamentals of Soil Science). Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian. USU, Medan.

Noviansyah, N. F. 2015. Pengaruh Perbandingan Limbah Peternakan Sapi Perah dan Limbah Kubis (Brassica Oleracea) pada Vermicomposting Terhadap Biomassa Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) dan Biomassa. Students E-Journal 4(3). Pp : 1 – 9.

Novizan. 2005. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Pranata, A.S. 2010. Pupuk Organik Cair Aplikasi dan Manfaatnya. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Prasetyo, H.P., J.S. Adiningsih, K. Subagyono, dan R. D.M. Simanungkalit. 2004. Mineralogi, Kimia, Fisika, dan Biologi Lahan Sawah. dalam Tanah Sawah dan Teknologi Pengelolaannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Badan Litbang Pertanian.

Purwaningsih, S. 2004. Isolasi, Enumerasi, Dan Karakterisasi Bakteri Rhizobium Dari Tanah Kebun Biologi Wamena, Papua Bidang Mikrobiologi, Pusat Penelitian Biologi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bogor.

Rahmawati, E dan Welly H. 2016. Vermikompos Sampah Kebun dengan Menggunakan Cacing Tanah Eudrilus eugeneae dan Eisenia fetida. Jurnal Teknik ITS 5(1). Pp: 33-37.

Roidah dan I. Syamsu. 2013. Manfaat Penggunaan Pupuk Organik untuk Kesuburan Tanah. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo. 1(1). Pp:30–42.

Santoso, U., Y. Fenita dan W. G. Piliang. 2004. Penggunaan Ekstrak Daun Katuk sebagai Feed Additive untuk Memproduksi Meat Designer. Laporan Penelitian. Universitas Bengkulu. Bengkulu.

Sari, C. M., Karnilawati, K., dan Khairurrahmi, K. 2020. Analisis Kualitas Kompos dengan Perbedaan Jenis Limbah dan Lama Fermentasi. Jurnal Agroristek. 3(1). Pp: 21-27.

Setiawan, B. S. 2011. Membuat Pupuk Kandang Secara Cepat. Penebar Swadaya. Jakarta.

Setyorini. 2004. Teknologi Pengelolaan Hara Lahan Sawah Inensifikasi. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Bogor.

Singh, A. and B. Purohit. 2011. Evaluation of Global Physical Activity Question(GPAQ) Among Healthy and Obese Health Professionals in Central India. Baltic Journal of Health and Physical Activity. 1 (3). Pp: 34-43.

Subekti, H. F. D .2005. Pengaruh Jenis Pupuk kandang dan Konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea brasilliensis Muell. Arg). Klon IRR 39 Asal Stum Mata Tidur dipolybag. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang. Palembang.

Sucipta, N. K. S. P., Ni L. K., Ni N. S. 2015. Pengaruh Populasi Cacing Tanah dan Jenis Media Terhadap Kualitas Pupuk Organik. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropik 4(3). Pp: 213 – 223.

Sutejo, M. M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Penerbit. PT Rineka Cipta. Jakarta.

Suthar, S. and S. Gairola. 2014. Nutrient recovery from urban forest leaf litter waste solids using Eisenia fetida. Journal of Ecological Engineering 7(1) : 660 – 666.

YUNIWATI, E. N. Y. D. (2017) MANAJEMEN TANAH:(TEKNIK

PERBAIKAN KUALITAS TANAH). INTIMEDIA.

YUNIWATI, E. N. Y. D. (2017) MANAJEMEN TANAH:(TEKNIK

PERBAIKAN KUALITAS TANAH). INTIMEDIA.

Yuniwati, E. N. Y. D.2017. Manajemen Tanah (Teknik Perbaikan Kualitas Tanah). Intermedia. Jakarta.

Yuwono, T. 2006. Kecepatan Dekomposisi dan Kualitas Kompos Sampah Organik. Jurnal Inovasi Pertanian. 4 (2). Pp: 20-30.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i4.27924

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id