Identifikasi Komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dikelola oleh Masyarakat Sekitar Hutan di Kabupaten Aceh Singkil dan Subulussalam.

Yuni Syara Bancin, Dahlan Dahlan, Anna Farida

Abstract


Abstrak. Aceh Singkil dan Subulussalam merupakan dua Kabupaten di Provinsi Aceh yang berada di dataran rendah. Kedua Kabupaten tersebut memiliki kawasan hutan dan lahan pertanian yang cukup besar. Hal ini menjadi dasar pelaksanaan penelitian, semakin luas kawasan maka semakin banyak pula potensi yang ada di dalamnya baik hasil hutan maupun pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu yang dikelola oleh masyarakat hutan di Kabupaten Aceh Singkil dan Subulussalam. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara/tanya jawab secara langsung terhadap responden yang dipilih sebanyak 88 responden. Wawancara dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan/kuesioner mengenai hal-hal yang berhubungan dengan penelitian. Penentuan responden diambil dengan menggunakan metode purposive sampling yang dipilih berdasarkan pada letak kecamatan, desa penghasil HHBK di sekitar kawasan hutan. Data yang digunakan berasal dari data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari hasil wawancara dengan petani dan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Singkil dan Subulussalam. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 8 jenis HHBK yang dimanfaatkan masyarakat di Kabupaten Aceh Singkil adalah porang (Amorphophallus oncophyllus), rotan (Calamus rotang), aren (Arenga pinnata), raru (Cotylelobium melanoxylon), bambu betung (Dendrocalamus asper), babi hutan (Sus scrofa), gaharu (Aquilaria malaccensis), dan pohon kapur (Dryobalanops aromatica). Sementara itu, terdapat 10 jenis komoditas HHBK yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Kota Subulussalam yaitu rotan (Calamus rotang), pasak bumi (Eurycoma longifolia), lebah madu (Apis dorsata), kancil (Tragulus javanicus), pohon kapur (Dryobalanops aromatica), pohon damar (Agathis dammara), bambu betung (Dendrocalamus asper), babi hutan (Sus scrofa), burung puyuh (Coturnix japonica), dan pandan duri (Pandanus tectorius).

Identification of Non-Timber Forest Product Commodities (NTFPs) managed by Forest Surrounding Communities in Aceh Singkil and Subulussalam Districts.

Abstract. Aceh Singkil and Subulussalam are two districts in Aceh Province which are in the lowlands. Both districts have quite large areas of forest and agricultural land. This is the basis for conducting research, the wider the area, the more potential there is for both forest and agricultural products. This research aims to determine the types of Non-Timber Forest Product Commodities managed by forest communities in Aceh Singkil and Subulussalam Regencies. This research was conducted using a direct interview/question and answer method with 88 selected respondents. Interviews were conducted using a list of questions/questionnaires regarding matters related to research. Respondents were determined using a purposive sampling method which was selected based on the location of sub-districts, Non-timber forest products villages around the forest area. The data used comes from primary data and secondary data. Primary data comes from interviews with farmers and secondary data is obtained from related agencies. The location of this research was carried out in Aceh Singkil and Subulussalam Regencies. The results of this research show that there are 8 types of Non-timber forest products that are used by the community in Aceh Singkil Regency, namely porang (Amorphophallus oncophyllus), rattan (Calamus rotang), sugar palm (Arenga pinnata), raru (Cotylelobium melanoxylon), betung bamboo (Dendrocalamus asper), wild boar (Sus scrofa), aloes (Aquilaria malaccensis), and lime trees (Dryobalanops aromatica). Meanwhile, there are 10 types of Non-timber forest products commodities that are used by the people of Subulussalam City, namely rattan (Calamus rotang), pasak bumi (Eurycoma longifolia), honey bees (Apis dorsata), mouse deer (Tragulus javanicus), lime trees (Dryobalanops aromatica), trees resin (Agathis dammara), bamboo betung (Dendrocalamus asper), wild boar (Sus scrofa), quail (Coturnix japonica), and pandan thorn (Pandanus tectorius).


Keywords


Hasil Hutan Bukan Kayu; komoditas HHBK; pemanfaatan HHBK; porang; rotan

Full Text:

PDF

References


Arey, Awaludin., 2021. Strategi Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Bambu di Kawasan Hutan Desa Sanankerto dan Desa Dalisodo Kabupaten Malang. Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian : Universitas Muhammadiyah Malang.

Badan Pusat Statistik (BPS). “Kabupaten Aceh Singkil Dalam Angka 2022”. Katalog BPS 1102001.1102 diakses dari http://www.bps.go.id/, diakses pada tanggal 24 November 2022 pada jam 22.15 WIB.

Badan Pusat Statistik (BPS). “Kota Subulussalam Dalam Angka 2022”. Katalog BPS 1102001.1175 diakses dari http://www.bps.go.id/, diakses pada tanggal 24 November 2022 pada jam 22.30 WIB.

Diniyati, D., Achmad, B., 2015. Kontribusi Pendapatan Hasil Hutan Bukan Kayu Pada Usaha Hutan Rakyat Pola Agroforestri di Kabupaten Tasikmalaya. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry. Jurnal Ilmu Kehutanan: Ciamis.

Fransina, S., Latumahina., Cornelia, M, A., 2020. Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu Untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi di Kabupaten Seram Bagian Barat. Cv. Adanu Abimata : Indramayu Jawa Barat.

Peraturan Menteri Kehutanan Repubik Indonesia Nomor: P.21/Menhut-II/2009 Tentang Kriteria dan Indikator Penetapan Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu Unggulan.

Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia., 2007. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.35 / Menhut-II/2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu. Jakarta.

Raymond, M, M., 2022. Budaya Minum di Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. FKAI.

Suhesti, E., Hadinoto., Ikhwan, M., 2017. Strategi Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu Unggulan Di Kabupaten Kampar. Wahana Foresta: Jurnal Kehutanan Vol. 12, No. 1 : Pekan baru Riau.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i4.27870

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id