Evaluasi Kecernaan In Vitro Silase Rumput Odot yang Diinokulasi dengan Lactobacillus plantarum dan Kluyveromyces lactis sebagai Pakan Ruminansia

Nazlie Shalira Yusren, Asril Asril, Sitti Wajizah

Abstract


Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inokulum Lactobacillus plantarum dan Kluyveromyces lactis dan kombinasinya terhadap nilai pH, kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Penelitian ini berlangsung mulai bulan November 2022 sampai dengan Januari 2023, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat (4) perlakuan yaitu P0= Rumput odot tanpa penambahan inokulum, P1= Rumput odot + L. plantarum 1,5%, P2= Rumput odot + K. lactis 1,5 %, P3 : Rumput odot + L. plantarum 0,75 % dan K. lactis 0,75%, dengan masing-masing  empat (4) ulangan. Parameter yang diukur adalah pH rumen in vitro, kecernaan bahan kering (KcBK), dan kecernaan bahan organik (KcBO), dan data yang diperoleh diolah menggunakan analisis sidik ragam (Analysis of Variance/ANOVA). Hasil analisis ragam menunjukan bahwa penambahan Lactobacillus plantarum dan Kluyveromyces lactis pada proses ensilase rumput odot tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai pH (In vitro), nilai kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Rerata KcBK berkisar antara 46,37-48,77% dan rerata KcBO berkisar antara 42,63-44,80. Nilai perlakuan tidak berbeda nyata terhadap nilai kontrol, menunjukkan bahwa penambahan inokulum belum mampu memperbaiki tingkat kecernaan silase rumput odot secara in vitro, namun kecernaannya masih dapat dipertahankan.

In Vitro Digestibility Evaluation of Odot Grass Silage Inoculated with Lactobacillus plantarum and Kluyveromyces lactis as Ruminant Feed

Abstract. This study aims to determine the effect of Lactobacillus plantarum and Kluyveromyces lactis inoculum and their combination on pH values, dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD). This research took place from November 2022 to January 2023, using a completely randomized design (CRD) consisting of four (4) treatments, namely P0= Odot grass without adding inoculum, P1= Odot grass + L. plantarum 1.5%, P2 = Odot grass + K. lactis 1.5%, P3: Odot grass + L. plantarum 0.75% and K. lactis 0.75%, and four (4) replications respectively.  The parameters measured were in vitro rumen pH, dry matter digestibility (DMD), and organic matter digestibility (OMD), and the data obtained was further tested using analysis of variance (ANOVA). The results of the analysis of variance showed that the addition of Lactobacillus plantarum and Kluyveromyces lactis in the odot grass ensilage had no significant effect (P>0.05) on pH values (In vitro), Dry Matter Digestibility (DMD) and Organic Matter Digestibility (OMD). The mean DMD ranged between 46.37-48.77% and the mean OMD ranged from 42.63-44.80%. The addition of inoculum did not enhance the in vitro digestibility of odot grass silage compared to the control, but it can still be maintained.


Keywords


Lactobacillus plantarum, Kluyveromyces lactis, odot grass silage, in vitro, dry matter digestibility, organic matter digestibility;Lactobacillus plantarum, Kluyveromyces lactis, silase rumput odot, in vitro, Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik

Full Text:

PDF

References


Amatullah, D. A, Ilyas, G., Awaliya, E. N., Aldila, N.A., Hernaman, I., Ayuningsih, B., Tanuwiria, H., dan Hidayat, R., 2022. Fermentabilitas dan Kecernaan Pakan yang Mengandung Bungkil Kacang Tanah (in Vitro). Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran, 2(22), pp. 118-124.

Andriawan, R D,. Subagiyo I., dan Merjuki., 2016. Pengaruh Tingkat Pemberian Inokulum Lactobacillus plantarum Dalam Pembuatan Silase Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum) Terhadap Kandungan Nutrisi Dan Kecernaan In Vitro. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Astutik, A. S., Irsyammawati, A., dan Ndaru, P. H. 2019. Pengaruh silase rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) dengan penambahan bakteri Lactobacillus plantarum terhadap produksi gas dan kecernaan secara in vitro. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 2(1), pp.10-18.

Dhalika, T., Budiman, A. dan Tarmidi, A. R., 2021. Pengaruh Penambahan Molases Pada Proses Ensilase Terhadap Kualitas Silase Jerami Ubi Jalar (Ipomoea batatas). Jurnal Ilmu Ternak, 1(21), pp. 33-39.

Fathul, F dan S. Wajizah, 2010. Penambahan Mn dan Cu dalam ransum Terhadap Aktivitas Biofermentasi Rumen Domba secara In Vitro. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 15 (1) : pp.9-15

Hippen, A. R., D. J. Schingoethe, K. F. Kalscheur, P. L. Linke, D. R. Rennich, M. M. Abdelqader and I. Yoon. 2010. Saccharomyces cerevisiae fermentation product in dairy cow diets containing dried distillers grains plus solubles. J. Dairy Sci. 93: pp. 2661-2669..

Kitamoto, H. K., S. Ohmomo, and T. Nakahara. 1993. Selection of killer yeasts (Kluyveromyces lactis) to prevent aerobic deterioration in silage making. J. Dairy Sci. 76, pp. 803–811.

Li, M, Zi X, Zhou H, Lv R, Tang J, and Cai Y., 2019. Silage fermentation and ruminal degradation of cassava foliage prepared with microbial additive. AMD Expess, 9(1), pp. 1-6

Mugiawati, R.E. 2013. Kadar air dan pH silase rumput gajah pada hari ke -21 dengan penambahan jenis aditif dan bakteri asam laktat. Jurnal Ternak Ilmiah. 1 (1): pp.201 -207

Naif, R., Nahak, O. R., dan Dethan, A. A. 2016. Kualitas nutrisi silase rumput gajah (pennisetum purpureum) yang diberi dedak padi & jagung giling dengan level berbeda. JAS, 1(1), pp.6–8.

Patty, C. W. 1996. Pengaruh Aras Pemupukan Nitrogen Pada King Grass Terhadap Kecernaan Nutrien, Parameter Fermentasi Rumen, Sintesis N Mikroba dan Neraca N Pada Sapi Perah. Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Saputra, I K. T. A., A. A. A. S. Trisnadewi, dan I G. L. O. Cakra., 2019. Kecernaan In Vitro dan Produk Fermentasi dari Silase Jerami Padi yang Dibuat dengan Penambahan Cairan Rumen. Jurnal Peternakan Tropika, 2(7), pp.647-660

Sudirman. 2013. Evaluasi Pakan Tropis, dari Konsep ke Aplikasi ( Metoda In Vitro Feses). Pustaka Reka Cipta, Bandung

Tilley, J.M.A. and R.A.Terry. 1963. A two-stage technique for the in vitro digestion of forage crops. Grass and Forage Sci

Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo. 2005. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

Usman, Y. 2013. Pemberian pakan serat sisa tanaman pertanian (jerami kacang tanah, jerami jagung, puscuk tebu) terhadap evolusi pH, N-NH3, dan VFA di dalam rumen sapi. J. Agripet. 13 (2): pp.53-58.

Widodo., F. Wahyono dan Sutrisno. 2012. Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik, Produksi VFA dan NH3 Pakan Komplit Dengan Level Jerami Padi Berbeda Secara In Vitro. Animal Agricultural Journal, 1(1), pp. 215-230.

Yasin, M., Malik, M. ., dan Nazir, M. 2003. Effect of different spatial arrangements on forage yield, yield components & quality of mott elepHantgrass. Journal of Agronomy, 2(1), pp.52–58

Zakariah M, A., R. Utomo dan Z. Bachruddin. 2016. Pengaruh Inokulasi Lactobacillus plantarum dan Saccharomyces cerevisiae Terhadap Fermentasi dan Kecernaan In Vitro Silase Kulit Buah Kakao. Buletin Peternakan. 40(2): pp.124-132




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i4.27804

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id