Karakteristik Pengeringan Buah Pinang Belah ( Areca Catechu L) Menggunakan Pengeringan Surya ERK (GHE) Solar Dryer

Wahyudin Wahyudin, Ramayanty Bulan, Andriani Lubis, Mustaqimah Mustaqimah

Abstract


Abstrak. Buah pinang (Areca catechu L) memiliki nilai potensi dan nilai ekonomi yang lumayan tinggi sehingga sangat cocok sebagai peluang kegiatan ekspor yang pastinya diminati pasar internasional. Pada umumnya petani biasanya akan mengeringkan buah pinang dengan cara tradisional atau dengan metode manual yaitu dengan menebarkan terpal dan meletakkan bahan yang akan dikeringkan di atas terpal. Pengeringan jenis ini menggunakan sinar matahari sebagai elemen utama dalam proses pengeringan. Cara ini banyak digunakan petani karena alat dan bahan yang disediakan murah dan mudah sehingga tidak membutuhkan biaya yang relatif tinggi. Pada pengujian ini menggunakan alat pengering ERK solar dryer yaitu salah satu teknologi pengering yang digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan sinar matahari dalam proses pengeringan, dengan mengkonversi sinar matahari menjadi energi panas yang dilakukan menggunakan suatu alat pengumpul/kolektor panas. Adapun buah pinang yang diuji yaitu buah pinang hijau, pinang orange dan pinang coklat. Buah pinang akan dibagi menjadi 6 rak, 3 rak pengeringan konvensional dan 3 alat pengering ERK akan dikeringkan selama 27 jam pengujian Hasil penelitian diperoleh suhu didalam ruang pengering dominan lebih tinggi dibandingkan suhu lingkungan. Dalam hal ini menunjukan bahwa alat pengering ERK solar dryer ini dapat menyimpan panas. Suhu ruang pengering mencapai 74°c dan nilai iradiasi matahari yang didapat berfluktasi, dengan nilai iradiasi matahari tertinggi yaitu mencapai 891 W/m². Penurunan massa kadar air pada setiap jenis pinangnya sangat berbeda dimana pinang dengan jenis hijau yang paling muda sangat turun drastis karena kandungan air yang masih sangat banyak yang airnya masih banyak terikat dan juga jenis pinang ini sangat cepat kering mencapai 10-15 %, pada jenis pinang orange penurunan massa yang terjadi stabil ini dikarenakan kandungan air yang terikat tidak banyak, pada jenis pinang coklat penurunan kadar air sangat rendah karena ini merupakan jenis pinang tua yang tingkat kandungan air terikat paling rendah.

Drying of split areca nut (areca cathechu l) fruit using ERK (GHE) solar dryer

Abstract. Areca nut (Areca catechu L) has quite high potential and economic value so it is very suitable as an export activity opportunity which is certainly in demand by the international market. In general, farmers usually dry betel nuts using the traditional method or manual method, namely by spreading a tarpaulin and placing the material to be dried on the tarpaulin. This type of drying uses sunlight as the main element in the drying process. This method is widely used by farmers because the tools and materials provided are cheap and easy so they do not require relatively high costs. In this test, the ERK solar dryer was used, which is one of the drying technologies used to optimize the use of sunlight in the drying process, by converting sunlight into heat energy using a heat collector. The areca nuts tested were green areca nut, orange areca nut and brown betel nut. The betel nuts will be divided into 6 racks, 3 conventional drying racks and 3 ERK dryers will be dried for 27 hours of testing. The research results showed that the temperature in the drying room was predominantly higher than the ambient temperature. In this case, it shows that the ERK solar dryer can store heat. The drying room temperature reached 74°c and the solar irradiation value obtained fluctuated, with the highest solar irradiation value reaching 891 W/m². The decrease in the mass of water content in each type of areca nut is very different, where the youngest green type of areca nut decreases drastically because the water content is still very large, the water is still tied up and also this type of areca nut dries very quickly, reaching 10-15%, in the areca nut type. orange, the decrease in mass that occurs is stable because the bound water content is not much, in the brown type of areca nut the decrease in water content is very low because this is an old type of areca nut with the lowest level of bound water content.

 


Keywords


Pengeringan, Pinang, Kadar Air, Drayer, Areca Nut, Moisture Content

Full Text:

PDF

References


Abasi, S., Saeid, M., dan M. H. Khoshtaghaza. (2016). Performance of a recirculating dryer

equipped with a desiccant wheel. 34(8): 863-870.

Adawyah, R. (2014). Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Sinar Grafika Offset. Jakarta.

Adhuri, I. K., Kristina, T. N., & Antari, A. L., (2018), Perbedaan Potensi Antibakteri Bawang

Putih Tunggal Dengan Bawang Putih Majemuk Terhadap Salmonella Typhi, Jurnal

Kedokteran Diponegoro, Volume 7, NOmor 2, 415–423.

Agusta, A. (2001). Awas bahaya tumbuhan obat. Laboratorium Fitokimia, Puslitbang

Biologi-LIPI, Bogor.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1989). Material Medika Indonesia jilid keenam.

Direktorat jendral pengawasan oabt dan makanan, jakarta

Estiasih, T., & Ahmadi, K. (2009). Teknologi Pengolahan Pangan. Bumi Aksara. Jakarta.

Transient”, Jurnal Teknik Mesin, Universitas Kristen Petra Jakarta.

Handoyono, T, and Morita, N. (2006). Structural and functional properties of Fermented

Soybean (tempeh) by using Rzizopuis Oligosporus. Int J food prop 9(2) : 375-355

Harahap, B. (2013). Pengaruh jumlah sudu terhadap unjuk kerja turbin savonius tipe L. Jurnal

mahasiswa mesin FT-UB, volume II, No. 78.24. VII.360.

Hariyadi, T. (2018). Pengaruh suhu operasi terhadap penentuan karakteristik pengeringan

busa sari buah tomat menggunakan tray dryer. Jurnal Rekayasa Proses. 12(2) : 104-

Hasibuan, R. (2005). Proses Pengeringan, Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik

Universitas Sumatra Utara

Ilmi, R. (2022). Karakteristik Pengeringan Pisang Kepok ( musa paradisiaca) Berdasarkan

Bentuk Irisan Pada Pengeringan Surya Efek Rumah Kaca (ERK). Jurnal Teknik

Pertanian Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Kristina, M. (2018). Alat Pengatur Kelembaban Tanah secara Otomatis Berbasis

Mikrokontroler Atmega8535.

Mahardika, A. (2019). Kajian Keseragaman Pengeringan Biji Pinang (areca catechu)

Menggunakan alat Pengering Tipe Hohenheim. Jurnal Fakultas Pertanian Universitas

Syiah Kuala. Banda aceh.

Noviati, A. (2002). Fermentasi Bahan Pakan Limbah Industri Pertanian dengan Menggunakan

T. Harzianum. Skripsi. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fapet IPB, Bogor.

Risman, H, kiman, S, dan Diswandi, N. (2017). Modifikasi dan Uji kinerja alat pengering

energi surya hibrid tipe rak untuk Pengeringan ikan teri. Jurnal rona Teknik Pertanian,

Banda Aceh.

Rohman, A. Riyanto, S. Dahliyanti, R. dan Pratomo, D. (2009). Penangkapan Radikal 2,2-

Difenil-1-Pikrilhidrazil oleh Ekstrak Buah Psidium Guajava. L dan Averrhoa.

Carambola L. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. 7 (1) : 1-5.

Rosidin dan Cushman, Benoit, (2007). Wind Energy system .bandung.

Soelaiman, (2006). Pengaruh bentuk sudu terhadap unjuk kerja turbin angin savonius,

Majalah Ilmiah STTR, Cepu.

Subroto, M.A. (2006). ParaLaskar Formalin. Majalah Trubus. Nomer 435: 78- 79. Semarang.

Taib. G., Said. G., dan Wiraaatmadja, S. (1987). Operasi Pengeringan Ubi Kayu Tipe Rak

Dengan Memanfaatkan Energi Surya. Prosiding Seminar Nasional, 3(1), 49-54.

Taufiq, M. (2004). Pengaruh Temperatur Terhadap Laju Pengeringan jagung Pada

Pengeringan Konvensioanl dan Fluiddizel Bed. Fakultas Teknik. Universitas Sebelas

Maret. Surakarta

Yadav , dan Prakash. (2016). Dental Caries: A Review. Asian Journal Of Biomedical and

pharmaceutical Sciences, 6(53). 1-7. Semarang.

Winarno, F. G. (1997). Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Widayana, Gede. (2012). Percobaan Pendahuluan Pemanfaatan Energi Surya. JPTK,

UNDIKSHA, VOL. 9, Nol. 1, januari 2012: 37-46. Universitas Pendidikan ganesha,

Bali.

Zainuddin, Dahnil. (1990), Solar teknik 1 & 2, Universitas Andalas, padang




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i4.27773

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id