Nilai Ekonomi Objek Wisata Alam Iboih dengan Menggunakan Travel Cost Method di Kecamatan Sukamakmue Kota Sabang

Muhammad Hasnan, Akhmad Baihaqi, Tuti Arlita

Abstract


Kehutanan dapat menjadi penghasil devisa terbesar kedua setelah minyak bumi. Kehutanan secara potensial dapat menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia. Kontribusi devisa negara ini selain berasal dari hasil produk kayu, juga datang dari hasil hutan bukan kayu, industri kayu, dan ekowisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengunjung dan mengestimasi nilai ekonomi dari Objek Wisata Alam Iboih di Kecamatan Sukamakmue Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan metode survei dan melakukan wawancara langsung serta membagikan kuesioner. Kemudian data tersebut dianalisis dengan memanfaatkan metode pendekatan biaya perjalanan (Travel Cost Method). Metode pengambilan sampel yang diterapkan dalam penelitian ini adalah teknik accidental sampling. Pantai Iboih dan Pantai Teupin Layeu di Kota Sabang adalah destinasi wisata yang paling diminati dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan, baik wisatawan dalam negri maupun wisatawan luar negeri. Karakteristik pantai yang memiliki pasir dan batu, serta air yang cerah dan jernih, memiliki daya tarik yang khusus bagi para pengunjung wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ekonomi yang dihasilkan dari Objek Wisata Alam Iboih berdasarkan metode biaya perjalanan adalah sebesar Rp35.478.892.308/tahun dengan rata-rata per orangnya adalah sebesar Rp3.225.354/jiwa. Dalam penelitian ini, akumulasi biaya perjalanan berasal dari empat kategori biaya, yakni biaya transportasi, biaya makanan, biaya penginapan, dan biaya tambahan seperti tiket masuk, uang parker dan pembelian suvenir

Keywords


Nilai Ekonomi, Ekowisata, Iboih, Travel Cost Method

Full Text:

PDF

References


Adharani, Y. et al., 2020. Penerapan Konsep Ekowisata di Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut Dalam Rangka Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 7(1), pp.179–186.

Adhiyaksa, M. and Sukmawatia, A.M., 2021. Dampak Wisata Bahari bagi Kondisi Ekonomi Masyarakat Desa Kolorai, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai. Journal of Urban and Regional Planning, 2(2), pp.7–18.

Aswita, D. and Andalia, N., 2016. Ekowisata Bahari di Pantai Teupin Layeu Iboih dan Keterlibatan Masyarakat dalam Pengelolaan Serta Pengembangannya. Jurnal Penelitian Humaniora, 21(2), pp.92–98.

Buaton, K.W.S. and Purwadio, H., 2015. Kriteria Pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba Parapat Sumatera Utara. Jurnal Teknik ITS, 4(1), pp.C1–C5.

Effendi, A., Bakri, S. and Rusita, 2015. Nilai Ekonomi Jasa Wisata Pulau Tangkil Provinsi Lampung Dengan Pendekatan Metode Biaya Perjalanan. Jurnal Sylva Lestari, 3(3), pp.71–84.

Fauzi, R., 2013. Valuasi Ekonomi Taman Nasional Kelimutu Melalui Pendekatan Nilai Ekonomi Wisata. Tesis Universitas Indonesia.

Faza, H. and Ariantie, F., 2019. Analisis Permintaan Objek Wisata Hutan Tinjomoyo Kota Semarang. Diponegoro Journal of Economics, [online] 1(1), pp.146–157. Available at: .

Haryanto, J.T., 2014. Model Pengembangan Ekowisata dalam Mendukung Kemandirian Ekonomi Daerah Studi Kasus Provinsi DIY. Jurnal Kawistara, 4(3), pp.271–286.

Ingkadijaya, R. et al., 2016. Aktivitas Wisata Pilihan Keluarga Perkotaan. Jurnal Khasanah Ilmu, 7(1), pp.39–44.

Isnan, W., 2016. Karakteristik dan Preferensi Pengunjung Wisata Alam Bantimurung. Jurnal Info Teknis EBONI, [online] 13(1), pp.69–78. Available at: .

Lestari, O.F., 2017. Analisis Nilai Ekonomi Objek Wisata Air Terjun Tanjung Belit di Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar Dengan Pendekatan Metode Biaya Perjalanan. JOM Fekon, 4(1), pp.533–547.

Mutia, L., M.Muslih, A. and Basri, H., 2023. Nilai Ekonomi Objek Wisata Alam di Air Terjun Suhom Desa Tunong Krueng Kala , Kecamatan Lhoong , Kabupaten Aceh Besar dengan Metode Biaya Perjalanan ( The economic value of natural attractions in the Suhom Waterfall , Tunong Krueng Kala Village , Lhoong S. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 8(1), pp.549–558.

Panjaitan, T., Saputra, S.W. and Rudiyanti, S., 2019. Valuasi Ekonomi Objek Wisata Pantai Wediombo Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta dengan Pendekatan Travel Cost. Journal of Maquares, 8(3), pp.203–210.

Premono, B.T. and Kunarso, A., 2009. Valuasi Ekonomi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang (Economic Valuation on Punti Kayu Recreation Park Palembang). Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, VII(1), pp.13–23.

Primyastanto, M., 2019. Analisa Valuasi Ekonomi Ekowisata Manggrove di Pantai Mayangan Selat Madura. Journal of Fisheries and Marine Research, 3(2), pp.216–226.

Sapitri, A., Arlita, T. and Baihaqi, A., 2023. Nilai Ekonomi Hutan Wisata Alam Bur Telege dengan Menggunakan Travel Cost Method di Kawasan Hutan Bur Telege, Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 8(10), pp.549–558.

Saptutyningsih, E. and Ningrum, C.M., 2017. Estimasi Nilai Ekonomi Objek Wisata Pantai Goa Cemara Kabupaten Bantul Pendekatan Travel Cost Method. Jurnal Balance Universitas Muhammadiyah, Yogyakarta, XIV(2), pp.56–70.

Sero, A., 2012. Model Pengembangan Pariwisata Bahari Berbasis Masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara. Jurnal Nasional Pariwisata, Vol. 4, Nomor 1, April 2012, 4, p.(72-84).

Sobari, M.P., Fauzi, A. and Iqbal, M., 2006. Analisis Nilai Ekonomi Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh di Kota Sabang. Jurnal Mangrove Pesisir, 6(3), pp.19–31.

Sulistiyono, N. 2007. Pengantar Ekoturisme. Editor Buku Oding Affandi. Buku Panduan Praktik Pengenalan dan Pengelolaan Hutan. Departemen Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Medan.

Suparmoko. 1999. Metode Penelitian Praktis. BRFE. Yogyakarta.

Tambunan, E., Latifah, S. and Patana, P., 2012. Analisis Nilai Ekonomi Obyek Wisata Alam di Kabupaten Samosir , Provinsi Sumatera Utara ( Studi Kasus Pemandian Air Panas di Kelurahan Siogung-ogung , Kecamatan Pangururan ) The Analisis of Economic Value of Ecotourism Object in Samosir Regency , North Su. pp.80–84.

Zulpikar, F. et al., 2017. Valuasi Ekonomi Objek Wisata Berbasis Jasa Lingkungan Menggunakan Metode Biaya Perjalanan di Pantai Batu Karas Kabupaten Pangandaran. Journal of Regional and Rural Development Planning, 1(1), pp.53–63. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2017.1.1.53-63.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i4.27744

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id