Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan Multi Purpose Tree Species (MPTS) di Desa Gumpang Lempuh Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues

Siska Yanti, Astri Winda Siregar, Akhmad Baihaqi

Abstract


Forests have natural resources that benefit community welfare, both directly and indirectly. Communities are encouraged to utilize forest resources sustainably by collecting Non-Timber Forest Products (NTFPs) and using the Multi-Purpose Tree Species (MPTS) land management system. This study aims to determine the potential of the types of Non-Timber Forest Products (NTFPs) and Multi-Purpose Tree Species (MPTS) in Gumpang Lempuh Village and to determine the economic value of NTFPs and MPTS, which have the potential to increase people's income. Land sampling in this research was carried out using systematic sampling, and respondents were sampled using purposive sampling. The method used in this study is the observation method by making plots using nested sampling techniques, interviews, and questionnaires. This research was analyzed using qualitative and quantitative methods. The results of this study show that there are 21 types of NTFPs and MPTS in Gumpang Lempuh Village, 9 of which are unused, and 11 of them are kecombrang, sugar palm, citronella, cinnamon, areca nut, candlenut, cocoa, robusta coffee, dog fruit, dragon blood, bamboo, rubber, snake fruit, stink bean, durian, mango, hairy fruit, avocado, jackfruit, gnetum genemon, and longan. Potential types of NTFPs and MPTS at the tree level had a density of 167 individuals/Ha, the pole level had a density of 101 individuals/Ha, the saplings had a density of 235 individuals/Ha, and the seedling level had a density of 371 individuals/Ha. The economic value of NTFPs and MPTS obtained in Gumpang Lempuh Village, Putri Betung District, Gayo Lues Regency, is IDR 703,695,000/year. The economic value of HHBK and MPTS in Gumpang Lempuh Village was obtained from candlenut species with the greatest economic value of Rp. 416,220,000/year, cocoa Rp. 134,300,000/year, fragrant citronella IDR 48,000,000/year, areca nut IDR 43,100,000/year , robusta coffee IDR 30,000,000/year, jengkol IDR 20,000,000/year, sugar palm worth IDR 7,875,000/year, cinnamon worth IDR 3,600,000/year and kecombrang IDR 600,000/year

Keywords


Conservation Partnership, Community, Economic Value, NTFPs, MPTS, Gayo Lues

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S., 2011. Prosedur penelitian: suatu pendekatan praktik. Edisi Revisi VII. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Dirawan, A., Suranto. and Sunarto., 2018. Analisis Komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu Unggulan Di Kawasan Hutan Kemasyarakatan Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Hutan Tropis, 6( 3).

Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan., 2015. Statistik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2015. Pusat Data dan Informasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta.

Erniwati., Fifin., Hamzari., Muthmainnah., 2021. Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) oleh Masyarakat Desa Labuan Kungguma. Jurnal Warta Rimba, 9(3).

Fitriyani, A., Melya, R., Duryat., 2020. Inventarisasi Hasil Hutan Bukan Kayu Dari Tanaman Mpts di Hutan Desa Sukaraja KPH Rajabasa. Journal Of Forestry Research, 3 (1).

Febrianti, D. C., Kaskoyo, H., & Herwanti, S., 2020. Jenis-jenis tanaman hasil hutan bukan kayu yang dibudidayakan di lahan garapan hutan kemasyarakatan di areal hutan lindung kesatuan pengelolaan hutan (KPH) Pematang Neba, Kabupaten Tanggamus. Seminar Nasional Konservasi 2020, 1–6.

Hastari, B. and Yulianti, R., 2018. Pemanfaatan dan nilai ekonomi hasil hutan bukan kayu di Kphl Kapuas-Kahayan. Jurnal Hutan Tropis. 6 (2), 145-153.

Iqbal, M. and Septina, A.D., 2018. Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Oleh Masyarakat Lokal di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa, 4 (1).

Irawanti, S., A. P. Suka, S. Ekawati., 2012. Peranan Kayu Dan Hasil Bukan Kayu Dari Hutan Rakyat Pada Pemilikan Lahan Sempit: Kasus Kabupaten Pati. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan. 9(3), 113-125.

Karyon, Y. E., Emi, R., Joko, N. R. 2016., Pendapatan Masyarakat Dari Hasil Hutan Bukan Kayu disekitar Kawasan Cagar Alam Raya Pasi Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur. Jurnal Hutan Lestari , 4 (3) : 314 – 321.

Mahendra, G., Harnios, A., Tutut, S., 2018. Nilai Ekonomi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Di Resort Padali Taman Nasional Ujung Kulon. Media Konservasi, 23( 3).

Febrianti, D. C., Kaskoyo, H., & Herwanti, S. (2020). Jenis-jenis tanaman hasil hutan bukan kayu yang dibudidayakan di lahan garapan hutan kemasyarakatan di areal hutan lindung kesatuan pengelolaan hutan (KPH) Pematang Neba, Kabupaten Tanggamus. Seminar Nasional Konservasi 2020, 1–6.

Insusanty, E., Ratnaningsih, A. T., & Mukasyaf, A. A. (2017). Nilai Ekonomi Buah-buahan sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu di Desa Kampung Tengah, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 14(1), 96–104.

Mulyana, L., Febryano, I. G., Safe’i, R., & Banuwa, I. S. (2018). Performapengelolaan Agroforestri Di Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Rajabasa. Jurnal Hutan Tropis, 5(2), 127. https://doi.org/10.20527/jht.v5i2.4366

Pohan, RM., Purwoko, A., Martial, T., 2014. Kontribusi Hasil Hutan Bukan Kayu Dari Hutan Produksi Terbatas Bagi Pendapatan Rumah Tangga Masyarakat. Peronema Forestry Science Journal. 3(2).

Republik Indonesia. 1999. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan. Jakarta: Presiden Republik Indonesia.

Republik Indonesia. 2007. Peraturan Menteri Kehutanan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.35/Menhut/2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu. Jakarta: Menteri Kehutanan.

Riniarti, M., Agung, D. P., Indriyanto., 2019. Jenis-Jenis Tanaman di Lahan Garapan Petani KPPH Wana Makmur Dalam Tahura Wan Abdul Rachman. EnviroScienteae, 15(2).

Safitri, W. A., Rina, N. Y., Eno, Suwarno., 2023. Nilai Ekonomi Dan Kontribusi Hasil Hutan Bukan Kayu Terhadap Pendapatan Masyarakat Desa Halaban Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat. Jurnal Belantara, 6 (1).

Sahid, A. and Ratnaningsih, Y., 2021. Potensi dan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Kemiri (Aleurites Moluccana) di kawasan BKPH Tambora Kabupaten Bima. Jurnal Silva Samalas: Journal of Forestry and Plant Science, 4 (1), pp. 39-44.

Tang, M., Adam, M., Abdul, H., 2019. Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Bambu Oleh Masyarakat Terasing (Suku Lauje) di Desa Anggasan Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli. Jurnal Warta Rimba, 7( 2).

Ulan, Monalisa, and Sugianto., 2021. Jenis dan Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Nabati Hutan Desa di Desa Agusen Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. Jurnal ilmiah mahasiswa pertanian. 7(1).

Wahyudi., 2013. Buku Pegangan Hasil Hutan Bukan Kayu. Jakarta : Pohon Cahaya.

Yanto, F., Ryan, M., Subhan., 2022. Kontribusi Tanaman Kemiri di Hutan Desa Agusen Bagi Pendapatan Masyarakat Agusen. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 7(3).




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i4.27743

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id