Pengaruh Pemberian Kompos Daun Bambu Terhadap Perbaikan Sifat Kimia Ultisol

Raina Riskia, Ilyas Ilyas, Yadi Jufri

Abstract


AbstrakUltisol merupakan salah satu ordo tanah yang luas sebarannya diperkirakan mencapai 45.794.000 ha atau sekitar 25% dari total luas daratan dan termasuk bagian terluas dari lahan kering (upland) di Indonesia. Desa Neuhen merupakan salah satu wilayah yang memiliki sebaran jenis tanah ordo Ultisol di Sumatra. Ultisol memiliki permasalahan terhadap sifat kimia tanah antara lain pH< 5, kandungan bahan organik tanah rendah sampai sedang, ketersediaan hara N, P, K, Ca, Mg, Mo rendah, KTK rendah, kelarutan Al, Mn, dan Fe tinggi, dan unsur hara K yang mudah tercuci. Ultisol identik dengan tanah yang kurang subur, akan tetapi tanah ini sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di beberapa daerah sebagai lahan pertanian serta perkebunan. Namun perlu adanya upaya perbaikan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas lahan yang dapat dilakukan dengan penambahan bahan organik. Kompos daun bambu adalah salah satu bahan organik yang mempunyai peranan penting sebagai salah satu bahan untuk perbaikan  kesuburan tanah dan ketersediaan hara N, P, K serta mampu memperbaiki permasalahan sifat kimia lainnya pada Ultisol. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 18 satuan percobaan. Penelitian ini menggunakan kompos daun bambu dengan dosis perlakuan B1 (5 t ha-1), B2 (10 t ha-1), B3 (15 t ha-1), B4 (20 t ha-1), B5 (25 t ha-1), dan B6 (30 t ha-1). Tanah yang telah diberikan perlakuan ditutup menggunakan terpal dan diinkubasi selama 45 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kompos daun bambu berpengaruh nyata terhadap pH tanah dan berpengaruh sangat nyata terhadap P-tersedia dan K-dd pada Ultisol. Percobaan beberapa perlakuan dosis kompos daun bambu yang berpengaruh terhadap peningkatan pH Ultisol yaitu B2 (10 t ha-1) dan yang berpengaruh sangat nyata meningkatkan P- tersedia dan K-dd yaitu perlakuan B1 (5 t ha-1).

The Effect of Application Bamboo Leaf Compost for Improving The Chemical Properties of Ultisol

Abstract. Ultisols are one of the soil orders whose distribution area is estimated to reach 45,794,000 ha or around 25% of the total land area and includes the largest part of dry land (upland) in Indonesia. Neuhen Village is one of the areas that has a distribution of soil types of the Ultisol order in Sumatra. Ultisol has problems with soil chemical properties, including pH < 5, low to medium soil organic matter content, low availability of nutrients N, P, K, Ca, Mg, Mo, low CEC, high solubility of Al, Mn and Fe, and elements Nutrient K is easily leached. Ultisol is synonymous with less fertile soil, but this land has been widely used by people in several areas as agricultural land and plantations. However, there needs to be improvement efforts to increase soil fertility and land productivity which can be done by adding organic material. Bamboo leaf compost is an organic material that has an important role as a material for improving soil fertility and the availability of nutrients N, P, K and is able to improve problems with other chemical properties of Ultisol. This research used a non-factorial randomized block design (RAK) with 6 treatments and 3 replications so there were 18 experimental units. This research used bamboo leaf compost with treatment doses B1 (5 t ha-1), B2 (10 t ha-1), B3 (15 t ha-1), B4 (20 t ha-1), B5 (25 t ha -1), and B6 (30 t ha-1). The soil that has been treated is covered with a tarpaulin and incubated for 45 days. The results of this research show that the application of bamboo leaf compost has a significant effect on soil pH and has a very significant effect on available P and K-dd in Ultisol. Experiments with several bamboo leaf compost dosage treatments that had an effect on increasing Ultisol pH were B2 (10 t ha-1) and those that had a very significant effect on increasing available P- and K-dd were treatment B1 (5 t ha-1).


Keywords


Ultisol, Bahan organik, Daun bambu, Kompos daun bambu ; Ultisol, organic materials, bamboo leaf, bamboo leaf compost

Full Text:

PDF

References


Andalusia, B. and Teti, A., 2016. Karakteristik Tanah Ordo Ultisol di Perkebunan Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Cot Girek Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Kawista. 1(1): 45–49.

Arabia, T., Syakur., Hairul B., and Khairullah., 2015. Pengelolaan Lahan Kering dan Lahan Basah. Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Atmojo, S. W., 2003. Peranan Bahan Organik terhadap Kesuburan Tanah dan Upaya Pengelolaannya. Universitas Sebelas Maret Press: Surakarta.

Febriyono, W. and Rahmah, A., 2021. Aplikasi Kompos dan Penambahan Bahan Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada pada Ultisol. Agrin, 25(1), p.71.

Hamed, M.H., M.A. Desoky., A.M. Ghallab., M.A. Faragallah. 2014. Effect of Incubation Periods and Some Organic Materials on Phosphorus Forms in Calcareous Soils. Dept., Faculty of Agriculture, Al-Azhar University. Egypt.

Karo, A. K., Lubis, A., Fauzi., 2017. Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah Ultisol Akibat Pemberian Beberapa Pupuk Organik dan Waktu Inkubasi. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, USU. Medan.

Napitupulu, A., Marbun, P. and Supriadi., 2018. Pengaruh Pemberian Bahan Organik Kirinyuh (Eupathorium odoratum) dan Titonia (Tithonia diversifolia) terhadap Sifat Kimia Tanah Ultisol dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.). Jurnal Agroekoteknologi FP USU, [online] 6(3), pp.539–546.

Nursyamsi, D. 2006. Kebutuhan Hara Kalium Tanaman Kedelai Di tanah Ultisol.

Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. 6(2), pp.71-81.

Prasetyo, B. H. N. and Suriadikarta, H. 2006. Karakteristik dan Sebaran Ultisol di Daerah Pametikarata. Jurnal Tanah dan Iklim. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Rusdiana, O, and R.S Lubis. 2012. Pendugaan Korelasi Antara Karakteristik Tanah Terhadap Cadangan Karbon (Carbon Stock) pada Hutan Sekunder. Jurnal Silvikultur Tropika. 3(1), pp.14–21.

Siregar, P., Fauzi, and Supriadi., 2017. Pengaruh Pemberian Beberapa Bahan Organik dan Masa Inkubasi terhadap Beberapa Aspek Kimia Kesuburan Tanah Ultisol. Jurnal Agroteknologi Fakultas PeSumatera Utara. 5(2): 256-260.

Syukur, A. and Indah, N. 2006. Kajian Pengaruh Pemberian Macam Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Caisin di Tanah Pasir Pantai. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. 5(1), pp.61-68.

Yuniarti, A., Abraham, S. and Julfri, U. G., 2017. Pengaruh Pupuk Anorganik dan Pupuk Organik Cair terhadap pH, N-total, C-organik, dan Hasil Pakcoy pada Inceptisols. In: Prosiding Seminar Nasional: Pertanian dan Tanaman Herbal Berkelanjutan di Indonesia. Sumedang, Indonesia: Universitas Padjadjaran. pp. 216-217.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v9i1.27673

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id