Pengujian Konsentrasi Ekstrak Kirinyuh (Chromolaena odorata L) Sebagai Fungisida Botani Dalam Menghambat Pertumbuhan Colletotrichum capsici In Vitro

Sara Yulis, Susanna Susanna, Tjut Chamzurni

Abstract


Cabai (Capsicum annum L) merupakan tanaman budidaya yang bernilai ekonomis tinggi di Indonesia. Salah satu penyakit utama dalam budidaya tanaman cabai yaitu penyakit antraknosa yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsica, pemanfaatan tumbuhan kirinyuh (Chromolaena odorata L.) sebagai fungisida nabati diketahui memiliki senyawa yang berpotensi sebagai anti jamur seperti flavonoid, alkaloid, tanin, triterpenoid dan saponin, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih dalam. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun kirinyuh yang efektif dalam menghambat pertumbuhan cendawan C. capsici penyebab penyakit antraknosa pada cabai in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial. Faktor yang diteliti konsentrasi ekstrak daun kirinyuh sebanyak 6 taraf perlakuan pemberian konsenterasi ekstrak kiriyuh (C. odorata L.) yaitu 0; 0,1; 0,2; 0,3; 0,4 dan 0,5% dengan 4 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 2 unit percobaan, sehingga terdapat 48 satuan percobaan. Adapun parameter yang diamati meliputi; masa inkubasi C. capsici morfologi pertumbuhan koloni C. capsici, rata-rata diameter koloni C. capsici, persentase daya hambat ekstrak daun kirinyuh terhadap C. capsici dan jumlah konidia cendawan/ml suspensi C. capsici. Berdasarkan hasil yang diamati pada penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) Tidak mempengaruhi warna koloni dan arah pertumbuhan koloni. Pemberian ekstrak daun kiriyuh mempengaruhi ketebalan koloni dan menghambat pertumbuhan C. capsici secara in vitro. Konsentrasi yang paling efektif dalam menekan pertumbuhan C. capsici yaitu konsentrasi 0,5%, dengan masa inkubasi 7,38 hari, diameter koloni 27,63 mm, persentase daya hambat yang mencapai 55,18%, serta jumlah konidia yang terbentuk paling sedikit yaitu 19,84 x104 konidia/ml. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diaplikasikan, maka semakin tinggi juga efek yang diberikan oleh senyawa metabolit dalam menekan pertumbuhan cendawan C. capsici.


Keywords


Colletotrichum capsici, Chromolaena odorata L, Fungisida Botani

Full Text:

PDF

References


Abubakar, M.A., Etonihu, A.C., Kigbu, P.E., Owuna, J.E. and Audu, S.I., 2020. Phytochemical and Antimicrobial Analyses of Leaf Extracts of Cerathoteca sesamoides and Chromolaena odorata. International Journal of Research, 8(8), pp.65–74.

Aji, O. R., & Zakkiyah, H. C. 2021. Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol 96% Rimpang Lempuyang Wangi (Zingiber aromaticum Val.) terhadap Cendawan Pythium sp. secara In Vitro. Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 58-63.

Andriyani, F., Nurchayati, Y., and Haryanti, S. 2020. Pengaruh Ekstrak daun suren (Toona Sureni Merr.) Terhadap prduksi buah cabai rawit yang diserang penyakit antraknosa. NICHE Journal of Tropical Biology. 3(2): 89-98.

Erida, G., Saidi, N., Hasanuddin and Syafruddin, 2019. Allelopathic screening of several weed species as potential bioherbicides. In: IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. IOP Publishing. p.012034.

Fadia, F., Nurlailah, N., Helmiah, T. E., and Lutpiatina, L. 2020. Efektivitas ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L) sebagai antibakteri Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 2(3), 158-168.

Fatma M, Chatri M, Fifendy M, and Handayani D. 2021. Effect of papaya leaf extract (Carica papaya L.) on coloni diameter and percentage of growth inhibition of Fusarium oxysporum. Serambi Biologi.6(2): 9-14,

Ghannoum, M., Arendrup, M. C., Chaturvedi, V. P., Lockhart, S. R., McCormick, T. S., Chaturvedi, S., et al. 2020. Ibrexafungerp: A novel oral triterpenoid antifungal in development for the treatment of Candida aurisinfections. Antibiotics,9(9),539.

Gomez, K.A. and Gomez, A.A., 1983. Statistical Procedures for Agricultural Research. 2nd ed. New York: John Wiley & Son.

Harni, R., Taufiq, E., and Maerono, B. 2015. Ketahanan pohon induk kopi Liberika terhadap Penyakit karat daun (Hemilia vatatrix B Et Br) di Kepulaun Meranti. Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar. 2 (1): 11-19.

Hodiyah, I., Hartini, E. and Amilin, A. 2019. Efikasi Pestisida Nabati dalam Pengendalian Penyakit Antraknosa pada TaPertaniannaman Cabai (Capsicum annum L.). Jurnal Agroteknologi, 11(2), pp.189-199.

Hodiyah, I., Hartini, E., Amilin, A. and Yusup, M.F., 2017. Daya Hambat Ekstrak Daun Sirsak, Kirinyuh, dan Rimpang Lengkuas terhadap Pertumbuhan Koloni Colletotrichum acutatum. Jurnal Agro, [online] 4(2), pp.80–89.

Indriani, R., 2020. Uji Efektivitas Antijamur Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.), Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata), Dan Kombinasinya Terhadap Penyakit Bercak Coklat (Alternaria solani) Pada Tanaman Tomat (Lycopersicum asculatum) (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).

Istfadah, N., Ayuninggtyas, A., dan Nasahi, C. 2017. Efek pecampuran bahan pestisida nabati terhadap keefektifannya dalam menekan Colletotrichum sp. In vitro serta penyakit antranoksa pada stroberi. Agrologua. 6 (1): 26-36.

Julita, S., H. Gultom., and Mardaleni. 2013. Pengaruh pemberian mikroorganisme lokal (MOL) nasi dan hormon tanaman unggul terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai (Capsicum annum L.). J. DInamika Pertanian. 28(3) : 167 – 174.

Kalogianni, A.I., Lazou, T., Bossis, I. and Gelasakis, A.I., 2020. Natural Phenolic Compounds for the Control of Oxidation, Bacterial Spoilage, and Foodborne Pathogens in Meat. Foods, 9(6), p.794.

Kanase, V. and Shaikh, S., 2018. A Pharmacognostic and Pharmacological Review on Chromolaena odorata (Siam Weed). Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 11(10), p.34.

Maisarah, M., and Chatri, M. 2023. Karakteristik dan Fungsi Senyawa Alkaloid sebagai Antifungi pada Tumbuhan. Jurnal Serambi Biologi, 8(2), 231-236.

Masniati and Panggeso, J., 2020. Efektivitas Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) untuk Menekan Pertumbuhan Jamur Colletotrichum capsici Penyebab Penyakit Antraknosa pada Cabai Secara In-Vitro. Jurnal Agrotekbis, 8(5), pp.1110–1116.

Meon S, Nik WZW. 1988. Seedborne infection and development of Colletotrichum capsici in naturally infected chilli seed. Pertanika. 11(3): 341-344.

Paramita, N.R., C. Sumardiyono, and Sudarmadi., 2014. Pengendalian Kimia Dan Ketahanan Colletotrichum spp. Terhadap Fungisida Simoksanil Pada Cabai Merah. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia. 18 (1): 41–46.

Prasetyo A. 2017. Pemanfaatan Kitosan Untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa (Colletotrichum Sp.) Pada Cabai (Capsicum annuum L.) Skripsi. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Priono A, Yanti N, Lili D, 2016. Perbandingan Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringaoleifera lamck.) dan Ekstrak Daun Chromolaena odorata L.. Jurnal Ampibi 1 (2) : 1-6 .

Purwantisari, S., Priyatmojo, A., Sancayaningsih, R. P., and Kasiamdari, R. S. 2016. Penapisan Cendawan Trichoderma spp. untuk Pengendalian Phytophthora infestans secara in vitro. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 12(3), 96-96.

Rubani, A. 2022. Pengaruh ketinggian Lokasi Tumbuhan terhadap Kadar Total Flavonoid dan Daya Antioksidan Daun Kirinyuh (Chromolaeba odorata L.) R.M.King & H.Rob). Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Siharis FS, Himaniarwati dan Rekal R, 2018. Uji Aktivitas Larvasida Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Chromolaena odoratum) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti Instar III. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia. 4(1): 20-27.

Sopialena S, Mirza MA, & Soraya R. 2020. Influence of biopesticides on growth (Colletotrichum capsici Sydow) causes antraknosa in cayenne pepper (Capsicum frutescens L.). Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab. 2(2): 105-110,

Sudirga, S. K. 2016. Isolasi dan identifikasi jamur Colletotrichum spp. isolat PCS penyebab penyakit antraknosa pada buah cabai besar (Capsicum annuum L.) di Bali. Jurnal Metamorfosa, 3(1), 23-30.

Suganda, T., Simarmata, I.N.C., Supriyadi, Y. and Yulia, E., 2019. Uji In-Vitro Kemampuan Ekstrak Metanol Bunga dan Daun Tanaman Kembang Telang (Clitoria ternatea L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Fusarium oxysporum f.sp. cepae. Agrikultura, 30(3), pp.109–116. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v30i3.24031.

Syahruramadhan, M., Yanti, N. A., & Darlian, L. (2016). Aktivitas antijamur ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamck.) dan daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) terhadap Candida albicans dan Aspergillus flavus. J. Ampibi, 1(2), 7-12.

Vijayaraghavan, K., Rajkumar, J., Bukhari, S.N.A., Al-Sayed, B. and Seyed, M.A., 2017. Chromolaena odorata: A neglected weed with a wide spectrum of pharmacological activities (Review). Molecular Medicine Reports, 15(3), pp.1007–1016.

Yangg, L., Liu, X., Zhuang, X., Feng, X., Zhong, L., and Ma, T. 2018. Antifungal effects of saponin extract from rhizomes of Dioscorea panthaicaPrain et Bark against Candida albicans. Hindawi, Evidence-Based Complementary & Alternative Medicine,1-13.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i4.27563

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id