Uji Antagonis Beberapa Spesies Cendawan Endofit Trichoderma terhadap Pyricularia oryzae Cav. In Vitro

Juliandini Mifthahul Chair. Z, Marlina Marlina, Lukman Hakim

Abstract


Tanaman padi mengalami kehilangan hasil sebesar 70% akibat serangan penyakit blas yang disebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae Cav. Penggunaan fungisida untuk mengendalikan penyakit blas dapat menyebabkan resistensi terhadap cendawan patogen, menyebabkan residu, dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, perlu diupayakan alternatif cara pengendalian lain yang bersifat ramah lingkungan. Salah satu cara pengendalian yang bersifat ramah lingkungan digunakan pengendalian secara hayati. Cendawan endofit Trichoderma merupakan salah satu agensia pengendali hayati. Kelebihan dari Trichoderma ialah daya adaptasi yang luas, tumbuh cepat diberbagai substrat, mudah diisolasi, dan tidak bersifat patogen bagi tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kemampuan beberapa spesies Trichoderma asal tanaman yang berbeda dalam menekan pertumbuhan P. oryzae in vitro. Spesies Trichoderma yang digunakan adalah T. hamatum asal tanaman padi, T. harzianum asal tanaman pala, T. virens asal tanaman kakao, dan T. asperellum asal tanaman pisang. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa semua perlakuan isolat Trichoderma dalam menghambat P. oryzae sebesar >90% dalam uji dual culture, namun mempunyai mekanisme antagonis yang berbeda-beda. T. virens yang memiliki daya hambat tertinggi yaitu sebesar 99,72% dan mempunyai mekanisme antagonis berupa kompetisi, parasitisme, dan antibiotik. Sedangkan spesies Trichoderma lainnya hanya mempunyai 2 mekanisme antagonis. 


Keywords


Antagonis, Pyricularia oryzae, Cendawan Endofit Trichoderma, Dual culture

Full Text:

PDF

References


Amaria, W., R. Harni dan Samsudin. 2015. Evaluasi Jamur Antagonis dalam Menghambat Pertumbuhan Rigidoporus microporus penyebab Penyakit Jamur Akar Putih pada Tanaman Karet. Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar. 2(1): 51-60.

Asmi, M.J., A. Rizali dan R. Wahdah. 2022. Uji Ganda 3 Jenis Trichoderma terhadap Penyebab Layu Fusarium (Fusarium oxysporum) pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) secara In Vitro. Agroekotek View. 5(1): 36-48.

Cheng, P., W. Song, X. Gong, Y. Liu, W. Xie, L. Huang, dan Y. Hong. 2015. Proteomic Approaches of Trichoderma hamatum to Control Ralstonia solanacearum Causing Pepper Bacterial Wilt. International Journal of Agriculture and Biology. 17(6): 1101–1109.

Chet, I., J. Wiley, dan Sons. 1987. Innovative Approaches to Plant Diseases Control. Cambridge University Press, USA.

Cook, R. J., dan K. F. Baker. 1983. The Nature and Practice of Biological Control of Plant Pathogens. American Phytopathological Society, Minnesota.

Dharmaputra O.S, L.I. Sudirman dan M. Fitriani. 2015. Mikobiota pada Buah Cabai untuk Pengendali Hayati Colletotrichum capsici. Jurnal Fitopatologi Indonesia. 11(5): 150-158.

Dwiastuti, M.E., M.N. Fajri dan Yunimar. 2015. Potensi Trichoderma spp. sebagai Agens Pengendali Fusarium spp. Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Stoberi (Fragaria x ananassa Dutch.). Jurnal Hortikultura. 25(4): 331-339.

Garo, E., C.M. Starks, P.R. Jensen, W. Fenical, E. Lobkovsky dan J. Clardy. 2003. Trichodermamides A and B, Cytotoxic Modified Dipeptides from the Marine-Derived Fungus Trichoderma virens. Journal of Natural Products. 66(3): 423–426.

Gooday, G.W. 1994, Physiology of Microbial Degradation of Chitin and Chitosan, Biochemistry of Microbial Degradation, pp. 279-312.

Gomez, K. A. and A.A. Gomez. 1983. Statistical Procedures for Agriculture Research. 2nd ed. John Wiley & Son, New York.

Herlinda, S., M.D. Utama, Y. Pujiastuti dan Suwandi. 2006. Kerapatan dan Viabilitas Spora Beauveria bassiana (Bals.) Akibat Subkultur dan Pengayaan Media, Serta Virulensinya terhadap Larva Plutella xylostella (Linn.). Jurnal HPT Tropika. 6(2): 70-78.

Howell, C. R., R.D. Stipanovic dan R.D. Lumsden. 1993. Antibiotic Production by Strains of Gliocladium virens and its Relation of the Biocontrol of Cotton Seedling Diseases. Biocontrol Science and Technology. 3: 435-441.

Imas, T dan Y. Setiadi. 1987, Mikrobiologi Tanah. Pusat Antar Universitas-IPB, Bogor.

Karim, A., Rahmiati, dan I. Fauziah. 2020. Isolasi dan Uji Antagonis Trichoderma terhadap Fusarium oxysporum secara In Vitro. Jurnal Biosains. 6 (1), pp.

Kubicek, C.P., dan G.E. Harman. 2002. Trichoderma and Gliocladium. Basic Biology, Taxonomy and Genetics. UK: The Taylor & Francis e-Library.

Kucuk dan M. Kivanc. 2003. Isolation of Trichoderma spp. and Determination of Their Antifungal, Biochemical and Physiological Features. Turk J. Biol. 27: 247–253.

Kusumawati, D.E. dan Istiqomah, 2020. Potensi Agensia Hayati dalam Menekan Laju Serangan Penyakit Blas (Pyricularia oryzae) Pada Tanaman Padi. Jurnal Viabel Pertanian. 14(2): 1-13.

Latifah, A., Kustantinah dan L. Soesanto. 2011. Pemanfaatan Beberapa Isolat Trichoderma harzianum sebagai Agensia Pengendali Hayati Penyakit Layu Fusarium pada Bawang Merah In Planta. Eugenia. 17(2), pp.

Luna, V.C., H.E.F. Moctezuma, M.R. Monroy, R.M. Belmont dan G.S. Jimenez. 2021. Induccion de la respuesta de defense de plantas de cebolla en la interaccion con Trichoderma asperellum y Alternaria porri. Revista Mexicana de Ciencias Agricolas. 12(4): 685-689.

Meiniwati., S. Khotimah dan Mukarlina. 2018. Uji Antagonis Pyricularia grisea Sacc Penyebab Blas pada Tanaman Padi Menggunakan Jamur Rizosfer Isolat Lokal. Jurnal Protobiont. 3(1): 17-24.

Molebila, D.Y., A. Rosmana dan U.S. Tresnaputra. 2020. Trichoderma asal akar kopi dari Alor: Karakterisasi Morfologi dan Keefektifannya Menghambat Colletotrichum Penyebab Penyakit Antraknosa secara in Vitro. Jurnal Fitopatologi Indonesia. 16(2): 61–68.

Nohemi, C. V., A.S.A. Jose and H.E. Alfredo. 2012. Trichoderma: Sensing the Environment for Survival and Dispersal. Microbiology. 158(1): 3-16.

Nurfatimah, I.N., T. Pamekas dan H. Hartal. 2020. Karakterisasi Lima Isolat Cendawan Endofit Tanaman Padi Sebagai Agen Antagonis Pyricularia oryzae. PENDIPA Journal of Science Education. 4(3): 1–6.

Octaviani, E.A., Achmad dan E.N. Herliyana. 2015. Potensi Trichoderma harzianum dan Gliocladium sp. sebagai Agens Hayati terhadap Botryodiplodia sp. Penyebab Penyakit Mati Pucuk pada Jabon (Anthocephalus cadamba (ROXB.) MIQ). Jurnal Silvikultur Tropika. 6(1): 27-32.

Otten, W., D.J. Bailey dan C.A. Gilligan. 2004. Empirical Evidence of Spatial Thresholds to Controlinvasion of Fungal Parasites and Saprotrophs. Jurnal New Phytologist. 163: 125-132.

Porter, C.L. 1924. Concerning thr Characters of Certain Fungi as Exhibited by Their Growth in the Presence of Other Fungi. American Journal of Botany. 11(3): 168-188.

Purwantisari, S., dan B.H. Rini. 2009. Uji Antagonism Jamur Patogen Phytopthora infestans Penyebab Penyakit Busuk Daun dan Umbi Tanaman Kentang dengan Menggunakan Trichoderma spp. isolat lokal. Bioma. 11(1): 24-32.

Ruswandari, V.R., A. Syauqi dan T. Rahayu. 2020. Uji Antagonis Jamur Trichoderma viride dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Patogen Alternaria porri Penyebab Penyakit Bercak Ungu pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Ilmiah BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC). 5(2): 84–90.

Ristiari, N.P.N., K.S.M. Julyasih dan I.A.P. Suryanti. 2018. Isolasi dan Identifikasi Jamur Mikroskopis pada Rizosfer Tanaman Jeruk Sian (Citrus nobilis Lour.) di Kecamatan Kintamani Bali. Jurnal Pendidikan Biologi Undiskha, 6(1), pp.

Safitri, N., A. Martina dan R.M. Roza. 2019. Uji Antagonis Cendawan Isolat Lokal Riau terhadap Beberapa Cendawan Ptogen Pada Tanaman Budidaya. Jurnal Biologi. 12(2): 124-132.

Sayang, Y., A.S. Kumalasari dan E. Kurniati. 2022. Uji In Vitro Jamur Trichoderma sp. Sebagai Agen Pengendali Hayati Terhadap Penyebab Penyakit Blas Tanaman Padi. Jurnal Ilmiah Indonesia. 7(9), pp.

Sood, M., D. Kapoor, V. Kumar, M.S. Sheteiwy, M. Ramakrishnan, M. Landi, F. Araniti dan A. Sharma. 2020. Trichoderma: The “Secrets” of a Multitalented Biocontrol Agent. Plants. 9(6): 762.

Susanna, M.S. Sinaga, S. Wiyono, dan H. Triwidodo. 2018. Pemanfaatan Cendawan Antagonis In Situ sebagai Agens Biokontrol Lasiodiplodia theobromae Penyebab Dieback pada Pala di Aceh Selatan. Jurnal Pertanian Tropik. 5(3): 447-454.

Sriwati, R., R.L. Melnick, R. Muarif, M.D. Strem, G.J. Samuels, dan B.A. Bailey. 2015. Trichoderma from Aceh Sumatra Reduce Phytophthora Lesions on Pods and Cacao Seedlings. Journal Biological Control. 89: 33-41.

Suganda, T., E. Yulia, F. Widiantini dan Hersanti. 2016. Intensitas Penyakit Blas (Pyricularia oryzae Cav.) pada Padi Varietas Ciherang di Lokasi Endemik dan Pengaruhnya terhadap Kehilangan Hasil. Jurnal Agrikultura. 27(3): 154-159.

Triharso. 1996. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. UGM Press,Yogyakarta

Waruwu, A., B. Soekarno dan A. Munif. 2016. Metabolite of Endophytic Fungi Isolated from Rice as an Alternative to Control Seed-borne Pathogenic Fungi on Rice. Jurnal Fitopatologi Indonesia. 12(2): 53–61.

Widiantini, F., E. Yulia dan D.S. Fiko. 2022. Growth Inhibition of Rhizoctonia solani and Its Infection Inhibition on the Rice Seedling by Rice Endophytic Bacteria. Jurnal Fitopatologi Indonesia. 18(2): 75–84.

Widyastuti, S.M., Sumardi, Irfa'i, dan H.H Nurjanto. 2002. Aktivitas Penghambatan Trichoderma spp. Formulasi Terhadap Jamur Patogen Tular Tanah Secara In Vitro. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia. 8(1): 27-34.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i4.27548

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id