Analisis Nilai Tambah Prosessing Kopi Bubuk Arabika Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera Utara

Safwan Fadillah Daulay, Suyanti Kasimin, Musthafa Usman

Abstract


Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan petani cenderung menjual kopi dalam bentuk gelondongan dari pada biji kopi dan perbedaaan dari harga jual dari setiap bentuk hasil pertanian serta menganalisis nilai tambah pada prosessing bubuk kopi arabika. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode wawancara. Jenis data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Teknik penentuan sampel menggunakan Metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif, Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang petani dan 1 agroindustri. Hasil dari penelitian ini adalah kecenderungan pihak petani menjual produk hasil panen langsung dalam bentuk gelondongan dipengaruhi oleh 3 faktor faktor alam dimana cuaca menjadi faktor utama, kemudian faktor teknologi dengan masyarakat tidak dapat mengakses mesin serta transportasi yang masih sulit dilalui serta faktor ekonomi yang mengakibatkan petani menjual produk yang disebabkan perlunya biaya dengan mudah dan efisien tampa harus melakukan perlakuan lebih untuk produk hasil panen. Dari penelitian yang telah dilakukan maka diketahui bahwa nilai jual pada bentuk gelondongam berkisar Rp 11.000-13.000 /Kg dan pada bentuk Biji Kopi berkisar Rp. 32.000-33.000/Kg dan dalam bentuk bubuk kopi harga jual memiliki nilai Rp. 100.000/ Kg dimana perbandingan harga gelondongan dengan biji kopi adalah 1:3. Dari penelitian yang dilakukan prosesing bubuk  kopi memberikan nilai tambah pada pengusaha bubuk kopi arabika di Kec. Sipirok dengan nilai tambah sebesar Rp. 48.578 dengan rasio 50,5%.

Value Added Analysis of Arabica Ground Coffee Processing in Sipirok District, South Tapanuli Regency, North Sumatra

Abstract. This study aims to determine the factors that cause farmers to tend to sell coffee in the form of logs rather than coffee beans and the difference in the selling price of each form of agricultural products and analyze the added value in the processing of arabica coffee powder. This research data collection technique uses the interview method. This type of research data is primary and secondary data. The sampling technique used purposive sampling method. The analysis method used in this research is quantitative and qualitative methods, the sample in this study was 30 farmers and 1 agroindustry. The results of this study are the tendency of farmers to sell harvested products directly in the form of logs influenced by 3 natural factors where weather is the main factor, then technological factors with people unable to access machines and transportation that is still difficult to pass and economic factors that result in farmers selling products due to the need for costs easily and efficiently without having to do more treatment for harvested products. From the research that has been done, it is known that the selling value in the form of gelondongam ranges from Rp. 11,000-13,000 / Kg and in the form of coffee beans it ranges from Rp. 32,000-33,000 / Kg and in the form of coffee powder the selling price has a value of Rp. 100,000 / Kg where the price ratio of gelondongan to coffee beans is 1: 3. From the research conducted, coffee powder processing provides added value to Arabica coffee powder entrepreneurs in Sipirok District with an added value of Rp. 48,578 with a ratio of 50.5%.



Keywords


Nilai Tambah;Pendapatan;Kopi.

Full Text:

PDF

References


Arvianti, E. et al (2019). Gambaran Krisis Petani Muda Indonesia. Agriekonomika, 8(2), 168–180.

Badan Pusat Statistik Sipirok. 2020. Sipirok Dalam Angka. Medan

Bambang, S (2018). Kulit Buah Kopi Menjadi Produk Unggulan yang Bernilai Ekonomis Tinggi. Fakultas Pertanian Universitas Mataram, 1, 23–25.

Dewi Irwana Sari. (2015).Analisis Perbandingan Pendapatan Petani Kopi Ateng Yang Menjual Dalam Bentuk Gelondongan Merah (Cherry red) Dengan Kopi Biji. JURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS , Sumatra Utara

Hayami, Y., Y. Kawagoe, M. Morookadan, and Siregar. (1987). Agricultural Marketing ang Processing in Up Land Java A Perspective From A Sunda Village : CGPRT Centre. Bogor

Indah Juliana.(2020). Analisis Nilai Tambah Pengolahan Kopi Peaberry Robusta Pinabar. Fakultas Pertanian USU. Medan.

Suratiyah, Ken (2015). Ilmu Usaha tani. Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Jakarta Timur.

Rahmayani, T., Wardhana, M. Y. and Arida, A. (2022) ‘Efisiensi Usahatani Padi (Komparatif Antara Anggota Dan Ceureumen Kabupaten Aceh Barat’, 7(November), pp. 307–314.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i4.27282

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id