Analisis Organoleptik Manisan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)

Ummu Imasakin, Siti Dara Raudhatul Jannah, Raida Agustina, Sri Hartuti, Siti Mechram

Abstract


Belimbing wuluh merupakan salah satu jenis buah yang pemanfaatannya sangat sedikit karena kurangnya pengetahuan tentang cara pengolahan nya. Rasa belimbing wuluh yang sangat asam sehingga buah tersebut tidak dimakan seperti buah segar lainnya. Salah satu produk olahan dari belimbing wuluh adalah manisan. Manisan belimbing wuluh merupakan salah satu bentuk pangan olahan yang dibuat dengan proses penambahan gula dan pengeringan sehingga manisan dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan tingkat kesukaan panelis terhadap manisan belimbing wuluh pada pengaruh jumlah gula dan suhu pengeringan. Data dianalisis dengan uji deskriptif kualitatif yang diplotkan pada grafik jaring laba- laba. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa manisan belimbing wuluh dengan jumlah gula 700gram dan suhu pengeringan 65ºC menghasilkan warna yang paling disukai oleh panelis dengan skor tertinggi 5,20 sedangkan aroma memiliki skor tertinggi  5,00 (agak suka) dengan jumlah gula 700gram dan suhu pengeringan 60ºC. Rasa memiliki skor tertinggi 5,00 (agak suka) pada jumlah gula terbanyak yaitu 900gram dengan suhu pengeringan 65ºC. Tekstur memiliki skor tertinggi 5,27(agak suka) pada jumlah gula 900gram dan  suhu pengeringan 70ºC.

Keywords


Belimbing wuluh, jumlah gula, suhu pengeringan, organoleptik

Full Text:

PDF

References


Carina, W., Wignyanto, & Widelia, I. P. (2019). Pengembangan Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Sebagai Manisan Kering Dengan Kajian Konsentrasi Perendaman Air Kapur (Ca(Oh)2) Dan Lama Waktu Pengeringan. Jurnal Industri, 1(3), 195–203.

Fajarwati, N. H., Parnanto, N. H. R., & Manuhara, G. J. (2017). Pengaruh konsentrasi asam sitrat dan suhu pengeringan terhadap karakteristik fisik, kimia dan sensoris manisan kering labu siam (Sechium edule Sw.) Dengan pemanfaatan pewarna alami dari ekstrak rosela ungu (Hibiscus sabdariffa L.). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 10(1), 50–66.

Febriyanti, N., Caronge, M. W., & Lahming, L. (2018). Pengaruh Lama Pengeringan Dan Berbagai Jenis Gula Terhadap Kualitas Manisan Tomat (Lycopersium Esculentum). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 1(1), 86.

Fitriani, S. (2008). Pengaruh Suhu Dan Lama Pengeringan Terhadap Beberapa Mutu Manisan Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Kering. Jurnal Sagu, 7(01).

Indri Paramita, I., Mulyani, S., & Hartiati, A. (2015). Pengaruh Konsentrasi Maltodekstrin Dan Suhu Pengeringan Terhadap Karakteristik Bubuk Minuman Sinom. Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri, 3(2), 58–68.

Insan, R. R., Faridah, A., Yulastri, A., & Holinesti, R. (2019). Using Belimbing Wuluh (Averhoa Blimbi L.) As A Functional Food Processing Product. Jurnal Pendidikan Tata Boga Dan Teknologi, 1(1), 47–55.

Lestari, E. E., & Kurniawaty, E. (2016). Uji Efektivitas Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Sebagai Pengobatan Diabetes Melitus. Majority, 5(2), 32–36.

Lisnawati, N., & Prayoga, T. (2020). Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L). Jakad Media Publishing.

Lubis, Y. M., & Agustina, R. (2021). Uji Organoleptik Minuman Sari Buah Belimbing Wuluh ( Averrhoa Bilimbi . L ) ( Organoleptic Test Fruit Juice Drink ( Averrhoa Bilimbi . L )). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 6(4), 594–601.

Maulidiah, A., Hidayati, D., Program, H., Teknologi, S., Pertanian, I., & Pertanian, F. (2014). Analisa Karakteristik Manisan Kering Salak (Salacca Edulis) Dengan Lama Perendaman Dan Konsentrasi Larutan Gula. Agrointek, 8(1), 5–12.

Muzaifa, M. (2014). Identifikasi Bakteri Asam Laktat Indigenous Dari Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.). Jurnal Sagu, 13(1), 8–13.

Nurdin, A., Setiasih, I. S., & Djali, M. (2017). Pengaruh Pengeringan Ampas Tahu Terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Tepung Ampas Tahu.

Parikesit, M. (2011). Khasiat Dan Manfaat Belimbing Wuluh. Stomata, Surabaya., 1–13.

Pramitasari, D. (2010). Penambahan Ekstrak Jahe (Zingiber Officinale Rosc.) Dalam Pembuatan Susu Kedelai Bubuk Instan Dengan Metode Spray Drying: Komposisi Kimia, Sifat Sensoris Dan. 4–45. Retrieved From Https://Eprints.Uns.Ac.Id/7635/

Rumahorbo, P., Karo-Karo, T., & Julianti, E. (2015). Pengaruh Konsentrasi Sorbitol Dan Lama Perendaman Terhadap Mutu Manisan Kering Pepaya. Jurnal Rekayasa Pangan Dan Pertanian, 3(1), 63–70.

Setyaningsih, D., Apriyantono, A., & Sari, M. P. (2014). Analisis Sensori Untuk Industri Pangan Dan Argo. Pt Penerbit Ipb Press.

Shabrina, Z. U., & Susanto, W. H. (2017). Pengaruh suhu dan lama pengeringan dengan metode cabinet dryer terhadap karakteristik manisan kering apel varietas anna (Malus domestica Borkh). Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 5(3).

Soedarya, A. P. (2009). Budidaya - Usaha - Pengolahan Agribisnis Belimbing. Cv. Pustaka Grafika. Bandung, 1–67.

Sohibulloh, I., Hidayati, D., & Burhan. (2013). Karakteristik Manisan Nangka Kering Dengan Perendaman Gula Bertingkat. Agrointek, 7(2), 84–89.

Susanti, H. L., Setiani, E. B., Nurwantoro, & Pratama, Y. (2017). Preferensi Konsumen Terhadap Bakso Analog Tepung Kacang Koro Pedang(Tkkp) Dengan Penambahan Tepung Maizena Sebagai Bahan Pengikat. Jurnal Teknologi Pangan , 1(2), 28–32.

Tarwendah, I. P. (2017). Jurnal Review: Studi Komparasi Atribut Sensoris Dan Kesadaran Merek Produk Pangan. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 5(2).

Yunita, M., & Rahmawati, R. (2015). Pengaruh Lama Pengeringan Terhadap Mutu Manisan Kering Buah Carica (Carica Candamarcensis). Jurnal Konversi, 4(2), 17.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i3.26742

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id