Evaluasi Kualitas Nutrisi Silase Rumput Odot yang Diinokulasi dengan Lactobacillus plantarum dan Kluyveromyces lactis

Muhammad Chalis Fikran, Samadi Samadi, Sitti Wajizah

Abstract


Abstrak. Ternak ruminansia membutuhkan pakan hijauan sebagai makanan utama sumber serat. Ketersediaan hijauan yang terbatas pada musim kemarau menjadi suatu hambatan bagi kemajuan usaha peternakan. Silase merupakan salah satu metode pengawetan hijauan dengan tujuan pembuatan adalah untuk untuk meningkatkan masa simpan dan mempertahankan kandungan nutrisi hijauan agar dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan pakan saat ketersediaan hijauan menipis. Optimalisasi pada proses pembuatan silase atau ensiling didukung melalui penambahan berbagai jenis bahan aditif seperti inokulum Lactobacillus plantarum dan Kluyveromyces lactis. Rumput odot sangat berpotensi untuk dijadikan bahan baku silase, kandungan nutrisi silase rumput odot sangat potensial dijadikan bahan pakan sumber serat, dengan kandungan protein yang tinggi membuat rumput ini mampu bersaing dengan hijauan potong lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inokulum Lactobacillus plantarum, Kluyveromyces lactis dan kombinasinya terhadap kualitas nutrisi silase rumput odot meliputi bahan kering (BK), protein kasar (PK), pH dan nilai fleigh. Penelitian dilaksanakan di Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, mulai bulan November 2022 sampai Januari 2023. Materi penelitian terdiri atas rumput odot, inokulum (Lactobacillus plantarum dan Kluyveromyces lactis) dan aditif  (molasses dan dedak halus), menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu: P0 (Rumput odot 1 kg tanpa tambahan inokulum), P1 (Rumput odot 1 kg + L. plantarum 107 1,5%), P2 (Rumput odot 1 kg + K. lactis 10­5 1,5%) dan P3 (Rumput odot 1 kg + L. plantarum 107 0,75% dan K. lactis 10­5 0,75%) dengan masing-masing 4 perlakuan dan lama fermentasi 21 hari. Parameter yang diamati meliputi kualitas nutrisi silase terdiri dari bahan kering (BK), protein kasar (PK), pH dan nilai fleigh. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, penambahan inokulum L. plantarum dan K. lactis pada proses ensilase rumput odot tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan protein kasar (PK) dan nilai pH, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan bahan kering (BK) dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai fleigh. Disimpulkan bahwa penambahan inokulum pada proses ensilase rumput odot dapat mempertahankan kualitas nutrisi hijauan.

Nutritional Quality Evaluation of Odot Grass Silage Inoculated with Lactobacillus plantarum and Kluyveromyces lactis

Abstract. Ruminant livestock requires forage as the main food source of fiber. The limited availability of forage during the dry season is an obstacle to the progress of the livestock business. Silage is a method of preserving forage to increase the shelf life and maintain the nutritional content of forage for future use as an alternative feed when there is forage shortage. Optimization of ensiling process is supported by the addition of various types of additives such as Lactobacillus plantarum and Kluyveromyces lactis inoculums. Odot grass has the potential to be used as silage material, because of its potential as a source of fiber feed, with a high protein content that makes this grass has a competitive advantage over other forages. This study intended to determine the effect of inoculums Lactobacillus plantarum, Kluyveromyces lactis and their combination on the nutritional quality of odot grass silage i.e. dry matter (DM), crude protein (CP), pH and fleigh value. The research was carried out at the Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, from November 2022 to January 2023. The research material consisted of odot grass, inoculum (Lactobacillus plantarum and Kluyveromyces lactis) and additives (molasses and rice bran), using a  Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatment and 4 replication i.e.: P0 (1 kg odot grass without additional inoculum), P1 (Odot grass 1 kg + L. plantarum 107 1.5%), P2 (Odot grass 1 kg + K. lactis 10¬5 1.5%) and P3 (Odot grass 1 kg + L. plantarum 107 0.75% and K. lactis 10¬5 0.75%) which was fermented for 21 days. Parameters observed included the nutritional quality of silage consisting of dry matter (DM), crude protein (CP), pH and fleigh value. The results showed that the addition of L. plantarum and K. lactis inoculums in ensilage process had no significant effect (P>0.05) on crude protein (CP) content and pH values. However, it had a significant effect (P<0.05) on the dry matter content (DM) and a very significant effect (P<0.01) on the fleigh value. It was concluded that the addition of inoculum in the ensiling process of odot grass could maintain the nutritional quality of the forage.



Keywords


Silase rumput odot; kualitas nutrisi; Lactobacillus plantarum; Kluyveromyces lactis ; Odot grass silage; nutritional quality; Lactobacillus plantarum; Kluyveromyces lactis

Full Text:

PDF

References


Adesoji, A. T., Ogunjobi, A. A., Fagade, O. E., dan Babayemi, O. J. 2010. Effect of Lactobacillus plantarum starter culture on the microbial succession, chemical composition, aerobic stability and acceptability by ruminant of fermented panicum maximum grass. Au. J.T. 14(1): 11–24.

Amer, S., Hassanat, F., Berthiaume, R., Seguin, P., dan Mustafa, A. F. 2012. Effects of water soluble carbohydrate content on ensiling characteristics, chemical composition and in vitro gas production of forage millet and forage sorghum silages. Animal Feed Science and Technology. 177(1–2): 23–29.

Arianto, A. M., Lamalesi, dan Kurniawan, W. 2021. Perbandingan kualitas dan karakteristik silase kombinasi rumput gajah (Pennisetum purpureum) – indigofera zollingeriana dengan menggunakan asam laktat organik dan inokulan BAL dari ekstrak rumput gajah terfementasi. Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo. 3(2): 118–124.

Balo, E. F. S., Pendong, A. F., Tuturoong, R. A. V., Waani, M. R., dan Malalantang, S. S. 2022. Pengaruh lama ensilase terhadap kandungan bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK) sorgum varietas pahat ratun ke-1 sebagai pakan ruminansia. Zootec. 42(1): 74–80.

Barnes, R. F., Nelson, C. J., Moore, K. J., dan Collins, M. 2007. Forages: the Science of Grassland Agriculture volume II (6 ed.). UK: Blackwell Publishing. Diambil dari https://www.cabdirect.org/cabdirect/abstract/20073139605

David, L. A., Bagau, B., dan Telleng, M. M. 2021. Pengaruh lama pemeraman berbeda terhadap kualitas fisik dan pH silase sorgum varietas samurai 2 ratun ke satu. Zootec. 41(2): 464–471.

Erleli, W. 2020. Budidaya Rumput Odot. Diambil 16 Maret 2023, dari cybex.pertanian.go.id website: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/96270/Budidaya-Rumput-Odot/

Fadillah, C. I. 2022. Evaluasi Kualitas Fisik dan Produksi Asam Laktat Silase Tebon Jagung yang Diinokulasi dengan Lactobacillus plantarum dan Saccharomyces cerevisiae sebagai Pakan Ruminansia. Skripsi. Program Studi Peternakan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Gaspersz, V. 1991. Metode Perancangan Percobaan. Bandung: Armico.

Herlinae, H., Yemima, Y., dan Rumiasih, R. 2015. Pengaruh aditif EM4 dan gula merah terhadap karakteristik silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Jurnal Ilmu Hewani Tropika. 4(1): 27–30.

Hippen, A. R., Schingoethe, D. J., Kalscheur, K. F., Linke, P. L., Rennich, D. R., Abdelqader, M. M., dan Yoon, I. 2010. Saccharomyces cerevisiae fermentation product in dairy cow diets containing dried distillers grains plus solubles. Journal of Dairy Science. 93(6): 2661–2669.

Idukut, L., Arİkan, B. A., Kaplan, M., Guven, I., Atalay, A. I., dan Kamalak, A. 2009. Potential nutritive value of sweet corn as a silage crop with or without corn ear. Journal of Animal and Veterinary Advances. 8(4): 734–741.

Jennings, J. 2006. Principle of Silage Making. Division of Agriculture. University of Arkansas. USA.

Kalsum, U., dan Sjofjan, O. 2008. Pengaruh Waktu Inkubasi Campuran Ampas Tahu dan Onggok yang difermentasi dengan Neurosporasitophila terhadap Kandungan Zat Makanan. Prossiding Seminar Nasional Teknologi peternakan dan Veteriner Bogor 11-12 November 2008: 226–232. Bogor: Puslitbang Peternakan,.

Kilic, A. 1984. Silo Yemi (Silage Feed). Izmir, Turkey: Bilgehan Press.

Kitamoto, H. K., Ohmomo, S., dan Nakahara, T. 1993. Selection of killer yeasts (Kluyveromyces lactis) to prevent aerobic deterioration in silage making. Journal of Dairy Science. 76(3): 803–811.

Mentari, L. 2021. Potensi Inokulum Lactobacillus plantarum dan Saccharomyces Cerevisiae Terhadap Kualitas Nutrisi Silase Tebon Jagung. Fakultas Pertanian/Jurusan Peternakan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Muck, R. E. 2011. The Art and Science of Making Silage. Plant Science Departement,University of California. California.

Muijs, D. J. 1983. Ensilsing Elephant Grass At The BLPP-Batu Farm. Batu.

Pirzan, A. W. 2015. Silase Pakan Komplit berbahan Batang Pisang sebagai Kambing Jantan Peranakan Ettawa. Doctoral dissertation, Tesis. Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Makassar.

Santos, E. M., Silva, T. C., Macedo, C. H. O., dan Campos, F. S. 2013. Lactic Acid Bacteria in Tropical Grass Silages (InTech). Kongo: Health and Livestock Purposes.

Saptowulan, T. D. 2017. Rumput Odot. Diambil 22 Mei 2023, dari https://penyuluhan.jogjaprov.go.id/index.php?r=berita/read&id=be52798aaf47f326a4e4e0cd3236ec0dccf5f1df19

Seglar. 2003. Fermentation Analysis and Silage Quality Testing. Minnesota Dairy Health Conference, College of Veterinary Medicine, University of Minnesota., 119–135. Diambil dari https://conservancy.umn.edu/bitstream/handle/11299/108997/Seglar.pdf

Setiarto, R. H. B., Widhyastuti, N., dan Saskiawan, I. 2016. Pengaruh fermentasi fungi, bakteri asam laktat dan khamir terhadap kualitas nutrisi tepung sorgum. Agritech. 36(4): 440–449.

Sliusarenko, O., Heinritz, J., Emonet, T., dan Jacobs-Wagner, C. 2011. High-throughput, subpixel precision analysis of bacterial morphogenesis and intracellular spatio-temporal dynamics. Molecular Microbiology. 80(3): 612–627.

Snoek, I. S. I., dan Steensma, H. Y. 2006. Why does Kluyveromyces lactis not grow under anaerobic conditions? Comparison of essential anaerobic genes of Saccharomyces cerevisiae with the Kluyveromyces lactis genome. FEMS Yeast Research. 6(3): 393–403.

Steel, R. G. D., dan Torrie, J. H. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistik. Penerjemah : Sumantri, B. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Surono, I. S. 2003. In vitro probiotic properties of indigenous dadih lactic acid bacteria. Asian-Australasian Journal of Animal Sciences. 16(5): 726–731.

Tahun, E. N. C., Kleden, M. M., dan Nenobais, M. 2019. Pengaruh fermentasi menggunakan mikroba cairan rumen sapi terhadap komposisi kimia dedak padi. Jurnal Peternakan Lahan Kering. 1(4): 562–569.

Thiasari, N., Indawan, E., Lestari, S. U., dan Sasongko, P. 2019. Teknologi Tepat Guna : Pembuatan Silase dan Hay dari Brangkasan Ubi Jalar (1 ed.; E. P. Santoso, Ed.). Sidoarjo: Delta Pijar Khatulistiwa.

Ward, R. T., dan de Ondarza, M. B. 2008. Effect of month of sample submittal on corn silage nutrient fractions, starch availability, NDF digestibility and fermentation profiles measured at commercial forage-testing laboratory. Journal of Dairy Science. 91(suppl): 1–30.

Widyastuti, Y. 2008. Fermentasi silase dan manfaat probiotik silase bagi ruminansia. Media Peternakan. 31(3): 225–232.

Yosef, E., Carmi, A., Nikbachat, M., Zenou, A., Umiel, N., dan Miron, J. 2009. Characteristics of tall versus short-type varieties of forage sorghum grown under two irrigation levels, for summer and subsequent fall harvests and digestibility by sheep of their silages. Animal Feed Science and Technology. 152(1–2): 1–11.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i3.25802

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id