Evaluasi Kualitas Nutrisi Tongkol Jagung dengan Pretreatment Fermentasi yang Berbeda

Farah Diba Annisa, Mira Delima, Sitti Wajizah

Abstract


Abstrak. Tongkol jagung merupakan salah satu hasil limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan berpotensi sebagai pakan alternatif untuk ternak. Umumnya limbah hasil sisa tanaman mempunyai faktor pembatas sebagai pakan ternak ruminansia. Berbagai teknologi pengolahan diperlukan untuk meningkatkan kualitas nutrisi tongkol jagung, salah satunya menggunakan teknologi fermentasi. Tingginya kandungan lignin membuat fermentasi tidak dapat berjalan optimal sehingga diperlukan suatu proses pretreatment (perlakuan awal) untuk mengurangi kandungan lignin pada tongkol jagung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas nutrisi tongkol jagung dengan menggunakan pretreatment fermentasi yang berbeda. Materi penelitian yang digunakan adalah tongkol jagung, dedak padi, molasses, urea, dan MA-11. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan, yaitu P0 (kontrol/tanpa fermentasi), P1 (fermentasi tongkol jagung), P3 (fermentasi tongkol jagung dengan pretreatment pengukusan), P3 (fermentasi tongkol jagung dengan pretreatment amoniasi) dengan masing-masing 4 ulangan sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar bahan kering, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, abu, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pretreatment fermentasi pada penelitian ini berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bahan kering, protein kasar, kadar abu, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), namun tidak terdapat perbedaan yang nyata pada serat kasar dan lemak kasar. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlakuan pretreatment amoniasi fermentasi memberikan hasil yang terbaik dibandingkan perlakuan fermentasi lainnya karena dapat meningkatkan kadar protein kasar meskipun belum optimal dalam menurunkan kadar serat kasar tongkol jagung.

 

The Evaluation of Corn Cobs Nutritional Qualilty with Different Fermentation Pretreatment

Abstract. Corn cob is one of the agricultural waste products that has not been maximally utilized and has the potential as an alternative feed for livestock. Generally, crop residues have limiting factors as ruminant feed. Various processing technologies are needed to improve the nutritional quality of corn cobs, one of which uses fermentation technology. The high content of lignin makes fermentation unable to run optimally so that a pretreatment process is needed to reduce the lignin content in corn cobs. This study aims to improve the nutritional quality of corn cobs by using different fermentation pretreatments. The research materials used were corn cobs, rice bran, molasses, urea, and MA-11. This study used a completely randomized design consisting of 4 treatments, namely P0 (control/no fermentation), P1 (corn cob fermentation), P3 (corn cob fermentation with steaming pretreatment), P3 (corn cob fermentation with ammoniation pretreatment) with 4 replicates each so that 16 experimental units were obtained. The parameters observed in this study were dry matter content, crude protein, crude fiber, crude fat, ash, and extract material without nitrogen (BETN). The results showed that fermentation pretreatment in this study had a very significant effect (P<0.01) on dry matter, crude protein, ash content, and extract material without nitrogen (BETN), but there was no significant difference in crude fiber and crude fat. Based on the results of this study, it can be concluded that ammoniation fermentation pretreatment treatment gives the best results compared to other fermentation treatments because it can increase crude protein content even though it is not optimal in reducing crude fiber content of corn cobs.




Keywords


Tongkol jagung; fermentasi; pretreatment; kualitas nutrisi; Corn cob; fermentation; pretreatment; nutritional quality;

Full Text:

PDF

References


Amin, M., Hasan, S. D., Yanuariantro, O., dan Iqbal, M. (2015). Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Kualitas Jerami Padi Amoniasi yang Ditambah Probiotik Bacillus Sp. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia, 1(1), 11-17.

Anggorodi, R. (1994). Ilmu Pakan Ternak Umum. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Halili, A. (2014). Analisis Kandungan Selulosa, Hemiselulosa, Lignin, dan Silika Ransum Lengkap Berbahan Jerami Padi (Oryza sativa), daun Gamal, dan umml. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Kurniawan, B., Fathul, F., dan Widodo, Y. (2012). Delignifikasi Pelepah Daun Sawit Akibat Penambahan Urea, Phanerochaete chrysosporium, dan Trameter sp Terhadap Kadar Abu, Kadar Protein, Kadar Lemak dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN). Lampung: Universitas Lampung.

Manu, A. E. (2013). Produktivitas Padang Pengembalaan Sabana Timur Barata. Pastura, 3(1), 25-29.

Rahman. (2003). Teknologi Fermentasi Industri. Jakarta: Penerbit Arcan.

Rohaeni, E. N., N, Amali, & A, Subhan. (2006). Janggel Jagung Fermentasi Sebagai Pakan Alternatif Untuk Ternak Sapi pada Musim Kemarau. Puslitbang Peternakan, 193-196.

Santi. (2018). Analisa Bahan Pakan Secara Kimiawi Analisis Proksimat dan Analisis Serat. Jambi: Fakultas Peternakan Universitas Jambi.

Sembiring, A. (2018). Kajian kandungan nutrisi kuli kopi (Coffea sp) yang difermentasi dengan bahan fermentasi komersil pada level berbeda. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.

Suparjo. (2010). Analisis Bahan Pakan Secara Kimiawi: Analisis Proksimat dan Analisis Serat. Jambi: Fakultas Peternakan Jambi.

Suyasa, I. N., dan Budiari, G. N. (2016). Pemanfaatan Ketersediaan Hijauan Pakan Ternak (HPT) dalam Berbagai Komposisi Pakan Untuk Menjaga Produktivitas Sapi Bali. Pastura, 5(2), 109-113.

Tanyildizi, M., Dursun, O., dan Murat, E. (2007). Production of bacterial α-amylase by B. amyloliquefaciens Under Solid Substrate Fermentation. Biochemical Engineering, 37, 294-297.

Wajizah, S., Samadi, Usman, Y., dan Mariana, E. (2015). Evaluasi Nilai Nutrisi dan Kecernaan In Vitro Pelepah Sawit (Oil Palm Fronds) yang difermentasi menggunakan Aspergillus niger dengan Menambahkan Sumber Karbohidrat yang Berbeda. Agripet, 15(1), 13-19.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i3.25766

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id