Pengaruh Kelas Diameter Batang Terhadap Hasil Getah Pinus Di Desa Tetingi Kecamatan Pantan Cuaca Kabupaten Gayo Lues

Asmaini Asmaini, Ashabul Anhar, Agung Sanjaya

Abstract


 Abstrak. Getah pinus merupakan salah satu komoditi hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang cukup potensial dan Indonesia menduduki peringkat ke 3 di dunia setelah Cina dan Brazil. Peluang pasar getah pinus yang potensial tersebut mendorong pengelola hutan untuk meningkatkan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang pengaruh kelas diameter batang terhadap hasil getah pinus. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompon (RAK) non faktorial, dengan 4 ulangan.  Faktor yang diteliti adalah kelas diameter batang yang terdiri dari 5 taraf, yaitu: diameter 1 (>10-20 cm), diameter 2 (>20-30 cm), diameter 3 (>30-40 cm), diameter 4 (>40-50 cm), dan diameter 5 (>50 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas diameter batang berpengaruh nyata terhadap hasil getah pinus. Semakin besar diameter batang pohon semakin banyak getah yang dihasilakan. Getah yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu kelas diameter 1 (>10-20 cm) sebesar 107,01 g/pohon/10 hari, kelas diameter 2 (>20-30 cm) sebesar 357,43 g/pohon/10 hari, kelas diameter 3 (>30-40 cm) sebesar 636,23 g/pohon/10 hari, kelas diameter 4 (>40-50 cm) sebesar 972,17 g/pohon/10 hari, kelas diameter 5 (>50 cm) sebesar 1672,92S g/pohon/10 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas diameter 3, 4, 5 menghasilkangetah pinus lebih besar dibandinkan kelas diameter 1 dan 2, oleh karena itu perlu dipertimbangkan untuk tidak melakukan penyadapan pada pohon dengan diameter <30 cm, selain getah yang dihasilkan relatif rendah juga dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan pohon.

Effect Of Stem Diameter Class On Fine Resin Yield In Tetingi Village Pantan Cuaca District Gayo Lues Regency

Abstract. Pine sap is one of the potential non-timber forest product (HHBK) commodities and Indonesia production is ranked 3rd in the world after China and Brazil. The potential pine resin market opportunity encourages forest managers to increase production. The potential pine resin market opportunity encourages forest managers to increase production. This study aims to provide information about the effect of stem diameter classes on the yield of pine resin. This study used a non-factorial randomized group design (RBD), with 4 replications. The factors studied were stem diameter classes consisting of 5 levels, namely: diameter 1 (> 10-20 cm), diameter 2 (> 20-30 cm), diameter 3 (> 30-40 cm), diameter 4 (> 40-50 cm), and diameter 5 (> 50 cm). The results showed that the stem diameter class had a significant effect on the yield of pine resin. The larger the diameter of the tree trunk the more sap is produced. The sap produced in this study was diameter class 1 (>10-20 cm) of 107.01 g/tree/10 days, diameter class 2 (>20-30 cm) of 357.43 g/tree/10 days, class diameter 3 (> 30-40 cm) of 636.23 g/tree/10 days, diameter class 4 (> 40-50 cm) of 972.17 g/tree/10 days, diameter class 5 (> 50 cm) of 1672.92S g/tree/10 days. The results showed that diameter classes 3, 4, 5 produce greater pine sap compared to diameter classes 1 and 2, therefore it is necessary to consider not tapping trees with a diameter of <30 cm, besides the relatively low sap produced can also interfere with growth and tree development.



Keywords


Pinus merkusii; Diameter batang; Hasil Getah; Pinus merkusii; stem diameter; sap yield

Full Text:

PDF

References


Audina, N., Raizal, F, S. and Asep, P., 2020. Pengaruh Kelas Umur Terhadap Produktivitas Getah Pohon Pinus Merkusii Di KPH Bandung Utara. Wanamukti, 23 (1). 10-21.

Arsal. 2008. Pengaruh Waktu Dan Letak Ketinggian Sadapan Terhadap Produksi Getah Pinus (Pinus Merkusii Jungh et De Vriese) Di Desa Uwemaje Kecamatan Marawola Kabupaten Donggala. Skripsi. Program Studi Manajemen Hutan Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako.

Budiwanto, S., 2014. Metode Statistika untuk Analisis Data Bidang Keolahragaan, Malang: Universitas Negeri Malang.

Doan, A. N. G., 2007. Ciri-Ciri Fisik Pinus (Pinus Merkusii Jungh et De Vriese) Banyak Menghasilkan Getah Dan Pengaruh Pemberian Stimulansia Serta Kelas Umur Terhadap Produksi Getah Pinus Di RPH Sawangan Dan RPH Kemiri, KPH Kedu Selatan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah.

Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan. Institute Pertanian Bogor.

Evayanti, D., Wulandari, F. T., And Rini, D. S. 2019. Produktivitas Dan Kualitas Getah Pinus Perhutani Kelas Umur VII Di Kesatuan Pengelolaan Hutan Jember. Jurnal Belantara, 2(2), 127-133.

Hutabalian, J, P., Batubara, R., Dalimunthe, A. 2015. Pengaruh Dan Konsentrasi Stimulansi Asam Cuka (C2H4O2) Terhadap Produktivitas Getah Pinus (Pinus Merkusii Jungh et de Vriese). Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, 4 (3).

Lempang, M., 2018. Pemungutan Getah Pinus Dengan Tiga Sistem Penyadapan. Info Teknis Eboni, 15 (1). 1-16.

Listyandari, A. K., 2009. Pengelolaan Tegakan Pinus Di Taman Nasional Gunung Merapi (Studi Kasus Penyadapan Getah Pinus Oleh Masyarakat Desa Ngargomulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah). Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan Dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institute Pertanian Bogor.

Mampi, B., Abdul, H. and Muthmainnah., 2018. Produksi Getah Pinus (Pinus merkusii Jung et de Vriese) Pada Berbagai Diameter Batang Menggunakan Sistem Koakan Di Desa Namo Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi. Jurnal Warta Rimba, 6 (3). 2579-6287.

Makmur, A. 2022. The Evaluation of Contribution Pine Resin to the Community's income in the Village of Seneren Pantan Cuaca Gayo Lues District. Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil. 6(2): 169-176.

Pramanta, R, F., Ryan, M. and Muhammad. R., 2020. Klasifikasi Visual On Screen Satelit Untuk Pemetaan Pinus di Kecamatan Blangjerango. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 5 (1). 2615-2878.

Saputra, M, H., Dodo, Ahmad, S., And Darmawan, E., 2014. Potensi Pinus merkusii Strain Kerinci Sebagai Penghasil Getah Hasil Hutan Bukan Kayu. Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli, 154-160.

Setyowiharto, A. 2008. Penyusunan Model Penduga Potensi Getah Pinus (Pinus Merkusii Jungh et De Vriese) Di KPH Cianjur Perum Perhutani Unit III Jawa Barat Dan Banten. Jurnal Fakultas Kuhutanan Institut Pertanian Bogor.

Slatta, M, K., 2013. Pinus (Pinus Merkusii Jungh et De Vriese) Dan Keberadaannya Di Kabupaten Tona Toraja, Sulawesi Selatan. Info Teknis Eboni. 10 (2). 85-98.

Suhartati, T., 2021. Produktivitas Getah Pinus (Pinus merkusii) Pada Variasi Umur, Diameter dan Jumlah Koakan (Studi Di RPH Sumberejo BKPH Ngadisono KPH Kedu Selatan). Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, 15 (1). 17-22.

Tantra. 1983. Pelestarian Plasma Nutfah Serta Taksonomi Pinus Merkusii Jungh. et de Vriese. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.

Wibowo. 2006. Produktivitas Penyadapan Getah Pinus merkusii Jungh et De Vriese Dengan Sistem Koakan (Quarre System) Di Hutan Pendidikan Gunung Walat Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Fakultas Kehutanan, Institute Pertanian Bogor.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i3.25591

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id