Evaluasi Sistem Pemotongan Ternak dan Kesesuaian Sumber Daya Manusia di Rumah Potong Hewan Lambaro

Mona Lita, Zikri Maulina Gaznur

Abstract


Rumah Potong Hewan menurut Permentan No.13/OT.140/1/2010, adalah bangunan kompleks dengan rancangan dan kriteria tertentu yang diaplikasikan sebagai tempat untuk menyembelih ternak. RPH Lambaro tergolong RPH Jenis 1 yang merupakan usaha milik pemerintah dan dikelola oleh pemerintah serta sebagai bentuk pelayanan umum yang telah berdiri sejak tahun 1985. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemotongan ternak dan kesesuaian daya manusia di RPH Lambaro. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dan observasi untuk mendeskripsikan atau menggambarkan kondisi RPH Lambaro Aceh Besar dengan membandingkan ketentuan yang berlaku yaitu sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13/OT.140/2010 tentang RPH. Berdasarkan hasil evaluasi nilai Prosedur Pemotongan Ternak dan Kesesuaian Sumber daya manusia di Rumah Potong Hewan Lambaro, kelayakan operasional RPH Lambaro dalam menghasilkan daging yang ASUH sudah layak berdasarkan sumber daya manusia di RPH Lambaro termasuk kategori sesuai (S) dengan jumlah nilai kesesuaian (NK) 225 dan prosedur pemotongan ternak RPH Lambaro sesuai dengan jumlah nilai kesesuaian (NK) 295 yang mengacu pada Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 413 Tahun 1992 sebagai pedoman pelaksana kegiatan pemotongan. Dari hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa nilai Prosedur Pemotongan Ternak dan Kesesuaian Sumber daya manusia di rumah potong hewan Lambaro sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 413/310/7/1992 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13/OT.140/2010 yaitu sudah melakukan pemeriksaan ante- mortem,pemeriksaan post- mortem dan proses pemotongan.

Keywords


Pemotongan ternak, RPH Lambaro, Juru Sembelih Halal, Sumber Daya Manusia

Full Text:

PDF

References


Herenda.D, (2007). Manual inspeksi daging untuk negara berkembang. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa Roma.

Pawere, (2012). Proporsi Bangsa, Umur, Bobot Badan Awal Dan Skor Kondisi Tubuh Sapi Bakalan Pada Usaha Penggemukan Buletin Peternakan Vol.36 (3):193-198.

Purdue, (2007). Kualitas dan keamanan daging. Masalah daging. Kondisi pucat, lunak eksudatif (PSE). University Animal Sciences.

Subadyo, A Tutut (2017). Pengelolaan dampak pembangunan Rumah Potong Ternak Ruminansia di Kota Batu.Jurnal ABDIMAS Unmer Malang. Vol 2, Nomor 2.

Subadyo, A. T. (2018). Pengelolaan Dampak Pembangunan Rumah Potong Ternak Ruminansia Di Kota Batu. Jurnal Pengabdian Mayarakat Universitas Merdeka Malang, 2(2), 15-20. https://doi.org/10.26905/abdimas.v2i2.1812

[Kementan] Kementrian Pertanian. 1992. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 413/Kpts/Tn.310/7/1992 tentang Pemotongan Ternak dan Penanganan Daging serta Hasil Ikutannya. Jakarta (ID): Kementan RI.

[Kementan] Kementrian Pertanian. 2010. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13/permentan/OT.140/1/2010 tentang perkriteriaan Rumah Potong Ternak Ruminansia dan Unit Penanganan Daging (Meat Cutting Plan). Jakarta.

Zulfanita. (2008). Kajian Analisis Usaha Ternak Kambing di Desa Lubangsampang Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo. Skipsi. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo.

Zulkifli, A. (2014). Analisis Proses Pengelolaan Pemotongan Sapi Dan Kerbau Di Rumah Potong Ternak Tamangapa Kecamatan Manggala Makassar.Skripsi Universitas Hasannuddin Makassar.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i2.25059

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id