Struktur dan Komposisi Vegetasi Pada Kawasan Lindung Desa Kekuyang Kecamatan Ketol Aceh Tengah

Suryadi Suryadi, Ulfa hansri Ar-Rasyid, Essy Harnelly

Abstract


Abstrak Kawasan lindung adalah kawasan yang ditetapkan memiliki fungsi utama untuk melindungi ekosistem, mengatur tata air dan pengendalian erosi, namun pada kawasan lindung di Desa Kekuyang fungsi tersebut sudah mulai terganggu dikarenakan adanya perkebunan masyarakat di dalam kawasan lindung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur dan komposisi vegetasi pada kawasan lindung Desa Kekuyang, Kecamatan Ketol Aceh Tengah. Penelitian dilakukan pada tiga tipe hutan yaitu hutan sekunder tua, hutan sekunder dan agroforestri kopi. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan agustus 2022 di kawasan lindung Desa Kekuyang, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah dengan menggunakan metode systematic with random start dengan plot berjumlah 23 plot, setiap plot di bagi menjadi plot semai, pancang, tiang dan pohon. Dari hasil penelitian tentang struktur dan komposisi ditemukan bahwa struktur dan komposisi jenis vegetasi dihutan sekunder tua ditemukan 15 jenis, dan pada hutan sekunder ditemukan 19 jenis, dari kedua transek didapatkan 13 jenis tumbuhan penyusun yang sama yaitu jenis bayur, suren, nyatoh, jeluntung, kenari, gayam, jelantang gajah, meranti merah, ulin, medang sahang, luwingan, kareumbi dan mara. Sedangkan pada transek agroforestri kopi hanya ditemukan 10 jenis dan hanya dua jenis tumbuhan penyusun yang sama dengan hutan sekunder yaitu jenis aren dan kemiri.

Analysis Of Vegetation Stucture and Composition in The Protected Area Of Kekuyang Village Ketol District Central Aceh

Abstract. Protected area is an area that is determined to have the main function of protecting ecosystems, regulating water management and erosion control, but in protected areas in Kekuyang village this function has begun to be disrupted due to the presence of community plantations in protected areas. The purpose of this research is to determine the structure and vegetation composition as well as knowing the diversity, evenness and richness of vegetation types. The research was conducted in three types of forest, namely old secondary forest, secondary forest and coffee agroforestry. This research was conducted in August 2022 in the protected area of Kekuyang Village, Ketol District, Central Aceh using the systematic method with random start with a plot of 23 plots, each plot was divided into plots of seedlings, saplings, poles and trees.From the results of research on structure and composition it was found that the structure and composition of vegetation species in old secondary forest found 15 species, and in secondary forest found 19 species, from both transects obtained 13 species of the same constituent plants namely bayur, suren, nyatoh, jeluntung, walnut, gayam, elephant nettles, red meranti, ironwood, medang sahang, luwingan, kareumbi and mara. Meanwhile, in the coffee agroforestry transect, only 10 species were found and only two species of plants that make up the same as the secondary forest, namely sugar palm and candlenut species.


Keywords


Kawasan lindung, struktur dan komposisi vegetasi; Protected areas, vegetation structure and composition

Full Text:

PDF

References


Adianti, I. P. G. S., dan Jawas, A. (2012). Analisis Ekuitas Merek Produk Waterbased Finising Izykote (Kasus Di Kabupaten Gianyar). Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan, 6 (2), 150-159.

Adisah, A., Silitonga, E. M., Manurung, J., dan Hidayat, W. 2022. Kesiapsiagaan Petugas Kesehatan Puskesmas Dalam Manajemen Bencana Di Wilayah Kerjapuskesmas Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 188-203.

Agesti, M. (2018). Keanekaragaman Insecta Di Hutan Pinus Jayagiri Lembang Kabupaten Bandung Barat (Doctoral dissertation, FKIP UNPAS).

Azizi, C., Subhan, S., dan Andini, R. (2022). Keanekaragaman Vegetasi Pada Kawasan Resor Pengelolaan Hutan Alue Geulima Tahura Pocut Meurah Intan, Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 7(2), 779-784.

Dasgupta, A., and Beard, V. A. 2007. Community driven development, collective action and elite capture in Indonesia. Development and change, 38(2), 229-249.

Hilmi, E., Sari, L. K., Cahyo, T. N., Kusmana, C., dan Suhendang, E. (2019). Carbon sequestration of mangrove ecosystem in Segara Anakan Lagoon, Indonesia. BIOTROPIA-The Southeast Asian Journal of Tropical Biology, 26(3), 181-190.

Limanda, V., Iskandar, V., Angela, M., Lengkong, A., Santoso, C., Putrajaya, B., dan Lee, A. (2021). Penerapan Konsep Community Based Tourism dalam Upaya Pembangunan Perekonomian di Desa Wisata Nglinggo.

Manalu, Y.H.B., Muslih, A. M. and Anhar. A. 2021. Analisis Vegetasi pada Kawasan Tahura Lae Kombih Kota Subulussalam. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian. 6(4).

Mueller-Dombois, D., and Ellenberg, H. (1974). Aims and methods of vegetation ecology. Wiley.

Setiadi D. 2005. Keanekaragaman spesies tingkat pohon di taman wisata alam Ruteng, Nusa Tenggara Timur. Biodiversitas 6 (2): 118-122.

Haryadi, N. (2017). Struktur dan komposisi vegetasi pada kawasan lindung air terjun telaga kameloh Kabupaten Gunung Mas. Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian, 42(2), 137-149.

Wahyu A. 2002. Komposisi Jenis Pohon dan Struktur Tegakan di Hutan Hujan Tropika Gunung Karang Pandeglang Banten Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor

Yamada, T., Ngakan, OP., and E. Suzuki. 2005. Differences in growth trajectory and strategy of two sympatric congeneric speciesin an Indonesian floodplain forest.American Journal of Botany. The Botanical Society of America. 92 (10): 45-52.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i2.24449

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id