Pengaruh Dosis Pupuk Kompos dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Kulit Nenas terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.)

Liza Maqfirah, Nanda Mayani, Nurhayati Nurhayati

Abstract


Abstrak. Tanaman terung (Solanum melongena L.) merupakan jenis tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang mempunyai banyak manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman terung akibat dari pengaruh dosis pupuk kompos dan konsentrasi pupuk organik cair kulit nenas serta untuk mengetahui interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola factorial 4x4 dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Adapun faktor pertama yaitu dosis pupuk kompos terdiri atas 4 taraf dan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair kulit nenas yaitu 4 taraf sehingga diperoleh   16 kombinasi perlakuan dan 48 unit percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 2 tanaman sampel terung, sehingga keseluruhan terdapat 96 tanaman. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah bunga, jumlah buah, panjang buah, diameter buah dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan dan hasil terung terbaik akibat dosis pupuk kompos dijumpai pada perlakuan dosis pupuk kompos 2 kg polibag -1. Pertumbuhan dan hasil terung terbaik akibat konsentrasi pupuk organik cair kulit nenas dijumpai pada perlakuan tanpa pemberian pupuk organik cair kulit nenas (kontrol), serta adanya interaksi yang tidak nyata antara dosis pupuk kompos dan konsentrasi pupuk organik cair kulit nenas terhadap semua parameter pengamatan.

Effect of Compost Fertilizer Dosage and Concentration of Liquid Organic Fertilizer Pineapple Peel on Growth and Yield of Eggplant (Solanum melongena L.)

Abstract. Eggplant (Solanum melongena L.). is a type of horticultural plant from the Solanaceae family which has many benefits. This study aims to determine the growth and yield of eggplant as a result of the influence of compost doses and concentrations of pineapple skin liquid organic fertilizer and to determine the interaction between the two factors. This study used a 4 x 4 factorial randomized block design (RBD) with 2 factors and 3 replications. The first factor was the dose of compost consisting of 4 levels and the second factor was the concentration of pineapple skin liquid organic fertilizer which consisted of 4 levels so that 16 treatment combinations  and 48 experimental units were obtained. Each experimental unit consisted of 2 eggplant sample plants, so there were 96 plants in total. Parameters observed were plant height, number of productive branches, number of flowers, number of fruit, fruit length, fruit diameter and fruit weight. The results showed that the best  growth and yield of eggplant due to the dose of compost was found in the treatment of compost  with a dose of 2 kg polybag-1. The best eggplant growth and yield due to the concentration of pineapple peel liquid organic fertilizer was found in the treatment without skins was found in the treatment without pineapple peel liquid organic fertilizer (control), and there was no significant interaction between the dose of compost and the concentration of pineapple peel liquid organic fertilizer for all observation parameters.


Keywords


Pertumbuhan; Hasil; Terung; Pupuk Kompos; Pupuk Organik Cair; Growth; Yield; Eggplant; Compost; Liquid Organic Fertilizer

Full Text:

PDF

References


Andianto, I.D., Armaini dan Puspita, F., 2017. Pertumbuhan dan Produksi Cabai (Capsicum annuum L.) Dengan Pemberian Limbah Cair Biogas dan Pupuk NPK di Tanah Gambut. Jurnal JOM Faperta, 2(1), pp.1–14.

Badan Pusat Statistik, 2021. Statistik Pertanian Hortikultura.

Bertua, I. dan Ardiansyah, 2012. Pengaruh Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L.) pada Tanah Ultisol. Jurnal Bioplantae, 1(4), pp.266–273.

Erfandi, D., Kurnia, U. dan Juarsah, I., 2004. Pemanfaatan Bahan Organik Dalam Perbaikan Sifat Fisik Dan Kimia Tanah Ultisol. In: Prosiding Semnas. Pendayagunaan Tanah Masam, Buku II. Bogor: Puslitbang Tanah dan Agroklimat.

Gomez, K.A dan Gomez, A.A., 2000. Prosedur Statstika Untuk Penelitian Pertanian (Terjemahan A. Sjamsudin dan J.S. Baharsyah). Edisi Kedua. Jakarta: UI Press.

Lingga, P. dan Marsono, 2013. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Marviana, D. dan Utami, L.B., 2014. Respon Pertumbuhan Tanaman Terung (Solanum Melongena L.) Terhadap Pemberian Kompos Berbahan Dasar Tongkol Jagung dan Kotoran Kambing Sebagai Materi Pembelajaran Biologi Versi Kurikulum 2013. JUPEMASI-PBIO, 1(1), pp.161–166.

Nuraini, Y. dan Nanang, S.A., 2003. Pengaruh pupuk hayati dan bahan organik terhadap sifat kimia dan biologi tanah serta pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Habitat, 14(3), pp.139–145.

Rasyid, W., 2017. Kandungan Fosfor (P) Pupuk Organik Cair (POC) Asal Urien Sapi dengan Penambahan Akar Serai (Cymbopogon citratus) Melalui Fermentasi. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Rinsema, 1993. Petunjuk dan Cara Penggunaan Pupuk. Jakarta: Bharata Karya Aksar.

Salisbury, F.B. dan C, R., 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid II. Bandung: Institut Tekonologi Bandung.

Saputra, A., 2019. Aplikasi POC Limbah Kulit Nenas terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Varietas Bondan. Universitas Lancang Kuning.

Sarief, E.S., 1995. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Bandung: Pustaka Buana.

Shinta, K. dan Warisnu, A., 2014. Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Sains dan Seni Pomits, 2(1), pp.2337–3520.

Siswoyo, A., 2021. Pemanfaatan Pupuk Hijau Paitan (Tithonia Diversifolia) dan Pupuk Organik Cair Kulit Nenas (Ananas comosus L.) Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.). Universitas Medan Area.

Steel, R.G.D. dan Torrie, J.H. 1991. Prinsip dan Prosedur Statistika Suatu Pendekatan Biometrik (Terjemahan oleh Bambang Sumantri). Jakarta: Gramedia.

Sumadi, M.R., dan Suminar, E., 2016. Respon Benih Kedelai Terdeteriorasi Terhadap Aplikasi Pelapisan Benih. Prosiding Seminar Nasional dan Kongres PERAGI. Bogor. 653-177.

Susi, N., Surtinah dan R, M., 2018. Pengujian Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Kulit Nenas. Jurnal Ilmiah Pertanian, 14(2), pp.46–51.

Sutiyoso, Y., 2003. Ramuan Pupuk Hidroponik: Tanaman sayur, Tanaman Buah, Tanaman Hias. Jakarta: Penebar Swadaya.

Syahdiman, Dini, A. dan Syariful, H., 2012. Pengaruh Kompos Eceng Gondok Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Terung Pada Tanah Aluvial. Universitas Tanjungpura Pontianak.

Winarso, S., 2005. Kesuburan Tanah : Kesehatan dan Kualitas Tanah. Yogyakarta: Gava Media.

Yanti, E., 2019. Mudah Menanam Terung. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i2.24443

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id