Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Pada Masyarakat Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues

Nurmani Nurmani, Ashabul Anhar, Iqbar Iqbar

Abstract


Abstrak. Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Masyarakat setempat masih memanfaatkan tumbuhan obat secara tradisional dalam mengobati berbagai penyakit yang mereka derita. Pengetahuan pengobatan dengan tumbuhan ini akan hilang bila tidak didokumentasikan. Atas dasar ini penting diteliti agar pengetahuan tersebut tidak hilang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan  Januari sampai Juli 2022 dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 88 jenis tumbuhan obat yang terdiri dari 41 suku (familia) tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kecamatan Terangun sebagai obat. Jenis tumbuhan yang dominan digunakan adalah suku Zingiberaceae sebanyak 9 jenis (10,47%) dan suku Poaceae sebanyak 8 jenis (9,30%). Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat yaitu buah, bunga, daun, batang, akar, biji, rimpang, umbi dan kulit. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan sebagai obat adalah daun sebanyak 35 jenis tumbuhan (39,33 %) dan  bagian yang paling sedikit digunakan adalah umbi yaitu 2 jenis tumbuhan (2,25%). Selanjutnya cara pengolahan untuk obat  dilakukan dengan lima cara pengolah yaitu ditumbuk, dimandikan, diparut, direbus dan dibakar. Pengolahan tumbuhan untuk obat  yang paling dominan adalah dengan cara ditumbuk yaitu sebanyak 39,33% dan diikuti dengan cara direbus sebanyak 34,83%. Tumbuhan obat ini diperoleh dari tiga sumber yaitu dari hutan, kebun dan membeli dari pasar.

(Ethnobotany Study of Medicinal Plants in Terangun Sub-district, Gayo  Lues District)

Abstract. Terangun Distict, Gayo Lues Regency has high biodiversity. Local people still use traditional medical plants in treating various diseases they suffer from. Knowledge of treatment with this plant will be lost if it is not documented. On this basis it is important to research so that knowledge is not lost. This research was conducted from January to July 2022 using interview and observation methods. The results showed that there were 88 types of medicial plants consisting of 41 plant families that were used by the people of Terangun District as medicine. The dominant plant spesies used were Zingeberaceae as many as 9 species (10.47%), and poaceae as many as 8 species (9.30%). Parts of plants used as medicine were leaves as many as 35 types of plants (39.33%) and the least used parts were tubers (2.25%). Furhermore, the processing method for drus is carried out in five processing methods, namely pounding, bathing, grating, boiling and burning. The most dominant processing of plants for medicine is by pounding as much as 39.33% and followed by boiling as much as 34.83%. These medicial plants are obtained from three sources, namely from forests, gardens and buying from the market.


Keywords


Tumbuhan Obat, Masyarakat Terangun, Kabupaten Gayo Lues

Full Text:

PDF

References


Asteria 2013. Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat Pada Masyarakat Di Dusun Semoncol Kecamatan Balai Kabupaten Saranggau. Jurnal Hutan Lestari Vol. 1 Hal 32-34.

Due., 2013 dalam Studi Etnobotani Dan Identifikasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Berbasis Pengetahuan Lokal Di Kabupaten Enrekang.

Ellyf, A. Y. 2015. Etnobotani Obat Di Desa Neglasari Kecamatan Nyalindung Kabupaten Suka Bumi Provinsi Jawa Barat. Skripsi. Universitas Islam Negeri Hidayatullah, Jakarta.

Fakhrozi I. 2009. Etnobotani Masyarakat Suku Melayu Tradisional di Sekitar Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Skripsi. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Mayangsari, A., Indrianto, Bintoro. Dan Surnayanti. (2019). Identifikasi jenis Tumbuhan Obat di Areal Garapan Petani KPPH Talang Mulia Tahura Wan Abdul Rachman. Jurnal Sylva Letari, 7 (1), 1-9.

Meliki, Riza L. DAN Irwan L. 2013. Etnobotani Tumbuhan Obat Oleh Suku Dayak Iban Suku Tanjung Sari Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang. Jurnal Protoboint, Vol 2 (3): 129-135.

Nuraini, Safrida and Hasanuddin., 2021. Pemanfaatan Tumbuhan Tradisional Sebagai Obat Diare Pada Masyarakat Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues. Jurnal Jeumpa, 8(1), pp. 501-515.

Purta, R. A., Wiryono. dan Apriyanto, E. 2012. Studi Etnobotani Suku Serawai di Kelurahan Sukaramai Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Jurnal Penelitian dan Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 1(3) , pp. 217-224.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i3.24407

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id