Kajian Konflik Masyarakat dengan Satwa Liar di Desa Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara

Riska Riska, Misdi Misdi, Iqbar Iqbar

Abstract


Abstrak. Masyarakat Desa Ketambe memiliki lahan yang sempit untuk pemenuhan kebutuhan hidup dan ekonomi keluarga. Lokasi Desa Ketambe berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), sehingga masyarakat sangat berpotensi melakukan kegiatan perambahan dalam usaha meningkatkan pendapatan dengan memperluas lahan garapan khususnya sektor perkebunan. Lokasi perkebunan masyarakat Desa Ketambe yang berbatasan dengan TNGL yang dihuni oleh banyak jenis satwa liar juga berpotensi untuk terjadinya konflik akibat gangguan yang ditimbulkan oleh satwa liar. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mendapatkan data penyebab terjadinya konflik antara masyarakat dengan satwa liar, bagaimana persepsi masyarakat terhadap konflik tersebut, dan bagaimana karakteristik masyarakat Desa Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai November 2022 dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir semua masyarakat mengalami konflik dengan satwa liar. Penyebab terjadi konflik antara masyarakat dengan satwa liar akibat perambahan untuk memperluas kebun, kuranganya pakan satwa liar di dalam hutan  pada musim tertentu, hasil perkebunan masyarakat dapat menjadi pakan kesukaan satwa liar, berubahnya kebiasaan mencari makan di dalam hutan dari satwa liar akibat aktivitas memberi makan oleh manusia yang melintasi jalan negara yang berbatasan dengan TNGL. Masyarakat berpendapat bahwa kerusakan akibat satwa liar tersebut mengakibatkan kurangnya hasil panen, mengalami kerugian bahkan sebagian masyarakat gagal panen. Upaya yang dilakukan masyarakat Desa Ketambe untuk mencegah terjadinya konflik adalah mengusir satwa liar kembali ke habitatnya dengan membuat bunyi-bunyian dari drum bekas, petasan, membuat ular-ularan dari ban bekas, menyediakan anjing penjaga dan mebuat pagar pembatas untuk memberi efek jera terhadap satwa liar agar tidak kembali lagi menganggu tanaman masyarakat.

(Study of Community Conflict with Animals in Ketambe Village, Southeast Aceh District)

Abstract.  The people of Ketambe Village have limited land to meet their family's economic and subsistence needs.  The location of Ketambe Village is directly adjacent to the Gunung Leuser National Park (TNGL) communities have the potential to carry out encroachment activities in an effort to increase income by expanding arable land, especially the plantation sector.  The location of the community plantations in Ketambe Village, which borders the TNGL which is inhabited by many types of wild animals, also has the potential for conflict due to disturbances caused by wild animals.  Therefore research is needed to obtain data on the causes of conflicts between communities and wild animals, how are people's perceptions of these conflicts, and what are the characteristics of the people of Ketambe Village, Southeast Aceh District.  This research was conducted from May to November 2022 using observation and interview methods.  The results of this study indicate that almost all communities experience conflict with wild animals.  The causes of conflict between communities and wild animals due to encroachment to expand gardens, lack of wild animal feed in the forest in certain seasons, community plantation products can become favorite food for wild animals, changing habits of foraging in the forest of wild animals due to feeding activities by  people crossing state roads bordering TNGL.  The community believes that the damage caused by wild animals results in a lack of crop yields, losses and even some people fail to harvest.  Efforts made by the people of Ketambe Village to prevent conflicts from occurring are, driving wild animals back to their habitat, by making sounds from used drums, firecrackers, making snakes from used tires, providing guard dogs and making guardrails to give a deterrent effect to animals,  wild so as not to return to disturb the community's plants.


Keywords


Konflik Satwa Liar, Masyarakat Desa Ketambe, TNGL

Full Text:

PDF

References


Bogor.Arum, S. R., Sunarto, R., 2018.Studi Karakteristik Wilayah Konflik Antara Gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatranus) dengan Masyarakat di Sekitar Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. Jurnal Metamorfosa, V (2), pp. 259-265.

Drakel, A. 2010. “Kajian Marjin Pemasaran Kopra Dikecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan”, Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan.

Garsetiasih, R. (2015). Persepsi masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Meru Betiri dan Taman Nasional Alas Purwo yang terganggu satwa liar terhadap konservasi banteng (Bos javanicus d'Alton 1832).Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 12(2), pp. 119-135

Nasichah, Z., Harianto, P. S., Winarno, D. G., 2018. “ Mitgation Of Simpai (Presbitys Melalophos) Disturbance On Agroforestry In Protection Forest Register 25 Pematang Tanggang, Kelumbayan, Tanggamus” Jurnal Sylva Lestari.

Nazif, R., Gholib., Rahmi, E., Sayuti, A., Lubis, M. T., Balqis, U., 2018. The Effect of Audio Recording For Playback Experiment To The Alteration of Orangutan’s Territorial Behavior. Jurnal Medika Veterinaria, 12 (1), pp 15-23.

Patana P., dan Azmi. W. 2009. Konflik Manusia dan Gajah di Kabupaten Langkat. Sumatera Utara. Fauna and Flora International. Medan.

Peraturan Menteri Kehutanan No.P. 48 Tahun 2008 Tentang Penanggulangan Konflik Antara Manusia dan Satwa Liar.

Pratama, S. G., Wratsangka, R., 2018. “ Kajian Bayi Berat Lahir Rendah Berhubungan Dengan Ibu Hamil Bersuamikan Perokok Aktif” Jurnal Biomedikal Dan Kesehatan.

Rianti, A., Garsetiasih, R., 2017. Persepsi Masyarakat Terhadap Gangguan Gajah Sumatera (Elephas maxsimus Sumatranus) Di Kabupaten Komering Ilir. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 14 (2), pp 83-99.

Santoso, B., Febriani, S. L., Subiantoro, d., 2019. Pemetaan Konflik Menyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis Raffles) Di Desa Sepakung Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Jurnal Indonesia Journal of Conservation, 8(02), pp 138-145.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i2.24405

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id