Analisis Efisiensi Pemasaran dan Nilai Tambah Komoditi Kacang Tanah di Gampong Baro Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar.

Raudlatul Jamilah, Agustina Arida, Mustafa Usman

Abstract


Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pemasaran kacang tanah sudah efisien, ditinjau berdasarkan farmer’s share, efisiensi pemasaran dan elastisitas transmisi harga serta untuk mengetahui pengolahan kacang tanah menjadi kacang gongseng dapat memberikan nilai tambah bagi petani. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey. Objek penelitian adalah petani kacang tanah, lembaga pemasaran dan petani yang melakukan pengolahan. Ruang lingkup penelitian ini terfokus pada pemasaran dan nilai tambah. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara. Jenis data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Teknik penentuan sampel secara random sampling terhadap petani kacang tanah, lembaga pemasaran secara snowball sampling dan nilai tambah dengan metode sensus. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 orang yaitu 17 petani, 4 produsen kacang kupas/ pengolah, 21 pengecer dan 1 petani yang melakukan pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan pemasaran kacang tanah pada saluran pemasaran I (Petani → Konsumen) efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 100%, efisiensi pemasaran sebesar 2% dan nilai elastisitas transmisi harga sebesar 1.  Pada saluran pemasaran II (Petani → Pengecer → Konsumen) efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 69,1% dan efisiensi pemasaran sebesar 5,14%, sedangkan ditinjau berdasarkan elastisitas transmisi harga sebesar 8,004 belum efisien. Pada saluran pemasaran III (Petani → Pengumpul → Pengecer → Konsumen) efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 69,17%, efisiensi pemasaran sebesar 7,9%, sedangkan ditinjau berdasarkan elastisitas transmisi harga sebesar 1,38 belum efisien. Pada saluran pemasaran IV (Produsen kacang kupas/ pengolah desa → Pengecer → Konsumen) tidak efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 35,63%, elastisitas transmisi harga sebesar 0,712 dan kurang efisien ditinjau berdasarkan efisiensi pemasaran sebesar 34,65%. Pada saluran pemasaran V (Produsen kacang kupas/ pengolah kecamatan → Konsumen) tidak efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 35,59%, elastisitas transmisi harga sebesar 0,3559 dan kurang efisien ditinjau berdasarkan efisiensi pemasaran sebesar 37,46%. Sedangkan untuk nilai tambah kacang tanah diolah menjadi kacang gongseng mampu memberikan nilai tambah yang tinggi dan nilai tambah positif yaitu sebesar 73%.

Analysis Of Marketing Efficiency And Added Value Of Commodities Of Peanuts In Gampong Baro, District Mesjid Raya, Aceh Besar

Abstract. This study aims to find out if the marketing system for peanuts is efficient, reviewed based on farmer's share, marketing efficiency and price transmission elasticity and to find out that processing peanuts into gongseng beans can provide added value for farmers. The research method used is survey method. The object of research is peanut farmers, marketing agencies and farmers who do the processing. The scope of this research is focused on marketing and added value. Data collection techniques through the interview method. The type of research data is primary and secondary data. The technique of determining the sample by random sampling of peanut farmers, marketing agencies by snowball sampling and added value by the census method. The analysis used in this research is descriptive analysis and quantitative analysis. The sample in this study were 43 people, namely 17 farmers, 4 peeled peanut producers/processors, 21 retailers and 1 farmer who did the processing. The results showed that peanut marketing in marketing channel I (Farmers → Consumers) was efficient in terms of farmer's share of 100%, marketing efficiency of 2% and price transmission elasticity value of 1. In marketing channel II (Farmers → Retailers → Consumers) was efficient in terms of based on the farmer's share of 69.1% and marketing efficiency of 5.14%, while in terms of price transmission elasticity of 8.004 it is not yet efficient. In marketing channel III (Farmers → Collectors → Retailers → Consumers) it is efficient in terms of farmer's share of 69.17%, marketing efficiency of 7.9%, while in terms of price transmission elasticity of 1.38 it is not yet efficient. In marketing channel IV (peanut peel producer/village processor → Retailer → Consumer) it is not efficient in terms of farmer's share of 35.63%, price transmission elasticity of 0.712 and less efficient in terms of marketing efficiency of 34.65%. In the marketing channel V (Peanuts producer/district processor → Consumer) it is not efficient in terms of farmer's share of 35.59%, price transmission elasticity of 0.3559 and less efficient in terms of marketing efficiency of 37.46%. Meanwhile, the added value of peanuts processed into gongseng peanuts is able to provide high added value and a positive added value of 73%.



Keywords


Saluran Pemasaran, Farmer’s Share, Efisiensi Pemasaran, Elastisitas Transmisi Harga, Nilai Tambah; Marketing Channels, Farmer's Share, Marketing Efficiency, Price Transmission Elasticity, Value Added.

Full Text:

PDF

References


Afiza, Y., & Syahrantau, G. (2019). Analisis Margin Pemasaran Semangka Madu Di Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Agribisnis, 8(1), 9–16.

Anggreani, R., Hadayani, & Sulmi. (2021). Analisis pemasaran cabai rawit di desa astina kecamatan torue kabupaten parigi moutong. E-J. Agrotekbis, 9(4), 927–933.

Kurniawan, F. R., Prawitasari, S., & Hadi, S. (2019). Analisis Pemasaran Tape Singkong Di Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso. Agribest, 1–8.

Lastinawati, E., Mulyana, A., Zahri, I., & Sriati, S. (2018). Analisis Transmisi Harga Beras di Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Lahan Suboptimal, 7(1), 43–49.

Miftah, H., Yoesdiarti, A., & Maulana, M. (2018). Analisis Nilai Tambah Olahan Gula Aren Di Kelompok Usaha Bersama (Kub) Gula Semut Aren (Gsa). Jurnal Agribisains, 4(2), 8–14.

Nasruddin, W. (1996) Tataniaga Pertanian. Universitas Terbuka.

Rahmayani, T., Wardhana, M. Y. and Arida, A. (2022) ‘Efisiensi Usahatani Padi ( Komparatif Antara Anggota Dan Ceureumen Kabupaten Aceh Barat’, 7(November), pp. 307–314.

Sutisna, A. D. (2021). Analisis Integrasi Pasar dan Transmisi Harga Gabah di Provinsi Lampung. AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies, 2(2), 81–88.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i2.24340

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id