Laju Infiltrasi pada Tanah Ultisols Kebun Kelapa sawit di Desa Sukatani, Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen

Niya Putri Utami, Teuku Alvisyahrin, Hairul Basri

Abstract


Abstrak. Laju infiltrasi adalah banyaknya air yang masuk ke dalam tanah melalui permukaan tanah per satuan waktu pada kondisi tanah tertentu. Laju infiltrasi dapat dipengaruhi oleh beberapa sifat tanah. Penelitian ini dilaksanakan di kebun kelapa sawit Desa Sukatani, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen yang bertujuan untuk mendapatkan laju infiltrasi pada tanaman kelapa sawit yang berumur 5, 10, dan 15 tahun. Penelitian kuantitatif ini menggunakan alat Double Ring Infiltrometer pada tanah Ultisols dengan perhitungan menggunakan model Horton. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata laju infiltrasi tanaman kelapa sawit mengalami peningkatan dari 0,1 cm jam-1 atau setara dengan 1 mm jam-1 pada umur 5 tahun menjadi 0,4 cm jam-1 atau setara dengan 4 mm jam-1 pada umur 10 tahun. Bertambahnya umur tanaman kelapa sawit dari 10 ke 15 tahun tidak menunjukkan peningkatan laju infiltrasi yang lebih jauh. Laju infiltrasi dari ketiga kelompok umur tanaman kelapa sawit ini termasuk kedalam kriteria laju infiltrasi lambat, yang mana, hal ini dapat dikaitkan dengan tingginya fraksi liat tanah dan porositas yang kurang baik pada tanah perkebunan sawit ini.

Infiltration Rate of Ultisols Under Oil Palm Plantation in Sukatani Village, Juli Sub-District, Bireuen District

Abstract. Infiltration rate is the amount of water that enters the soil through the soil surface within a specific period of time under certain soil conditions. Infiltration rate can be influenced by certain soil properties. This research was conducted in an oil palm plantation in Sukatani Village, Juli Sub-District, Bireuen District, which aimed to obtain infiltration rates of soils under oil palm crop that were 5, 10, and 15 years old. This quantitative study employed a Double Ring Infiltrometer that was installed in Ultisols with Horton model used for calculations. The results of this study indicate that the average infiltration rate of oil palm crop increased from 0.1 cm hour-1 or the equivalent of 1 mm hour-1 for 5 year old crop to 0.4 cm hour-1 or the equivalent of 4 mm hour-1 for 10 year old crop. An increase in age of oil palm crop from 10 to 15 years did not yield a further increase in infiltration rate. The infiltration rate of these three oil palm age groups is considered slow which can be attributed to the high clay fraction and poor porosity of the soil in this plantation.


Keywords


Laju infiltrasi; kebun kelapa sawit; sifat tanah; Infiltration rate; oil palm plantations; soil properties

Full Text:

PDF

References


Achmad, M. 2011. Buku Ajar Hidrologi Teknik. Hibah Penulis Buku Ajar bagi Tenaga Akademik. Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin.

Amiruddin dan Arham, M. 2020. Kapasitas Infiltrasi pada Penutupan Tanah yang Berbeda dengan Metode Rainfall Simulator. Program Studi Teknik Pengairan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.

Arsyad, S. 1989., Konservasi Tanah dan Air. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Azizah, C., Hidayati, P., Bambang, D.D., Iwan, R., dan Muh, T. 2019. Sifat Fisika Tanah dan Hubungannya dengan Kapasitas Infiltrasi DAS Tamiang. Jurnal Tanah dan Iklim, 43(2), pp. 167-173.

Badaruddin., Friska, A.P., dan Syarifuddin, K. 2021. Analisis Infiltrasi Berbagai Unit Lahan yang Berbeda pada Sub DAS Banyu Irang DAS Maluku. Jurnal Rimba Lestari, 1(1), pp. 47-58.

Chairani, S., Idkham., dan Dina, W. 2015. Analisis Pengolahan Tanah dengan Menggunakan Traktor Roda Empat dan Pemberian Sekam Padi Terhadap Perubahan Sifat Fisika dan Mekanika Tanah. Prosiding Seminar Nasional Biotik.

Darwia, S., Ichwana., dan Mustafril. 2017. Laju Infiltrasi Lubang Resapan Biopori (LRB) Berdasarkan Jenis Bahan Organik sebagai Upaya Konservasi Air dan Tanah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa pertanian Unsyiah, 2(1), pp. 320-330.

Gardiner, D.T., and Miller, R.W. 2004. Soil in Our Environment Tenth Edition. America: Person Education. New Jersey.

Harianja, H. 2009. Infiltrasi pada Berbagai Kelas Umur Kelapa Sawit (Elaeis guineensis). Departemen Kehutanan. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan.

Harimi, N. 2018. Pengaruh Tipe Vegetasi Tumbuhan Terhadap Laju Infiltrasi di Kawasan Geothermale Suum Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar Sebagai Referensi Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan. Program Studi Tarbiyah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

Irawan, T., dan Yuwono S.B. 2016. Infiltrasi pada Berbagai Tegakan Hutan di Arboretum Universitas Lampung. Jurnal Sylva Lestari, 4(3), pp. 21-34.

Islami, T., dan Utomo. 1995. Hubungan Tanah, Air dan Tanaman. Semarang: IKIP Semarang Press.

Kadir, S., Badaruddin., dan Pratiwi Y. 2019. Penerapan Model Horton untuk Kuantifikasi Infiltrasi Tegakan Karet di DAS Maluka Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Teknik Lingkungan, 5(2), pp. 70-78.

Lee, R. 1989. Hidrologi Hutan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Maqdisa, S., Jamilah., dan Purma, M. 2018. Kapasitas Infiltrasi pada 4 Jenis Penggunaan Lahan di Desa Sei Silau Barat Kecamatan Setia Janji Kabupaten Asahan. Jurnal Agroekoteknologi FP USU. 6(3), pp. 558-562.

Paga, B.O., dan Reniana. 2021. Perhitungan Laju Infiltrasi pada Kebun Percontohan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua. Jurnal Agritechno, 14(1), pp. 36-41.

Uhland, R.E., and O’neil, A.M. 1951. Soil Permeability Determination For Use In Soil and Water Conservation. New York.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i2.24181

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id