Pengaruh Dosis NPK dan Genotipe Kedelai Kipas Putih terhadap Pertumbuhan tanaman

Nurhaqqi Nurhaqqi, Bakhtiar Bakhtiar, Zuyasna Zuyasna

Abstract


Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat efektivitas dosis NPK dan genotipe terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. Lokasi penelitian di gampong Lampeudaya Kecamatan Darussalam, Aceh Besar mulai Agustus 2021 hingga Januari 2022. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 7 diulang 3 kali. Dosis pupuk NPK sebagai faktor pertama sedangkan genotipe kedelai sebagai faktor kedua. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf yaitu 200 kg ha-1, 300 kg ha-1 dan 400 kg ha-1. Faktor kedua terdiri dari 7 taraf genotipe yang terdiri dari galur mutan B4, B7, B13, B18, B22, varietas Kipas Putih dan varietas Biosoy (pembanding). Diketahui dosis NPK 400 kg ha-1 berefek lebih baik pada jumlah cabang per tanaman, umur berbunga, dan jumlah polong per tanaman. Genotipe terbaik adalah B18 pada jumlah cabang per tanaman. Interaksi antara dosis NPK dan genotipe terjadi pada tinggi tanaman 5 minggu setelah tanam (MST) dengan kombinasi terbaik galur mutan B13 dan dosis 400 kg ha-1

judul B. inggris. (Effect of NPK Fertilizer Doses and Genotypes on The Growth of Soybean Plants (Glycine max (L) Merr.))

Abstract.  The purpose of this study was to determine the effect of NPK dose and genotype on soybean plant growth. The research was conducted in Gampong Lampeudaya, Darussalam District, Aceh Besar from August 2021 to January 2022. This study used a Randomized Design Group of 3 x 7 factorial patterns with 3 tests. The dose of NPK fertilizer  as the first  factor while the genotype of soybeans as the second factor. The first factor consists of 3 levels, namely 200 kg ha-1, 300 kg ha-1 and 400 kgha-1. The second factor consists of 7 levels of genotypes consisting of mutant strains B4, B7, B13, B18, B22, Kipas Putih varieties and Biosoy varieties (as a comparison). From research it is known that dosis NPK 400 kg ha-1 is better on the parameters of the number of branches per plant,  the age of flowering, and the number of pods per plant. The best genotype is B18 on the parameter of the number of branches per plant. The interaction between NPK dose and genotype occurred at plant height 5 weeks after planting (WAT) with the best combination of mutant strain B13 and dose 400 kg ha-1


Keywords


Dosis NPK, Galur Mutan, Kedelai, Kipas Putih; NPK dosage, mutant line, soybean, var. Kipas Putih

Full Text:

PDF

References


Adie, M. M. dan Krisnawati A., 2007. Biologi Tanaman Kedelai. in: Sumarno, Suyamto, Adi Widjono, Hermanto and Husni Kasim. Kedelai, Teknik Produksi dan Pengembangan. Bogor, IDN: Pusat Penelitian Tanaman Pangan. pp.45-73.

Afidah, I. K., Satyana, A. K. dan Sitompul, S. M., 2019. Pengaruh Lama Penyinaran (Fotoperiode) terhadap Pertumbuhan dan Hasil pada Tiga Varietas Kedelai (Glycinemax L. Merr). Produksi Tanaman, 7(1), pp.68–73.

Arizka S. P., N. Nurmaulli dan Y. Nurmiaty., 2013. Efisiensi Dosis Pupuk NPK Majemuk. Jurnal Agrotek Tropika, 1(2), pp.179-182.

Arwin dan Mulyana H. I., 2010. Evaluasi Sifat Agronomi Galur-Galur Mutan Kedelai Berumur Genjah dengan Sistim Tanpa Olah Tanah pada Lahan Bekas Sawah. Prosiding Symposium dan Pameran Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi. Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi- BATAN,pp.181-186.

Badan Pusat Statistik.2020.Berita:Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai. [online] Available at: [Accessed 21 March. 2021]

Badan Litbang Pertanian. 2012. Berita: Dering 1 Varietas Unggul Baru Kedelai ToleranKekeringan.http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/infotek/dering-1-varietas-unggul-baru-kedelai-toleran-kekeringan/. Diakses tanggal:24 maret 2021

Bakhtiar, T. Hidayat dan Y. Jufri. 2014. Keragaan Pertumbuhan dan Komponen Hasil Beberapa Varietas Unggul Kedelai di Aceh Besar. Jurnal Floratek. 9: 46-52.

Balitkabi. 2016. Deskripsi Varietas Unggul Kedelai 1918-2016. http://balitkabi. litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2016/09/kedelai.pdf. Diakses tanggal: 15 April 2021.

Fatimah G. S., Nafery dan R., Asnawi. B. 2017. Respon Tanaman Kedelai (Glycine max (L.)Merrill) Varietas Rajabasa Akibat Pemberian Pupuk Organik dan NPK Phonska Terhadap Pertumbuhan dan Hasil. Jurnal Triagro, 2(2), pp. 9-17.

Handayanto dan K, Hairiah. 2007. Biologi Tanah. Pustaka Adipura. Yogyakarta.

Handriawan, A., Respatie, D. W. dan Tohari. 2016. Pengaruh Intensitas Naungan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Kultivar Kedelai (Glycinemax (L.) Merrill) di Lahan Pasir Pantai Bugel, Kulon Progo. Vegetalika, 5(3), pp.1–14.

Hartatik, W dan Ladiyani R.W., 2015. Pengaruh Pupuk Majemuk NPKS dan NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah pada Incepisol. Jurnal Penelitian Tanaman Pangan,34(2), pp.170-176.

Ghufrani Y., 2020. Keragaan Hasil Dan Komponen Hasil Galur Kedelai (Glycine max L. Merrill) Mutan M7 Kipas Putih. Universitas Syiah Kuala, Darussalam.

Inayati, A., dan Yusnawan, 2016. Characteristics of superior soybean breeding lines tolerance to rust (Phakopsora pachyrhizi syd). Jurnal Biosaintifika, 8(1), pp.2338-7610.

Pramono W. J., 2016.Uji Efisiensi Pupuk Majemuk dan Pupuk Tunggal Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena, L) pada Tanah Gambut dan Mineral. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau.

Rahmat, F., Zuyasna, dan Mayani, N., 2018. Uji Daya Hasil Kedelai (Glycinemax (L.) Merril) Varietas Kipas Merah Mutan Generasi Ke-3 (M3) di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah, 3(2), pp.31–42.

Sa’diyah, N., Zulkarnain, J. dan Barmawi, M., 2016. Uji Daya Hasil Beberapa Galur Kedelai (Glycinemax [L ] Merrill). Agrotek Tropika, 4(2), pp.117–123.

Sibarani, I. B., R.R. Lahay., dan D.S. Hanafiah, 2015. Respon Morfologi Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill) Varietas Anjasmoro Terhadap Beberapa Iradiasi Sinar Gamma. Jurnal Online Agroteknologi, 3(2), pp.515-526.

Sjamsijah, N., Varisa, N. dan Suwardi, 2018. Uji Daya Hasil Beberapa Genotipe Tanaman Kedelai (Glycinemax (L.) Merrill) Produksi Tinggi dan Umur Genjah Generasi F6. Agriprima, 2(2), pp.106–116.

Widyastuti, R., 2009. Pengaruh Pemberian Pupuk Majemuk NPK Phonska dan Pupuk Hayati Petro Bio pada Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L.). Universitas Brawijaya, Malang.

Zuyasna, Effendi, Chairunnas dan Arwin, 2013. Pemurnian Varietas Kipas Putih dan Kipas Merah Dalam Rangka Mendapatkan Galur Mutan Tahan Kekeringan dan Berpotensi Hasil Tinggi. Prosiding Semhas Hortikultura Agronomi dan Pemuliaan Tanaman 3 In One. Malang, Indonesia: Universitas Brawijaya.

Zuyasna, E.Hayati,Y.Ghufrani,A.Marliah,B.Basyah, and Nura. 2022. Yieldcomponents of theM7Kipas Putihmutantsoybean. IOP Conf.Series: Earth and Environmental Science 951 (2022) 012049. doi:10.1088/1755-1315/951/1/012049




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i1.24010

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id