Pengaruh Perbandingan Konsentrasi Minyak Nilam Terhadap Kualitas Parfum secara sensori

Wilda Hikmah, Yuliani Aisyah, F Fahrizal

Abstract


Abstrak. Atsiri Research Center (ARC) merupakan pusat riset komoditi atsiri di Universitas Syiah Kuala yang fokus meneliti dan mengembangkan tanamana nilam. Tanaman nilam di Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil minyak atsiri terbesar di dunia. Penggunaan minyak atsiri saat ini telah banyak diaplikasikan dalam beberapa industri salah satunya yaitu parfum. Kualitas parfum dapat ditentukan dengan daya tahan lama aroma parfum dan kejernihan parfum. Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan daya tahan aroma parfum dilakukan dengan meningkatkan persentase bibit parfum dalam formulasi parfum. Pada pengujian warna/kejernihan parfum diperoleh hasil sampel I memiliki warna yang jernih, sampel II kuning jernih dan sampel III kuning keemasan. Uji organoleptik warna parfum sampel I, II dan III diperoleh hasil bahwa tingkat kesukaan warna berkisar antara 2,6 sampai dengan 3,1 yang berarti mengindikasikan suka. Uji organoleptik aroma diperoleh hasil sampel I memiliki aroma yang paling banyak disukai oleh panelis dengan kisaran angka 3,7 sedangkan sampel III memiliki aroma yang paling tidak disukai oleh panelis dengan kisaran angka 2. Pada uji ketahanan aroma diperoleh bahwa sampel II memiliki ketahanan aroma selama 72 jam. Pada uji kesukaan parfum diperoleh bahwa sampel parfum I paling banyak disukai oleh responden yaitu sebesar 47%.

Comparison Effect of Patchouli Oil Concentration on Sensory Perfume Quality

Abstract. Atsiri Research Center (ARC) is a research center for essential commodities at Syiah Kuala University which focuses on researching and developing patchouli plants. Patchouli plants in Indonesia are known as one of the largest essential oil producers in the world. The use of essential oils has now been widely applied in several industries, one of which is perfume. The quality of perfume can be determined by the longevity of the fragrance and the clarity of the perfume. Efforts were made to increase the longevity of perfume aroma by increasing the percentage of perfume seeds in perfume formulations. In testing the color/purity of the perfume, it was obtained that sample I had a clear color, sample II was clear yellow and sample III was golden yellow. The organoleptic test for the color of the perfume samples I, II and III showed that the level of preference for color ranged from 2.6 to 3.1 which means it indicates liking. The organoleptic aroma test showed that sample I had the most preferred aroma by the panelists with a range of 3.7, while sample III had the least preferred aroma by the panelists with a range of 2. In the aroma resistance test, it was found that sample II had an aroma resistance of 72 hour. In the perfume preference test, the result was that perfume sample I was most liked by respondents, with a percentage of 47%.


Keywords


Atsiri Research Center (ARC); Kualitas parfum; Minyak nilam; Perbandingan konsentrasi

Full Text:

PDF

References


Bambang, I., Diah, A. P., Wa Ode, dan Bambang, P., 2013. Karakteristik Gel Pengharum Ruangan dengan Berbagai Grade Patchouli Alcohol dan Konsentrasi Minyak Nilam. Jurnal Teknik Kimia. 7(2): 48-53.

Ginting, Z., Ishak, I., & Ilyas, M. 2021. Analisa Kandungan Patchouli Alcohol dalam Formulasi Sediaan Minyak Nilam Aceh Utara (Pogostemon Cablin Benth) sebagai Zat Pengikat Pada Parfum (Eau De Toilette). Jurnal Teknologi Kimia Unimal. 8(1): 12-25.

Gunawan, I., dan Rahayu, P. 2021. Formulasi dan Evaluasi Parfum Tipe Eau de Toilette (EDT) “Senarai Jingga”. Jurnal Kesehatan. 12(2): 257-270.

Hariyani, Widaryanto, E., dan Herlina, N. 2015. Pengaruh Umur Panen terhadap Rendemen dan Kualitas Minyak Atsiri Tanaman Nilam (Pogostemon Cablin Benth). Jurnal Produksi Tanaman. 3(3): 205-211.

Junaidy, R., Redha, F., dan Sulaiman, I. 2019. Peningkatan Kadar Alcohol Patchouli dalam Minyak Nilam dengan Metode Destilasi Fraksinasi Vakum Bantuan Gelombang Ultrasonik. Majalah Biam. 15(1): 56-61.

Mustakim, M. N., Sari, M., dan Kholis, M. N., 2019. Pemanfaatan Minyak Biji Kopi (Fine Robusta Toyomerto) sebagai Bahan Baku Pembuatan Parfum Eau De Toilette. Agroindustrial Technology Journal. 3(1): 20-31.

Pramudono, K. N. 2016. Studi Campuran Surfactant untuk Menentukan Fungsi Solubilizer dan Fixative pada Industri Parfum. Jurnal MIPA. 38(1): 57-67.

Wahyuningtias, D. 2010. Uji Organoleptik Hasil Jadi Kue Menggunakan Bahan Non Instant dan Instant. Binus Business Review. 1(1): 103-116.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i1.23912

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id