Nilai Ekonomi Hutan Wisata Alam Bur Telege dengan menggunakan Travel Cost Method di Kawasan Hutan Bur Telege, Kabupaten Aceh Tengah

Anggela Sapitri, Tuti Arlita, Akhmad Baihaqi

Abstract


Abstrak. Pemanfaatan hutan secara berkelanjutan salah satunya ialah menjadikan hutan sebagai suatu kawasan wisata. Wisata akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika kunjungan wisatawan setiap tahunnya meningkat. Perhitungan nilai ekonomi dapat dilihat dari segi biaya perjalanan, karakterisrik serta persepsi pengunjung terhadap suatu wisata. Perlunya ada penelitian ini agar dapat mengetahui nilai ekonomi yang dihasilkan berdasarkan metode perjalanan. Data didapatkan berasal dari data primer dan data sekunder.  Penentuan sampel menggunakan metode accidental sampling sehingga mendapatkan 55 sampel dengan cara menggunakan  teknik wawancara serta pembagian kuesioner terhadap responden. Kemudian data diolah dengan menggunakan analisis deskriptif, metode biaya perjalanan (travel cost method), SPSS dan interval skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan karakteristik perempuan dan laki-laki jumlahnya hampir seimbang dengan status lebih banyak belum menikah serta berada di rentang umur antara 17-25 tahun. Nilai ekonomi yang dihasilkan berdasarkan biaya perjalanan (travel cost method) ialah sebesar Rp. 8.569.888.600,-/tahun, dengan rata-rata per orang sebesar Rp. 470.873,- /orang. Persepsi pengunjung terhadap objek wisata alam Bur Telege berdasarkan kondisi tempat memiliki kategori baik, kelengkapan fasilitas memiliki kategori baik, serta kategori untuk jarak adalah netral.

The Economic Value Of The Bur Telege Natural Tourism Forest Using The Travel Cost Method In The Bur Telege Forest Area Aceh Tengah Regency

Abstract. One of the sustainable utilization of forests is to make forests as an tourism area. Tourism area would have a high economic value if tourist visitors increase every year. The calculation of economic value can be seen in terms of travel costs, characteristics, and visitor reviews of the tour. There was a need for this research in order to found out the economic value generated based on the travel method. Data obtained came from primary data and secondary data.  Determination of the sample was using accidental sampling method to get 55 samples by using interview techniques and distributing questionnaires to respondents. Then the data was processed using descriptive analysis, travel cost method, SPSS, and interval score. The results showed that the comparison of the characteristics of women and men was almost balanced with more unmarried status and in the age range between 17-25 years. The economic value generated based on the travel cost method is Rp. 8,569,888,600,-/year, with an average Rp. 470,873,-/person. Visitors review of Bur Telege natural attractions based on the environment in a good category, the completeness for facilities has a good category, and the category for distance is neutral.


Keywords


Hutan; Wisata alam; Bur Telege; Nilai ekonomi; persepsi pengunjung; Forest Natural tourism; Bur Telege; Economic value; Perception of visitors.

Full Text:

PDF

References


Atmojo, ARD. 2012. Persepsi Pengunjung Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Museum Mulawarman Tenggarong. Jurnal Penelitian Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda. 8(1), pp. 2123-2127.

Djijono. Tarumingkeng, I,R,C. Coto,Z dan Purwantara,B. 2002. Valuasi Ekonomi Menggunakan Metode Travel Cost Taman Wisata Hutan Di Taman Wan Abdul Rachman, Provinsi Lampung. Makalah Pengantar Falsafah Sains. Institut Pertanian Bogor.

Faza, H. & Ariantie, F. 2019. Analisis permintaan objek wisata hutan Tinjomoyo, Kota Semarang. Diponegoro Journal of Economics, 1(1), pp. 146-158.

Indriyanto, K. 2006. Ekologi Hutan. Bumi Aksara. Jakarta.

Ismayanti, A.PAR., M.Sc. 2020. Dasar-Dasar Pariwisata. Jakarta: Universitas Sahid Jakarta.

Isnan, W. 2016. Karakteristik dan preferensi pengunjung wisata alam Bantimurung. Jurnal Info Teknis EBONI, 13(1), pp. 69-78.

Kalebos, F. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan wisatawan yang berkunjung ke Daerah Wisata Kepulauan. Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen, 4(3), pp. 489-502.

Mateka, A.J., I. Erlinda, N. Harahap. 2013. Obyek wisata pantai Balekambang Kabupaten Malang Jawa Timur. APi Student Journal. I (1), pp. 12—22.

Premono, T dan Kunarso, A. 2008. Pengaruh Prilaku Pengunjung terhadap Jumlah Kunjungan di Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 5(5), pp. 423-433.

Sihombing,J,D,H. 2015. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan Ke Kota Batu. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Brawijaya. Malang.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D). Bandung: Alfabeta.

Sulistiyono, N. 2007. Pengantar Ekoturisme. Editor Buku Oding Affandi. Buku Panduan Praktik Pengenalan dan Pengelolaan Hutan. Departemen Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Medan.

Suparmoko. 1999. Metode Penelitian Praktis. BRFE. Yogyakarta.

Suswantoro, G. 2004. Dasar- Dasar Pariwisata. Yogyakarta : Andi

Undang-undang Republik Indonesia No 10 tahun 2009 Kepariwisataan.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i1.23887

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id