Keanekaragaman Jenis Burung di Rainforest Lodge Kedah Kabupaten Gayo Lues

Humairah Nahrifar, Arif Habibal Umam, Irma Dewiyanti

Abstract


Abstark. Gayo Lues merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Aceh dengan ketinggian 500 – 2000 m dpl, dengan luas wilayah 5.719,58 km². Rainforest Lodge Kedah merupakan kawasan hutan lindung yang diberi izin kelola sebagai kegiatan kerjasama antara Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Wilayah V dengan masyarakat setempat (Bpk.Jali). Burung merupakan salah satu komponen dalam ekosistem kehidupan terutama hutan, burung berperan penting dalam membantu regenerasi hutan secara alami seperti penyebar biji, penyerbukan bunga dan pengontrol hama. Tujuan untuk mengetahui struktur komunitas burung yang meliputi indeks terindeks, keseragaman, dominasi dan kepadatan serta mengetahui status konservasi burung yang terdapat di Rainforest LodgeKedah Kabupaten Gayo Lues. Pada hasil pengamatan terdapat 30 jenis burung yang tergolong ke dalam 21 famili. Indeks indeks tinggi H' = 3.0501, indeks keseragaman tinggi E = 0.8968, dan dominasi rendah C = 0.0643, nilai kepadatan populasi yang didapat dari seluruh titik pengamatan adalah 727.8, nilai kepadatan tertinggi adalah burung Kacamata Biasa ( Zosterops palpebrosus ) dengan 111.1 individu/ Ha. Dari 30 jenis burung yang ditemukan di Rainforest Lodge Kedah terdapat 6 jenis burung yang statusnya dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Status keterancaman menurut daftar merah IUCN Vulnerable(Rentan) terdapat 2 jenis. Status NT ( Hampir Terancam ) terdapat 1 jenis dan status NE ( Not Evaluated ) terdapat 1 jenis.

Keanekaragaman Burung Di Rainforest Lodge, Kabupaten Gayo Lues

Abstrak. Gayo Lues merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Aceh dengan ketinggian 500 – 2000 m dpl, dengan luas wilayah 5.719,58 km². Rainforest Lodge Kedah merupakan kawasan hutan lindung yang diberikan izin pengelolaan sebagai kegiatan kerjasama antara Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah V dengan masyarakat setempat (Bpk.Jali). Burung merupakan salah satu komponen dalam ekosistem kehidupan khususnya hutan, burung berperan penting dalam membantu regenerasi hutan secara alami seperti penyebar benih, penyerbukan bunga dan pengendalian hama. Tujuannya untuk mengetahui struktur komunitas burung yang meliputi indeks keanekaragaman, keseragaman, dominasi dan kerapatan serta menentukan status konservasi burung di Rainforest Lodge Kedah Kabupaten Gayo Lues.Berdasarkan pengamatan, terdapat 30 jenis burung yang termasuk dalam 21 famili. Indeks indeks tinggi H' = 3,0501, indeks keanekaragaman tinggi E = 0,8968, dan indeks dominansi rendah C = 0,0643, nilai kepadatan populasi yang diperoleh dari seluruh titik pengamatan adalah 727,8, nilai kepadatan tertinggi adalah burung Common Glass (Zosterops palpebrosus) dengan nilai 111,1 individu/Ha. Dari 30 jenis burung yang ditemukan di Rainforest Lodge Kedah, 6 jenis burung dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Menurut daftar merah IUCN Rentan (Rentan), ada 2 jenis. Terdapat 1 jenis status NT (Near Threatened) dan 1 jenis status NE (Not Evaluated).nilai kerapatan tertinggi adalah burung Kacamata Biasa (Zosterops palpebrosus) dengan 111,1 individu/Ha. Dari 30 jenis burung yang ditemukan di Rainforest Lodge Kedah, 6 jenis burung dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Menurut daftar merah IUCN Rentan (Rentan), ada 2 jenis. Terdapat 1 jenis status NT (Near Threatened) dan 1 jenis status NE (Not Evaluated). nilai kerapatan tertinggi adalah burung Kacamata Biasa (Zosterops palpebrosus) dengan 111,1 individu/Ha. Dari 30 jenis burung yang ditemukan di Rainforest Lodge Kedah, 6 jenis burung dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.Menurut daftar merah IUCN Rentan (Rentan), ada 2 jenis. Terdapat 1 jenis status NT (Near Threatened) dan 1 jenis status NE (Not Evaluated).


Keywords


Burung, Famili, Status Konservasi, Rainforest Lodge Kedah ; Bird, Family, Conservation Status, Rainforest Lodge Kedah

Full Text:

PDF

References


Bibby, C., D. B. Neil dan H. David. 2004. Bird Census Techniques. Book. The Cambridge University Press. Hal. 255

Bibby, C., Jones, M., dan Marden, S. 2000. Teknik-Teknik Ekspedisi Lapangan Survei Burung. Birdlife International-Indonesia Programme. Bogor

Convention on International Trade in Endangered Species of Wild FaunaandFlora 1975 https://www.cites.org/sites/default/files/eng/disc/CITES-Convention- EN.pdf

Fikriyanti, M., Wulandari, S., Fauzai, I., & Rahmat, A. (2018). Keragaman Jenis Burung pada Berbagai Komunitas di Pulau Sangiang, Provinsi Banten. Biodjati, 3(2), 157- 165.

IUCN. (2018). The IUCN Red List of Threatened Species. Diperoleh 03 Mei 2018, dari http://www.iucnredlist.org. Version 2017-3.

Oktiana.D dan Antono.W., 2015. Keanekaragaman Burung Di lingkungan Unit Pembangkit Indonesia Power (UP IP) Tambak Lorok, Semarang, Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon. 5 (1) : 1045-1049.

Partasasmita, R. 2003. Ekologi Burung Pemakan Buah dan Peranannya Sebagai Penyebar Biji. Makalah Falsafah Sains Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor No.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Rahman, D A., Ramadhan, E. P. & Santosa, Y. (2008). Studi Keanekaragaman Mamalia Pada Beberapa Tipe Habitat di Stasiun Penelitian Pondok Ambung Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah. Media Konservasi. 13(3), 1-7.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i1.23291

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id