Efektivitas Media Pembawa dalam Perbanyakan Mikoriza Acaulospora dan Glomus

Dinda Aprillia Tanzil, Yusnizar Yusnizar, Munawar Khalil, Marlina Marlina, Fikrinda Fikrinda

Abstract


Abstrak. Fungi mikoriza arbuskula (FMA) merupakan simbion tanaman yang berperan sebagai pupuk hayati. Produksi pupuk hayati FMA memerlukan media pembawa yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media pembawa berbasis pupuk organik terhadap produksi inokulum FMA Glomus sp. dan Acaulospora tuberculata. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok non-faktorial dengan lima perlakuan jenis media pembawa, yaitu zeolit; zeolit+10% (b/b) vermikompos; zeolit+10% (b/b) (vermikompos+Purpureocillium lilacinum); zeolit+10% (b/b) pupuk kandang; dan zeolit+10% (b/b) (pupuk kandang+P. lilacinum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembawa berbasis pupuk organik vermikompos dan pupuk kandang tidak efektif menggantikan pengaruh zeolit dalam menghasilkan jumlah spora Glomus sp. tertinggi. Kombinasi zeolit dan 10% vermikompos efektif terhadap produksi spora A. tuberculata dan kolonisasi akar oleh Glomus sp. (65,67%) dan A. tuberculata (77,33%) tertinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa efektivitas media pembawa berbasis pupuk organik dalam produksi pupuk hayati mikoriza dipengaruhi oleh jenis spora FMA.

The Effectiveness of Carrier Media on Mycorrhizal Propagation of Acaulospora and Glomus

Abstract. Arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) are plant symbionts acting as biofertilizers. Production of AMF biofertilizers requires suitable carrier media. This study aimed to determine the effect of the type of carrier media based on organic fertilizer on the inoculum production of AMF Glomus sp. and Acaulospora tuberculata. This study used a non-factorial randomized block design with five types of carrier media, namely zeolite, zeolite+10% (w/w) vermicompost, zeolite+10% (w/w) (vermicompost+Purpureocillium lilacinum), zeolite + 10% (w/w) manure, and zeolite+10% (w/w) (manure+P. lilacinum). The results showed that the carrier media based on organic vermicompost and manure was not effective in replacing the effect of zeolite in producing the highest number of Glomus sp. spores. The combination of zeolite and 10% vermicompost was effective on the highest spore production of A. tuberculata and root colonization by Glomus sp. (65.67%) and A. tuberculata (77.33%). These results indicated that the effectiveness of organic fertilizer-based carrier media in biofertilizer production was affected AMF spore types.



Keywords


Pupuk hayati; Pupuk kandang; Purpureocillium lilacinum; Vermikompos; Zeolit ; Biofertilizer; Manure; Purpureocillium lilacinum; Vermicompost; Zeolite

Full Text:

PDF

References


Abd-Alla, M.H., A.W.E. El-Enany, N.A. Nafady, D.M. Khalaf dan M.M. Fatthy. 2014. Synergistic interaction of Rhizobium leguminosarum bv. viciae and arbuscular mycorrhizal fungi as a plant growth promoting biofertilizers for faba bean (Vicia faba L.) in alkaline soil. Microbiological Research. 169: 49-58.

Afandi, F.N., B. Siswanto dan Y. Nuraini. 2015. Pengaruh pemberian berbagai jenis bahan organik terhadap sifat kimia tanah pada pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar di Entisol Ngrangkah Pawon, Kediri. Tanah dan Sumberdaya Lahan. 2 (2): 237-244.

Alfizar, A., M. Marlina dan N. Hasanah. 2011. Upaya pengendalian penyakit layu Fusarium oxysporum dengan pemanfaatan agen hayati cendawan FMA dan Trichoderma harzianum. Floratek. 6: 8-17.

Armansyah, A., N. Herawati dan N. Kristina. 2019. Keanekaragaman fungi mikoriza arbuskula (FMA) di rizosfer tanaman bengkuang (Pachyrizhus erous (L) Mrb) pada berbagai tipe rotasi pertanaman. Agroteknologi Universitas Andalas. 3 (1): 8-14.

Asmarahman, C., S.W. Budi, I. Wahyudi dan E. Santoso. 2018. Identifikasi mikroba potensial fungi mikoriza arbuskula (FMA) pada lahan pasca tambang PT. Holcim Indonesia Tbk. Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 8 (3): 279-285.

Brundrett, M., N. Bougher, B. Dell, T. Grove dan N. Malajczuk. 1996. Working with Mycorrhiza in Forestry and Agriculture. Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR), Canberra (AUS).

Coelho, I.R., M.V.L. Pedone-Bonfim, F.S.B. Silva dan L.C. Maia. 2014. Optimization of the production of mycorrhizal inoculum on substrate with organic fertilizer. Brazilian Journal of Microbiology. 45 (4): 1173-1178.

Dewi, T.M., A. Nurbaity, P. Suryatmana dan E.T. Sofyan. 2017. Efek sterilisasi dan komposisi media produksi inokulan fungi mikoriza arbuskula terhadap kolonisasi akar, panjang akar dan bobot kering akar sorgum. Agro. 4 (1): 24-31.

Fikrinda, F., S. Syafruddin, S. Sufardi dan R. Sriwati. 2016. Keanekaragaman fungi mikoriza arbuskula di rizosfer beberapa varietas jagung pada Inseptisol. Dalam S.M.E. Susilowati, K. Karman, Y. Vitner, D.A.J. Selanno, F. Yacob, M.S. Bialangi, R. Koneri dan M. Mudatsir (Eds.). Prosiding Seminar Nasional Biotik 2016. Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Hal: 259-265.

Fikrinda, F., S. Syafruddin, S. Sufardi dan R. Sriwati. 2018. Keberadaan fungi pendegradasi selulosa pada kondisi kekeringan di rizosfer jagung akibat aplikasi pupuk hayati mikoriza dan fungi selulolitik. Dalam Y. Aisyah, Jauharlina, S. Sugianto, D. Yunita dan R. Rahmaddiansyah (Eds.). ProsidingPenguatan Peran Perguruan Tinggi Pertanian dalam Akselerasi Inovasi dan Teknologi untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Berbasis Sumberdaya dan Kearifan Lokal. Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia, Banda Aceh. Hal: 348-353.

Fikrinda, F., S. Syafruddin, S. Sufardi dan R. Sriwati. 2019. Combined application of native mycorrhizal and cellulolytic fungi to manage drought effects on maize. IOP Conference Series Earth and Environmental Science. 1-11.

Fikrinda, F., S. Syafruddin, S. Sufardi dan R. Sriwati. 2020. Comparative potential of different native mycorrhizal and cellulolytic fungi in recovering soil biological quality under water deficit. Sys Rev Pharm 2020. 11(2): 193-200.

Herlina, C.N. 2017. Pengaruh dosis vermikomos dan jenis mikoriza terhadap sifat kimia tanah ultisol jantho Aceh Besar. Dalam B.A. Bakar, R. Jaya, Y. Yusriani, C.N. Herlina, A. Aziz dan R. Hendayana (Eds.). Prosiding Seminar Nasional Sinergi dan Sinkronisasi Program Litkaji dan Diseminasi Mendukung Pencapaian Swasembada Pangan. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Banda Aceh. Hal: 667-675.

Hermawan, H., A. Muin dan R.S. Wulandari. 2015. Kelimpahan fungi mikoriza arbuskula (FMA) pada tegakan ekaliptus (Eucalyptus pellita) berdasarkan tingkat kedalaman di lahan gambut. Hutan Lestari. 3 (1): 124-132.

Herryawan, K.M. 2012. Perbanyakan inokulum fungi mikoriza arbuskular (FMA) secara sederhana. Pastura. 2 (2): 57-60.

Hidayat, C., L. Liberty, Y.S. Rachmawati dan E.P. Utama. 2020. Optimalisasi tanah pasca galian C untuk budidaya tanaman sayuran dengan bantuan bahan organik dan FMA. LP2M.

Muryati, S., I. Mansur dan S.W. Budi. 2016. Keanekaragaman fungi mikoriza arbuskula (FMA) pada rhizosfer Desmodium spp. asal PT. Cibaliung Sumberdaya, Banten. Silvikultur Tropika. 7 (3): 188-197.

Nasrullah, N., S. Sufardi, A. Ashabul dan F. Fikrinda. 2018. The effect of indigenous arbuscular mycorrhizal fungi and production of maize (Zea mays L.) under drought stress in Inceptisol of Aceh. Int. J. Adv. Res. 6 (12): 1047-1055.

Nurhandayani, R., R. Linda dan S. Khotimah. 2013. Inventarisasi Jamur Mikoriza Vesikular Arbuskular dari Rizosfer Tanah Gambut Tanaman Nanas (Ananas comusus (L.) Merr.). Protobiont. 2 (3): 146-151.

Nurmasyitah, N., S. Syafruddin dan M. Sayuthi. 2013. Pengaruh jenis tanah dan dosis fungi mikoriza arbuskular pada tanaman kedelai terhadap sifat kimia tanah. Agrista. 17(3): 103-110.

Nusantara, A.D., C. Kusmana, I. Mansur, L.K. Darusman dan S. Soedarmadi. 2011. Ukuran dan takaran vermikompos menentukan produksi inokulan fungi mikoriza arbuskula dan biomassa legume penutup tanah. Biota. 16 (1): 1-9.

Paymaneh, Z., M. Sarcheshmehpour, H. Mohammadi dan M.A. Hesni. 2023. Vermicompost and/or compost and arbuscular mycorrhizal fungi are conducive to improving the growth of pistachio seedlings to drought stress. Applied Soil Ecology.182: 104717

Prafithriasari, M. dan A. Nurbaity. 2010. Infektivitas inokulum Glomus sp. dan Gigaspora sp. pada berbagai komposisi media zeolit-arang sekam dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan sorgum (Sorghum bicolor). Agrikultura. 21 (1): 39-45.

Pujiwati, H., W. Widodo, W. Prameswari, U. Salamah, L. Dharmawangsa dan E. Susilo. 2021. Aplikasi vermikompos dan urea pada tanaman kedelai varietas anjasmoro di tanah berpasir. Ilmu Pertanian Indonesia. 26 (4): 639-644.

Rajapakse, S. dan J.R.Jc. Miller. 1992. Methods for studying vesicular-arbuscular mycorrhizal root colonization and related root physical properties. Methods in Microbiology. 24: 301-316.

Rokhminarsi, E., B. Begananda dan D.S. Utami. 2012. Identifikasi mikoriza spesifik lokasi lahan marjinal sebagai pupuk hayati dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. Ilmu-Ilmu Pertanian. 10 (1): 12-19.

Rumondang, J. dan Y. Setiadi. 2011. Evaluasi aplikasi fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan respon pertumbuhannya terhadap jati (Tectona grandis Linu. F.) di persemaian. Silvikultur. 2 (3): 194-197.

Samsi, N., Y.S. Pata'dungan dan A.R. Thaha. 2017. Isolasi dan identifikasi morfologi spora fungi mikoriza arbuskula pada daerah perakaran beberapa tanaman hortikultura di lahan pertanian Desa Sidera. Agritekbis. 5 (2): 204-211.

Sasli, I. dan A. Ruliansyah. 2012. Pemanfaatan mikoriza arbuskula spesifik lokasi untuk pemupukan pada tanaman jagung di lahan gambut. Agrovigor. 5 (2): 65-74.

Siregar, Z.K., F. Fikrinda dan T. Alvisyahrin. 2020. Pengaruh material pembawa dalam perbanyakan spora fungi mikoriza arbuskula. Mikologi Indonesia. 4 (1): 125-133.

Sudantha, I.M. dan W. Astiko. 2016. Upaya peningkatan produksi jagung dengan memanfaatkan pupuk hayati mikoriza arbuskular. Abdi Insani Unram. 3 (2): 36-41.

Suharti, N., T. Habazar, N. Nasir, D. Dachryanus dan J. Jamsari. 2011. Inokulasi fungi mikoriza arbuskula (FMA) indigenous pada bibit jahe untuk pengendalian penyakit layu (Ralstonia solanacaerum ras 4). Natur Indonesia. 14 (1): 61-67.

Suryanti, S., B. Hadisutrisno, M. Mulyadi dan J. Widada. 2014. Peranan jamur mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan bibit lada. Agriplus. 4 (1): 47-51.

Suwarniati, S. 2014. Pengaruh FMA dan pupuk organik terhadap sifat kimia tanah dan pertumbuhan bunga matahari (Helianthus annuus L.) pada lahan kritis. Biotik. 2 (1): 58-69.

Suyudi, S. dan Y. Sunarya. 2016. Pengaruh pupuk organik dan kelembaban tanah terhadap pertumbuhan tanaman mendong (Fymbristylis globulosa (Retz.). Kunt). Siliwangi. 2 (1): 96-100.

Talantan, V.M., M. Marina, O. Lambui dan I.N. Suwastika. 2018. Aktivitas selulase dari jamur selulolitik asal tanah Danau Kalimpa Sulawesi Tengah. Science and Technology. 7 (3): 323-333.

Zhu, C., N. Ling, J. Guo, M. Wang, S. Guo dan Q. Shen. 2016. Impacts of fertilization regimes on arbuscular mycorrhizal fungal (AMF) community composition were correlated with organic matter composition in maize rhizosphere soil. Frontiers in Microbiology. 7 (1840): 1-12.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i1.23179

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id