pengaruh Bioaktivator dalam Pupuk Organik Cair Kulit Pisang untuk Mengnendalikan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum)

Sriwahyuni Sriwahyuni, Hartati Oktarina, Tjut Chamzurni

Abstract


Abstrak. Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari limbah seperti limbah rumah tangga, sisa tanaman, dan berbagai produk limbah lainnya. Bioaktivator yang digunakan adalah EM4, EM4 mengandung beberapa jenis bakteri seperti bakteri fotosintetik, Lactobacillus sp., Streptomices sp., ragi (yeast), dan Actinomycetes. Lactobacillus sp. dan Streptomyces sp. yang telah dilaporkan mampu mengendalikan patogen F. oxysporum. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kemampuan POC kulit pisang dengan dan tanpa penambahan bioaktivator untuk mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan dan di Rumah Kasa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, sejak bulan Februari sampai dengan Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial. Limbah pisang yang digunakan adalah kulit pisang kapok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi POC kulit pisang dengan penambahan bioaktivator cenderung labih baik terhadap masa inkubasi dan panjang diskolorasi xylem yang terbentuk (mm) pada tanaman tomat jika dibandingkan dengan perlakuan POC tanpa bioaktivator. Penambahan bioaktivator ke dalam POC kulit pisang dapat meningkatkan populasi mikroba dalam tanah dan mengurangi kejadian penyakit layu fusarium (%). Dengan penambahan bioaktivator populasi mikroba tanah meningkat dari 13x103 menjadi 18,83x103 untuk cendawan dan dari 95x103 menjadi 494,33x104 untuk bakteri, mengurangi kejadian penyakit layu fusarium denga rata-rata 33,33%.

Effect of Bioactivator in Banana Peel Liquid Organic Fertilizer to Control Fusarium Wilt Disease in Tomato Plants (Solanum lycopersicum)

Abstract. Organic fertilizers are fertilizers derived from waste such as household waste, crop residues, and various other waste products. The bioactivator used is EM4, EM4 contains several types of bacteria such as photosynthetic bacteria, Lactobacillus sp., Streptomices sp., yeast, and Actinomycetes. Lactobacillus sp. and Streptomyces sp. which has been reported to be able to control the pathogen F. oxysporum. This study aims to determine the ability of banana peel POC with and without the addition of bioactivators to control fusarium wilt in tomato plants. This research was conducted at the Laboratory of  Plant Diseases and in the Screening House of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, from February to August 2022. This study used a completely randomized design (CRD) with a non-factorial pattern. The banana waste used is kapok banana peel. The results showed that the application of POC banana peels with the addition of bioactivator tended to be better on the incubation period and length of xylem discoloration formed (mm) in tomato plants when compared to the POC treatment without bioactivator. The addition of bioactivators into the POC of banana peels can increase the microbial population in the soil and reduce the incidence of fusarium wilt (%). With the addition of bioactivators the soil microbial population increased from 13x103 to 18.83x103 for fungi and from 95x103 to 494.33x104 for bacteria, reducing the incidence of fusarium wilt by an average of 33.33%.


Keywords


Bioaktivator; Pupuk Organik Cair; Layu Fusarium; Tanaman Tomat ; Bioactivator; Liquid organic fertilizer (POC); Fusarium Wilt; Tomato Plants

Full Text:

PDF

References


Ambar, A, A., Priyatmojo, A., Hadisutrisno, B. dan Pusposendjojo, N., 2010. Virulensi 9 Isolat Fusarium Oxysporum F.Sp. Lycopersici dan Perkembangan Gejala Layu Fusarium pada Dua Varietas Tomat di Rumah Kaca. J. Agri. 14(2) :89-96.

Apriani, A., Dewa, N, S. dan Gede, R, M, T., 2014. Uji Efektivitas Fungisida Alami dan Sintetis dalam Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat yang Disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici L. J. Agroekoteknologi Tropika. 3(3) :137–147.

Dianita, R., 2012. Keragaman Fungsi Tanaman Pakan dalam Sistem Perkebunan. J. Pastura. 2(2) :66-69.

Fazil, M., Sriwati, R., dan Chamzurni, T., 2018. Aplikasi Beberapa Bentuk Formulasi Trichoderma spp dalam Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat. J. Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah. 2(3) :20-30.

Firmansyah, I., Syakir, M. dan Lukman, L., 2017. Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk N, P dan K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.). J. Hort. 27(1) :9-78.

Ghufron, M., Nurcahyanti, D, S. dan Wahyuni, S, W., 2017. Pengendalian Penyakit Layu Fusarium dengan Trichoderma sp. pada Dua Varietas Tomat. J. Agrotek. 6(1) :29-34.

Haslita., 2018. Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Sebagai Kompos Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Besar (Capsicum annum L.). Skripsi UIN Alauddin, Makassar.

Hendra, R., Ahmad, S., Oskoueian, E., Sukari, A. and Shukor, M, Y., 2011. Flavonoid Analyses and Antimicrobial Activity of Various Parts of Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl Fruit. J. International Journal of Molecular Sciences. 12 :3422-3431.

Heriyanto., 2019. Kajian Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Dengan Trichoderma Pada Tanaman Tomat. J. Triton. 10(1) :45-58.

Kalay, M, A., Patty, J. dan Sinay, M., 2015. Perkembangan Alternaria solani pada Tiga Varietas Tanaman Tomat. Agrikultura 26(1): 1-6

Kalsum, S, U. dan Nopriyanti, M., 2021. Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Kepok Sebagai Bahan Dasar Dalam Pembuatan Pupuk Cair (Kajian penambahan EM4 dengan metode an aerob). J. Teknologi Pangan dan Agroindustri Perkebunan. 1(1) :1-6.

Kartika, E., Gani, Z. dan Kurniawan, D., 2013.Tanggapan Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum. Mill) Terhadap Pemberian Kombinasi Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik (Tomato (Lycopersicum esculentum. Mill). J. Program studi agroteknologi. 2(3) :122-131.

Kaya, E., Mailuhu, D., Marthin, K., Abraham, T. dan Anastasia,T, H., 2020. Pengaruh Pupuk Hayati dan Pupuk NPK untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) yang ditanam pada Tanah Terinfeksi Fusarium oxysporum. J. Agrologia. 9(2) :81-94.

Lumowa, S, V, T. dan Bardin, S., 2018. Uji Fitokimia Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiacal) Bahan Alam sebagai Pestisida Nabati Berpotensi Menekan Serangan Serangga Hama Tanaman Umur Pendek. J. Sains dan Kesehatan. 1(9) :465-469.

Manis, I., Supriadi., dan Said, I., 2017. Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Pupuk Organik Cair dan Aplikasinya Terhadap pertumbuhan Tanaman kangkung Darat (Ipomea Reptans Poir). J. Akademika. 6(4) :219-226.

Minarni., 2021. Identifikasi Cendawan Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Tomat di Dataran Tinggi Sumatera Utara Secara Morfologi dan Molekuler. Skripsi Universitas Sumatera Utara, Medan.

Nasution, F, J., Mawarni, L. dan Meiriani., 2014. Aplikasi Pupuk Organik Padat dan Cair dari Kulit Pisang Kepok untuk Pertumbuhan dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.). J.Agroekoteknologi. 2(3) :1029-1037.

Nisa, K., Jannah, S. N. dan Rukmi, MG. I., 2020. Isolasi dan Aktivitas Antikapang Bakteri Asam Laktat dari Tape Ketan Kemasan Plastik terhadap Fusarium sp. J. Akademika Biologi. 9(2) :1-7.

Noer, S., Pratiwi, R. D. dan Gresinta, E. 2018. Penetapan Kadar Senyawa Fitokimia (Tanin, Saponin dan Flavonoid sebagai Kuersetin) pada Ekstrak Daun Inggu (Ruta angustifolia L.). J. Ilmu-ilmu Mipa. 18 :19-29.

Prepagdee, B., Kuekulvong, C. and Mongkolsuk, S., 2008. Antifungal potential of extracellular metabolites produced by Strepomyces hygroscopycus against Phytophatogenic fungi. International Jurnal of Biological Sciences. 4 (5): 330-337.

Radam, R,R. dan Purnamasari, E. 2016. Uji Fitokimia Senyawa Kimia Aktif Akar Nipah (Nyfa Fruticans WURMB) Sebagai Tumbuhan Obat di Kalimantan Selatan. J. Hutan Tropis. 4(1) :28-34.

Raharini, A. O., Kawuri, R. dan Khalimi, K., 2012. Penggunaan Streptomyces sp. sebagai Biokontrol Penyakit Layu pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) yang Disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp. capsici. J. Agrotrop. 2(2) :151-159.

Rahmawanto, D, G., Muhibuddin, A. dan Aini, L, Q., 2015. Pengaruh Faktor Abiotik Kimia Tanah terhadap Supressifitas Tanah dalam Mengendalikan Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum) pada Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill). J. HPT. 3(2) :1-8.

Rasmito, A., Hutomo, A. dan Hartono, A, P., 2019. Pembuatan Pupuk Organik Cair dengan Cara Fermentasi Limbah Cair Tahu, Starter Filtrat Kulit Pisang dan Kubis, dan Bioaktivator EM4. J. Iptek. 23(1) :55-62.

Sari, F. A., 2019. Isolasi dan Karakterisasi Actinomycetes Dari Beberapa Sentra Perkebunan Bawang Antagonis Fusarium oxysporum F.Sp cepae dan Uji Kemampuan Perkecambahan Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonium L.) Varietas Tuktuk Super. Thesis Universitas Negeri Makassar. Makasar.

Sari, N, M., Kawuri, R. dan Khalimi, K., 2012. Streptomyces sp. Sebagai Biofungisida Patogen Fusarium oxysporum (Schlecht.) f.sp. lycopersici (Sacc.) Snyd. et Hans. Penyebab Penyakit Layu Pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.). J. Agrotrop. 2(2) :161-169.

Sari, W., Trihaditia, R. dan Apriliani, W., 2021. Uji Efektivitas Agens Hayati ( Trichoderma spp.) dan Cair Terhadap Produksi Serta Kesehatan Tanaman Stroberi (Fragaria x ananassa). J. Pro-StekI. 3(2) :70-86.

Seebold, K., W., 2014. Tomato Wilt Problems. California: University of Kentucky.

Siboro, E, S., Surya, E.dan Herlina, N., 2013. Pembuatan Pupuk Cair dan Biogas dari Campuran Limbah Sayuran. J. Teknik Kimia. 2(3) :40-43.

Sulistiyaningsih. 2008. Identifikasi isolat bakteri penghasil zat antibakteri dari cairan kantung tanaman kantong semar (Nepenthes ampullaria, Jack). Skripsi Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Bandung.

Susanna., Chamzurni, T. dan Pratama, A., 2010. Dosis dan Frekuensi Kascing untuk Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat. J. Floratek. 5(2) :152–163.

Suwarno, J, S. dan Masnilah, R., 2020. Potensi Bacillus spp. sebagai Agen Biokontrol untuk Menekan Layu Fusarium (Fusarium oxysporum) pada Tanaman Melon (Cucumis melo L). J. Pengendalian Hayati. 3(1) :22-28.

Widawati. S, Suliasih. dan Syaifudin., 2002. Pengaruh Introduksi Kompos Plus terhadap Produksi Bobot Kering Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) pada Tiga Macam Media Tanah. J. Biol Indon. 3(3) :245-253.

Yunasfi. 2002. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Penyakit dan Penyakit yang Disebabkan Oleh Jamur. Fakultas Pertanian Jurusan Ilmu Kehutanan Universitas Sumatera Utara. USU Digital Library. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1043/1/hutan-yunasfi.pdf.[diakses 05 september 2022].




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i1.23042

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id