Studi Etnobotani Jenis Tumbuhan Obat pada Masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya

Nurjannah Nurjannah, Ali Muhammad Muslih, Saida Rasnovi

Abstract


Abstrak. Etnobotani memiliki arti sebagai studi tentang penggunaan tumbuhan yang digunakan oleh suku tertentu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, termasuk untuk obat-obatan. Studi etnobotani jenis tumbuhan obat penting dilakukan untuk mengungkap pengetahuan masyarakat lokal Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang dalam memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional dan untuk meningkatkan upaya pelestarian jenis tumbuhan yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan sumber perolehan tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan pemilihan responden dilakukan dengan metode snowball sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 64 spesies yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang digunakan untuk mengobati 37 penyakit. Adapun sumber perolehan tumbuhan obat masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya adalah dari areal sekitar rumah (56,38%), kebun/ladang (28,72%), pasar (9,57%) dan hutan (5,32%).

Ethnobotanical Study of Medicinal Plants in The Beutong Ateuh Banggalang Sub-District, Nagan Raya District.

Abstract. Ethnobotany has a meaning as a study of the use of plants used by certain tribes to meet their daily needs, including for medicine. Ethnobotanical studies of medicinal plant species are important to carry out to reveal the knowledge of the local community of Beutong Ateuh Banggalang Sub-District in utilizing plants as traditional medicine and to increase efforts to preserve the plant species used. The purpose of this study was to determine the types and sources of medicinal plants used by the people of Beutong Ateuh Banggalang Sub-District, Nagan Raya District. Data collection was carried out using the method of observation, interviews and documentation. The sampling method used purposive sampling and the selection of respondents was carried out
by snowball sampling method. The data obtained were analyzed descriptively and presented in the form of tables and figures. The results showed that there were 64 species that were used as traditional medicines used to treat 37
diseases. The sources of obtaining medicinal plants for the community in Beutong Ateuh Banggalang Sub-District, Nagan Raya District are from the area around the house (56.38%), gardens/fields (28.72%), markets (9.57%) and forests (5.32%).




Keywords


Etnobotani; tumbuhan obat; pengobatan tradisional; Aceh; Ethnobotany; medicinal plants; traditional medicine; Aceh

Full Text:

PDF

References


Alqamari, M., Dafni, M.T. dan Alridiwirsah. 2017. Budidaya Tanaman Obat dan Rempah. UMSU Press, Medan.

Azizah, N.N., Fuad, A. dan Nurchayati, N. 2019. Studi Etnobotani dan Upaya Konservasi Tanaman yang Digunakan Sebagai Pengobatan Tradisional Perawatan Wanita di Suku Using Kabupaten Banyuwangi. BIOSENSE. 2(2): 31-45.

Fatmawati, A., Waode, R. dan Syaiful. 2019. Analisis Antibakteri Ekstrak Daun Pacar Kuku (Lawsonia inermis L.) Terhadap Pertumbuhan Salmonella sp. Jurnal Medika. 4(2): 29-33.

Irma., 2019. Kajian Etnobotani Sirih (Piper Betle L.) Di Desa Bonto Marannu Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng. UIN Alauddin, Makassar.

Mamahani, A.F., Simbala, H.E. dan Saroyo. 2016. Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Subetnis Tonsawang di Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Farmasi. 5(2): 205-212.

Purwanto, Y. 1999. Peran dan Peluang Etnobotani Masa kini di Indonesia dalam Menunjang Upaya Konservasi dan Pengembangan Keanekaragaman Hayati. Prosiding Seminar Hasil-hasil Penelitian Bidang Ilmu Hayat. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Rahmawati, U., Suryani, E. dan Mukhlason, A. 2012. Pengembangan Repository Pengetahuan Berbasis Ontologi untuk Tumbuhan Obat Indonesia. Jurnal Teknik POMITS. 1 (1): 1-6.

Slamet, A. dan Hafidhawati, S.A. 2018. Studi Etnobotani dan Identifikasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Masyarakat Sub Etnis Wolio Kota Baubau Sulawesi Tenggara. Proceeding Biology Education Conference. Universitas Muhammadiyah Buton, Baubau. Hal: 721-732.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatid, Kualitatif, R&D. Bandung, IKAPI.

Sunanda, R., Hasanuddin. dan Nurmaliah, C. 2020. Etnobotani pada Masyarakat Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah. 5(1): 324-329.

Wakhidah, N., Ika, P., & Isma, N.A. 2017. Studi Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Bahan Obat Oleh Masyarakat Desa Marimabate di Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat. Jurnal Pro-Life. 4(1): 275-286.

Wullur, A.C., Jonathan, S. dan Andriani, N.K. 2012. Identifikasi Alkaloid Pada Daun Sirsak (Annona muricata L.). 54-56.

Yount. 1999. Jumlah Populasi Kurang Dari 100 Lebih Baik Diambil Sebagai Sampel Penelitian Populasi. Bina Aksara, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i1.22816

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id