Status Hara Tanah Pada Lahan Sawah Untuk Pengembangan Padi Organik di Desa Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang

Yunita Yunita, Zuraida Zuraida, Yadi Jufri

Abstract


Abstrak. Lokasi rencana pengembangan lahan sawah organik terdiri dari 2 kondisi lahan, yaitu lahan gambut  asli (Histosol) dan yang satu lagi adalah lahan gambut yang telah ditutupi dengan tanah bawaan akibat banjir bandang sehingga sudah berubah menjadi lahan baru yang termasuk ke dalam tanah Alluvial.  Kedua lahan tersebut sudah pernah ditanami namun tidak memberikan hasil yang maksimal sehingga ditinggalkan dan menjadi  terbengkalai.  Kini lahan tersebut ingin dikembangkan kembali menjadi lahan persawahan organik.  Tujuan penelitian ini adalah ingin  mengetahui status hara dari kedua kondisi lahan yang akan dikembangkan tersebut dan hasilnya menjadi informasi yang baik untuk pengembangan daerah tersebut sebagai lokasi persawahan organik. Padi organik adalah padi yang dikembangkan dengan menggunakan sistem organik dan menggunakan air dari saluran irigasi yang tidak terkontaminasi dengan bahan kimia buatan . Penelitian ini dilakukan di lahan rencana  pengembangan padi organik Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang pada jenis tanah Histosol dan Alluvial  dengan menggunakan metode observasi di lapangan dan analisis data menggunakan  kriteria tingkat ketersediaan sifat kimia tanah.  Pada lokasi tanah Alluvial diambil 10 titik sampel yang presentatif  mewakili lokasi, dan di komposit menjadi 2 sampel tanah untuk dianalisis, dimana 5 titik sampel mewakili satu sampel tanah, sementara itu untuk lokasi yang ada gambutnya di ambil 15 titik yang presentatif mewakili lokasi lahan dan dikomposit menjadi 3 sampel untuk dianalisis di laboratorium. Hasil analisis kimia  tanah Aluvial yaitu pH tanah sangat masam dan masam (4,44 - 4,55), C-organik kriteria tinggi (4,07 - 4,56), Al-dd kriteria tinggi (7,00 - 7,60), N-total kriteria sedang (0,25 - 0,28), P-tersedia kriteria sedang (7,90 -  8,00), P-total kriteria sedang dan sangat tinggi (25,76 -  149,04), K-dd kriteria rendah (0,17 - 0,19). Hasil analisis tanah Histosol yaitu pH sangat masam dan masam (4,36 – 5,52), C-organik kriteria sangat tinggi (15,00 – 25,22), P-total kriteria sangat tinggi (82,80 –128,80), P-tersedia kriteria sangat rendah, sedang, dan tinggi (3,75 – 12,50), K-dd kriteria sangat rendah sampai sedang (0,07 – 0,42). Al-dd kriteria sangat rendah, sedang, dan tinggi (0,48 – 4,80), N-total kriteria sedang (0,25 – 0,44). Berdasarkan hasil analisis sifat kimia tersebut di atas menunjukkan bahwa kondisi lahan tersebut masih mungkin untuk dikembangkan sebagai lahan persawahan organik dengan pengelolaan yang baik. Pengelolaan tersebut yaitu dengan cara pengairan  dengan kualitas air yang baik atau pH air 6,5-7,5 (netral), pengapuran ataupun pemberian bahan organik secara berkelanjutan pada kedua lahan tersebut.

Soil Nutrition Status In Rice Land For Organic Rice Development In Tenggulun, Aceh Tamiang Regency

Abstract. The planned location for the development of organic rice fields consists of 2 land conditions, namely original peatland (Histosol) and other peatlands that have been covered with congenital soil due to flash floods so that they turn into new land covered with alluvial soil. The two lands had previously been planted, but did not provide maximum results, so they were neglected and neglected. Now the land is to be converted into organic rice fields. The purpose of this study was to determine the nutrient status of the two land conditions to be developed and the results became good information for the development of the area as a site for organic paddy fields. Organic rice is rice that is developed with a biological system and using water from irrigation canals that is not contaminated with artificial chemicals. This research was conducted on the plot of organic rice development in Tenggulun District, Aceh Tamiang Regency on histosol and alluvial soil types using field observations and data analysis using soil chemical availability criteria. At the alluvial soil site, 10 sample points were taken representing the site and assembled into 2 soil samples for analysis, of which 5 sample points represented one soil sample, henceforth for sites where peat was present, 15 points were taken representing the Location of the property and were assembled. in 3 samples for analysis in the laboratory. The results of chemical analysis of alluvial soils are very acidic and acidic soil pH (4.44 - 4.55), high organic C criteria (4.07 - 4.56), high Al-dd criteria (7, 00 - 7.60), N total criteria are moderate (0.25 - 0.28), P available criteria are moderate (7.90 - 8.00), P total criteria are moderate and very high (25 .76 - 149.04), K-dd criteria are low (0.17 - 0.19). The results of the Histosol soil analysis were very acidic and acidic pH (4.36 - 5.52), C-organic criteria were very high (15.00 - 25.22), P-total criteria were very high (82 .80–128.80), P-available very low, medium and high criteria (3.75–12.50), K-dd criteria very low to moderate (0.07–0.42). Al-dd criteria are very low, medium and high (0.48-4.80), N-total criteria are moderate (0.25-0.44). Based on the results of the above chemical property analysis, it shows that the state of the land can still be developed as organic paddy fields with good management. Management is by irrigation with good water quality or water pH 6.5-7.5 (neutral), liming or sustainable provision of organic material on both lands.


Keywords


Persawahan organik; Histosol; Alluvial; sifat kimia tanah; padi organik; Organic Ricefield; Histosol; Alluvial; Soil Chemical Properties; Organic Rice.

Full Text:

PDF

References


Agoes, H.F., Irawan, F., and Marlianisya, R., 2018. Interpretasi citra digital penginderaan jauh estimasi hasil panen padi. Jurnal Intekna, 18(1), pp.1–66.

Agus, F., Abdurachman, A., Sarwono, H., Achmad, M.F., and Wiwik, H., 2004. Tanah Sawah dan Teknologi Pengelolaannya. Bogor: Pusat penelitian dan pengembangan tanah dan agroklimat.

Ariawan, A., Thaha, R., and Prahastuti, S.W., 2016. Pemetaan status hara kalium pada tanah sawah di Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Jurnal Agrotekbis, 4(1) : 43–49.

Darlita, R.D., Joy, B., and Sudirja, R., 2017. Analisis beberapa sifat kimia tanah terhadap peningkatan produksi kelapa sawit pada tanah pasir di perkebunan kelapa sawit Selangkun. Agrikultura, 28(1), pp.15–20.

Jufri., 2019. Karakteristik tanah masam dan cara menaikkan pH tanah masam. Cybex.Pertanian, pp.1–5.

Rozen, N., and Kasim, M., 2018. Teknik Budidaya Tanaman Padi Metode SRI (The System of Rice Intensification). Rajawali Press: Depok.

Saitun, E.S., Hanum, F., and Raka, I.D.N., 2020. Identifikasi dan analisis populasi gulma pada budidaya tanaman padi organik dan non organik. Jurnal Agrimeta, 10(20),pp.13–17.

Simatupang, D., Astiani, D., and Widiastuti, T., 2018. Pengaruh tinggi muka air tanah terhadap beberapa sifat fisik dan kimia tanah gambut di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Hutan Lestari, 6(4), pp.998–1008.

Yuniarti, A., Solihin, E., and Arief Putri, A.T., 2020. Aplikasi pupuk organik dan N, P, K terhadap pH tanah, P-tersedia, serapan P, dan hasil padi hitam (Oryza sativa L.) pada Inceptisol. Kultivasi, 19(1), p.1040.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i2.22772

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id