Pengaruh Pemberian Kompos Trembesi terhadap Perubahan Sifat Kimia Tanah Inceptisol dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays)

Maulidia AR, Ilyas Ilyas, Yadi Jufri

Abstract


Abstrak. Inceptisol merupakan tanah yang baru berkembang, memiliki tekstur yang beragam dari kasar hingga halus, tergantung pada tingkat pelapukan bahan induknya (Munir,1996). Secara umum, Inceptisol memiliki kesuburan tanah yang relatif rendah, namun dapat ditingkatkan jika menggunakan upaya yang tepat dengan cara penambahan bahan organik seperti kompos trembesi dan eco farming. Sampah daun trembesi dapat terurai secara alami, namun membutuhkan waktu yang lama, untuk mempercepat proses dekomposisi maka dapat ditambahkan eco farming sebagai bioaktivator. Eco farming mengandung unsur hara lengkap dan bakteri positif yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman, seperti tanaman jagung. Produksi rata-rata jagung saat ini masih tergolong rendah sehingga pemenuhan kebutuhan jagung terus meningkat. Sehingga perlu dilakukan percobaan pemberian pupuk kompos trembesi dan pupuk hayati untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos trembesi dan pupuk hayati terhadap sifat kimia tanah Inceptisol serta pertumbuhan jagung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial, terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu (K0):kontrol, (K1):Kompos trembesi 0,5 t ha-1 + eco farming 250 ml polybag-1, (K2):Kompos trembesi 1 t ha-1 + eco farming 250 ml polybag-1, (K3):Kompos trembesi 1,5 t ha-1 + eco farming 250 ml polybag-1, (K4):Kompos trembesi 10 t ha-1, (K5):Kompos trembesi 20 t ha-1, dan (K6):Kompos trembesi 30 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan organik berpengaruh nyata terhadap pH tanah namun berpengaruh tidak nyata terhadap sifat kimia tanah lain yang dicoba dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 15 HST dan 30 HST namun berpengaruh tidak nyata terhadap diameter batang. 

 

Effect of Trembesi Compost on Changes in Chemical Properties of Inceptisol Soil and Corn Plant Growth (zea mays)


Abstarct. Inceptisols are newly developed soils, have textures that vary from coarse to fine, depending on the level of weathering of the parent material (Munir, 1996). In general, Inceptisols have relatively low soil fertility, but can be increased if using the right efforts by adding organic matter such as trembesi compost and eco farming. Trembesi leaf waste can decompose naturally, but it takes a long time, to speed up the decomposition process, eco farming can be added as a bioactivator. Eco farming contains complete nutrients and positive bacteria that can increase soil fertility and plant growth, such as corn. The average production of corn is still relatively low so that the fulfillment of corn needs continues to increase. So it is necessary to experiment with the application of trembesi compost and biological fertilizers to determine the effect of giving trembesi compost and biological fertilizers on the chemical properties of Inceptisol soil and the growth of maize. This study used a non-factorial randomized block design (RAK), consisting of 7 treatments and 3 replications. The treatments are (K0):control, (K1):Trembesi compost 0,5 t ha-1 + eco farming 250 ml polybag-1, (K2):Trembesi compost 1 t ha-1 + eco farming 250 ml polybag-1, (K3):Trembesi compost 1,5 t ha-1  + eco farming 250 ml polybag-1, (K4):Compost trembesi 10 t ha-1, (K5):Compost trembesi 20 t ha-1, and (K6 ):Compost trembesi 30 t ha-1. The results showed that the application of organic matter had a significant effect on soil pH but had no significant effect on the chemical properties of other soils tested and had a significant effect on plant height 15 DAP and 30 DAP but had no significant effect on stem diameter.


Keywords


Inceptisol; Kompos; Daun Trembesi; Eco Farming; Kimia Tanah; Inceptisols; Compost; Trembesi leaves; Eco Farming; Chemical Soil

Full Text:

PDF

References


Anwar. K., S. Sabiham, B. Sumawita, A. Sapei dan T. Alihamsyah. 2006. Pengaruh kompos jerami terhadap kualitas tanah, kelarutan Fe2+ dan SO42-. Jurnal Tanah dan Iklim. 24 : 29-39.

BPS. 2012. Data Strategis BPS. Badan Pusat Statistik. Jakarta.

Damanik, M. M. B., B. Effendi, Hasibuan, Fauzi, Sarifuddin dan H. Hanum. 2010. Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Universitas Sumatera Utara Press. Medan.

Halasan, Anandyawati, Hasanudin dan Riwandi. 2018. Perubahan sifat kimia tanah dan hasil jagung pada Inceptisol dengan pemberian kompos. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia. 20(2): 33-39.

Ida, S., 2013. Manfaat menggunakan pupuk organik untuk kesuburan tanah. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo. 1(1): 30–42.

Ma’munir, H., 2020. Eco Farming Pupuk Organik Super Aktif Solusi Cerdas Bertani Lahan Subur, Petani Makmur. PT. Bandung Eco Sinergi Teknologi. Bandung.

Munir, M., 1996. Tanah-Tanah Utama Indonesia. Dunia Pustaka Jaya. Jakarta.

Nursyamsi, D. dan Setyorini, D. 2009. Ketersediaan tanah-tanah netral dan alkalin. Jurnal Tanah dan Iklim. 30: 78

Ramli. 2014. Efisiensi Pupuk organik dan Pupuk Majemuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pare (Momordica charantia. L). Fakultas Pertanian. Universitas Tamansiswa. Padang.

Supramudho, G.N., Jauhari, S., Mujiyo and Sumani, 2012. Efesiensi Serapan Nitrogren dan Hasil Tanaman pada berbagai Imbangan Pupuk Anorganik di Lahan Palur, Sukoharjo, Jawa Tengah. Bonorowo. Wetlands. 2(1) : 11–18

Yuwono, M., Basuki, N., dan Agustin, L. 2012.Pertumbuhan dan Hasil Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) pada Macam dan Dosis Pupuk Organik yang Berbeda terhadap Pupuk Anorganik. Kanisius. Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i1.22771

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id