Respon Pemberian Konsentrasi BAP dan NAA Terhadap Pertumbuhan Tunas Tin (Ficus Carica L.) secara Kultur Jaringan

Ruhul Aflah, Erita Hayati, Elly Kesumawati

Abstract


Abstrak. Tin merupakan tanaman hortikultura yang termasuk dalam kelompok buah. Tanaman tin berguna sebagai sumber vitamin, mineral, karbohidrat, serat, dan lemak. Permintaan pasar yang semakin tinggi, menjadikan tin banyak dibudidayakan di Indonesia. cara kultur jaringan sebagai alternatif perbanyakan. Kultur jaringan bermanfaat mendapatkan tanaman unggul dengan waktu singkat. Eksplan yang dipakai adalah pucuk tunas tin. Selain eksplan faktor lainnya yang menentukan keberhasilan kultur jaringan adalah Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Zat pengatur tumbuh yang dipakai ialah Benzil Amino Purin (BAP) dan Naphthalena Acetic Acid (NAA). Penelitiam dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, dari bulan Desember 2021 sampai dengan April 2022. Penelitian ini memiliki 2 faktor yaitu konsentrasi BAP dan konsentrasi NAA. Hasil penelitian menunjukkan persentase eksplan hidup sebesar 100% dijumpai pada 8 konsentrasi. Persentase tumbuh tunas tertinggi sebesar 100% pada 6 konsentrasi. dan waktu tumbuh akar tercepat yaitu 35 HST pada konsentrasi 0,1 mg L-1 NAA. Konsentrasi terbaik ditunjukkan pada 1,5 mg L-1BAP+0,1 mg L-1 NAA karena menghasilkan pertumbuhan lebih baik untuk pertumbuhan eksplan tunas tanaman tin.

Kata Kunci: Tunas tin, Pertumbuhan, Konsentrasi, BAP, dan NAA

 

Response of Giving Concentration BAP and NAA to Growth of Fig Shoots (Ficus Carica L.) in Tissue Culture

Abstract. Tin is a horticultural plant that belongs to the fruit group. The fig plant is useful as a source of vitamins, minerals, carbohydrates, fiber, and fat. The market demand is getting higher, making fig more and more cultivated in Indonesia. tissue culture method is used as an alternative. Tissue culture is useful for producing superior plants in time short. The explants used is fig shoots. In addition to explants, another factor that determines the success of tissue culture is Growth Regulatory Substances (ZPT). The growth regulators used in this study BAP and NAA. The research was carried out at the Plant Tissue Culture Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, from December 2021 to April 2022. This study had 2 factors, namely the concentration of BAP and the concentration of NAA. The results showed that the percentage of live explants was 100% found in 8 concentrations. The highest shoot growth percentage was 100% at 6 concentrations. and the fastest root growth time was 35 DAP at a concentration of 0.1 mg L-1 NAA. The best concentration was shown at 1.5 mg L-1 BAP+0.1 mg L-1 NAA because it produced better growth for the growth of shoots of fig explants.

Keywords: Tin shoots, Growth, Concentration, BAP, and NAA

Keywords


BAP; Konsentrasi; NAA; Pertumbuhan; Tunas tin; BAP; Concentration; NAA; Growth; Fin shoots

Full Text:

PDF

References


Azhar NA, Zainuddin, Z, 2020. Tissue Culture of Ficus Carica L. Variety BTM-6. Malaysian Journal of Sustainable Agriculture (MJSA., 4(1) :26-28.

Danial GH, Ibrahim DA, Brkat SA, Khalil BM. 2014. Multiple Shoots Production from Shoot Tips of Fig Tree (Ficus carica L.) and Callus Induction from Leaf Sefgments. International Journal of Pure and Applied Sciences and Technology. 20(1) :117-124.

Dwiyani R. 2015. Kultur Jaringan Tanaman. Bali: Pelawa Sari.

Karjadi AK, Buchory A. 2007. Pengaruh NAA Dan BAP Terhadap Pertumbuhan Jaringan Meristem Bawang Putih Pada Media B5. Jurnal Horti. 17(3) :217-223.

Kumar V, Radha A, Chitta SK. 1998. In Vitro Plant Regeneration of Fig (Ficus carica L. cv. gular) Using Apical Buds from Mature Trees. India. 17(1) :717-720.

Lestari EG. 2011. Peranan Zat Pengatur Tumbuh Dalam Perbanyakan Tanaman Melalui Kultur Jaringan. Jurnal AgroBiogen. 7(1) :63-68.

Mardhiyetti, Syafril Z, Jamarun N, Suliansyah I. 2015. Pengaruh BAP (benzyl amino purin) dan NAA (naphtalane acetic acid) Terhadap Eksplan Tanaman Turi (Sesbania grandiflora) dalam Media Multiplikasi In Vitro. Pastura. 5(1) :5-38.

Mastuti R. 2017. Dasar-Dasar Kultur Jaringan Tumbuhan. Malang: UB Press.

Marpaung AE, Hutabarat RC. 2015. Respon Jenis Perangsang Tumbuh Berbahan Alami dan Asal Setek Batang Terhadap Pertumbuhan Bibit Tin (Ficus carica L.). Jurnal Hort. 25(1) :37-43.

Parab AR, Chew BL, Yeow LC, Subramaniam S. 2021. Organogenesis on Apical Budsin Common Fig (Ficus carica L.) var. Black Jack. Electronic Journal of Biotechnology. 60 :9-76.

Rahardja PC, Wiryanta W. 2003. Aneka Cara Perbanyakan Tanaman. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Triani N, Nugrahani P, Syafriani E. 2018. Induksi Tunas Tin (Ficus carica L.) Secara In Vitro. Jurnal Plumula. 8(2) :86-92.

Wattemena GA, Gunawan LW, Mattjik NA, Syamsudin E, Wiendi NMA, Ernawat A. 1999. Bioteknologi Tanaman. PAU Bioteknologi IPB. Bogor.

Wiraatmaja IW. 2017. Zat Pengatur Tumbuh Giberelin dan Sitokinin. Universitas Udayana. Bali. (tidak diterbitkan)

Yuniastuti E, Praswanto, Harminingsih E. 2010. Pengaruh konsentrasi bap terhadap multiplikasi tunas Anthurium (Anthurium andraeanum Linden) pada beberapa media dasar secara in vitro. Caraka Tani. 27(1) :2-8.

Yusnita, 2015. Kultur Jaringan Tanaman Sebagai Teknik Penting Bioteknologi Untuk Menunjang Pembangunan Pertanian. Universitas Lampung. Lampung.(tidak diterbitkan)




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i4.22393

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id