STUDI ANATOMI KAYU MEDANG KULI (Actinodaphne nitida) DI KABUPATEN GAYO LUES

Sri Wati, Martunis Martunis, Essy Harnelly

Abstract


Abstrak. Medang Kuli (Actinodaphne nitida) merupakan  jenis kayu komersial dengan kayu yang kuat selain itu jenis tumbuhan ini mengandung alkaloid (obat-obatan). Medang kuli (Actinodaphne nitida) tidak ada dalam daftar kayu yang bisa diperdagangkan serta telah disahkan oleh Keputusan Mentri Kehutanan No.163/Kpts-II/2003. Tujuan dari dilakukannya penelitian agar bisa mengetahui ciri-ciri secara umum, makroskopis serta mikroskopis kayu Medang Kuli (Actinodaphne nitida) di kabupaten Gayo Lues. Dalam pengujian secara struktur anatomi mikroskopis digunakan standar internasional (Association of Wood Anatomist). Didapatkan hasil struktur anatomi darikayu Medang Kuli (Actinodaphne nitida) secara umum memiliki warna kuning jerami, tekstur, tekstur halus, arah seat berpadu, kusam, berat sedang, tidak terlalu keras, kesat, tidak bercorak, tidak berbau, tidak memiliki kulit tersisip dan tanda kerinyut. Berdasarkan ciri makroskopis dan mikroskopis kayu Medang Kuli (Actinodaphne nitida) memiliki Kayu Medang Kuli (Actinodaphne nitida) memiliki penyebaran pembuluh/pori tata baur, penyusunan pori diagonal dan atau radial, penggabungan pori bergabung, isi pori deposit, rata-rata luas pori 1.6101,24 µm, diameter pori 142,43 µm, dinding pori 8,24 µm, jarak antar pori 311,40 µm. Parenkim paratrakeal sepihak, parenkim paratrakeal alifrom sayap tipis, parenkim apotrakeal deretan tangensial pendek dan parenkim aksial lainnya bentuk tangga. Tipe jari-jari halus, ukuran jari-jari memiliki satu ukuran, lebar jari-jari 17,89 µm, panjang jari-jari 129,63 µm, tebal dinding jari-jari 4,54 µm, jarak antar jari-jari 61,64 µm, saluran intraseluler aksial deretan tangensial pendek. Diameter serat 32,82 µm, diameter lumen 12,77 µm, panjang serat 4.685,95 µm, tebal dinding serat 10.33 µm.

 

Abstract. Medang Kuli (Actinodaphne nitida) is a commercial type of wood with strong wood besides that this plant species contains alkaloids (medicines). Medang coolie (Actinodaphne nitida) has not been registered in the timber trade which has been ratified by the Decree of the Minister of Forestry No. 163/Kpts-II/2003. This study aims to determine the general characteristics, macroscopic and microscopic characteristics of Medang Kuli wood (Actinodaphne nitida) in Gayo Lues district. In this study to test the microscopic anatomical structure refers to the standards of the International Association of Wood Anatomists. The results showed that the anatomical structure of Medang Kuli wood (Actinodaphne nitida) in general had a straw yellow color, texture, smooth texture, blended seat direction, dull, medium weight, not too hard, rough, not patterned, odorless, did not have inserted skin and wrinkle marks. Based on the macroscopic and microscopic characteristics of Medang Kuli wood (Actinodaphne nitida) Medang Kuli wood (Actinodaphne nitida) has diffuse distribution of vessels/pores, diagonal and/or radial pore arrangement, merged pores, deposited pore content, average pore area of 1,601, 24 m, pore diameter 142.43 m, pore wall 8.24 m, pore spacing 311.40 m. Unilateral paratracheal parenchyma, thin wing alifrom paratracheal parenchyma, short tangential row apotracheal parenchyma and other axial parenchyma in the form of stairs. Type of fine fingers, the size of the radius has one size, the width of the radius is 17.89 m, the length of the radius is 129.63 m, the wall thickness of the radius is 4.54 m, the distance between the fingers is 61.64 m, short tangential row axial intracellular channels. Fiber diameter is 32.82 m, lumen diameter is 12.77 m, fiber length is 4,685.95 m, fiber wall thickness is 10.33 m.


Keywords


Makroskopi; Mikroskopis;

Full Text:

PDF

References


Ferbianti, T., 2014. Berkawan Kabut di Hutan Kedah, Gayo Lues, Aceh. [Online]

Availableat: http://travel.compas.com [Accessed 09 Februari 2022].

Hawati, H., Iqbar, I. Harnelly, E., 2020. Study KeanekaragamanJenis Tumbuhaan Berkayu Di Rainfores Lodge Kedah Ekosistem Leuser, Gayo Lues. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 5(3), p. 9.

IAWA, 2008.Ciri Microskopis Dalam Mengidentifikasi Kayu Daun Lebar.Bogor:Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.

Jana , P. D., 2015. Kontuinitas Ketersediaan Bahan Baku Industri Kayu Rakyat, s.l.: Fakultas Kehutanan, Departemen Maanajemen Hutan.

Massijaya,M. Y., 2008. Upaya Penyelamatan Industri Pengolahan Kayu Indonesia Ditinjau dari Sudut Ketersediaan Bahan Baku, s.l.: HTM.

Rahsa, O., 2020. Sebaran Industri Pengolahan Kayu di Kabupaten Gayo Lues, Gayo Lues: Universitas Syiah Kuala.

Renny, P., Imam , W. & Trisna, P., 2012. Sifat Anatomi Kayu Flindersia Fimenteliana F. Muell Asal Teluk Wondama Papua Barat. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis, 10(2).122-129.

Silitonga, T. R., Siagian & Nurrachman, A., 1972. Cara pengukuran serat kayu di Lembaga Penelitian Hasil Hutan (LPHH). Bogor:Publikasi Khusus No.12.LPHH.

SNI (Standar Nasional Indonesia), 2018. Identifikasi Jenis Kayu Secara Makroskopis.Jakarta:Badan Standarlisasi Nasional.

Sumarni, G., Muslich,M. Hadjib, N., 2009. Sifat dan Kegunaan Kayu. Bogor:Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Bogor.

Widianti, K. Y., 2017. Struktur Anatomi Kayu Tahongai (Kleinhovia hospita Linn).Jurnal Hutan Tropis,1(2), pp.113-119.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i4.22345

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id